PT Indointernet Tbk (“Indonet”) merupakan perusahaan Internet Service Provider (ISP) dengan kiprah yang cukup panjang. Mulai beroperasi tahun 1994, kiprah Indonet di bisnis ISP sudah lebih dari tiga dekade. Seiring dengan perjalanannya, Indonet memiliki fokus dalam membangun infrastruktur digital.
”Dimulai dari pengembangan infrastruktur fiber optik, pembangunan data center, (serta) menghadirkan layanan service cloud dengan melakukan kolaborasi dengan beberapa hyper scale (cloud provider) saat ini,” ungkap Yudie Haryanto, SEVP Sales & Marketing Indonet di acara Media Gathering Indonet, Rabu (14/5/2025) lalu.
Indonet, lanjut Yudie, telah melakukan satu langkah besar di tahun 2021 di mana perusahaan menjadi bagian dari EDGE2. Digital EDGE2 atau yang terkenal dengan Digital EdgeDC merupakan operator dan platform data center kelas dunia.
“Jadi, di tahun 2021 secara resmi Indonet menjadi bagian dari Digital EDGE untuk bisa mengakselerasikan data center dan infrastruktur network yang akan kita bangun dan fokuskan di market Indonesia,” ujar Yudie.
Untuk layanannya, untuk saat ini jangkauan layanan Indonet sudah tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera, antara lain di Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan paling ujung saat ini ada di Medan, Sumatera Utara. “Jadi, ini layanan atau point of presence yang kami berikan baik secara connectivity dan cloud service yang hadir dari Indonet di tengah-tengah customer saat ini,” tandasnya.
Bicara produk, Indonet fokus pada tiga kategori, antara lain layanan Connectivity (konektivitas), mencakup network managed services, dark fiber, local loop, Cross Link, Internet/IP Transit, DWDM, dan Managed Service itu sendiri.
“Kemudian dari (layanan) connectivity ini kita ada satu produk yang unik yang tidak banyak dimiliki oleh ISP lain, yaitu CloudExchange,” ungkap Yudie.
Disebut unik, layanan CloudExchange yang ditawarkan Indonet disebut masih belum banyak dilakukan oleh kompetitor atau perusahaan ISP lainnya.
”Jadi, di Indonet kita kembangkan sebuah network yang kami sebut dengan Cloud Exchange Network dari Indonet. Di mana kami sudah mempunyai direct connection langsung ke beberapa pemain cloud hyper scale yang ada di Indonesia saat ini, ada Alibaba Cloud, Google Cloud, AWS, Huawei, dan BytePlus,” kata Yudie.
“Nah, dengan adanya seamless network yang sudah kami bikin sehingga kami bisa memberikan direct connection terhadap user-user dari hyper scale cloud yang ada di atas yang sebelumnya mungkin kalau user menggunakan contohnya AWS, mereka pakai AWS Cloud dan mereka kalau mau mengakses file server-nya dan sebagainya mereka harus mengguankan koneksi intertet. Kita tahu bahwa koneksi internet itu adalah koneksi yang tidak bisa dijamin masalah latency, kualitas, dan sebagainya. Jadi, kami diberikan solusi bagaimana user-user dari cloud yang ada di atas bisa terhubung melalui layer 2, tidak harus lewat internet. Jadi, mereka punya direct connection (layer 2) lebih secure (aman) dan tentunya lebih cepat,” jelasnya lagi.
Tak heran bila, CloudExchange diklaim sebagai salah satu produk yang cukup menarik sampai saat ini. Karena, lanjut Yudie, pihaknya melihat bahwa banyak sekali perusahaan yang sekarang sudah mulai menggunakan teknologi cloud ini sebagai back end atau front end dari operation IT mereka.
“Jadi, CloudExchange ini hadir untuk memberikan dan bekerja sama dengan beberapa hyper scale cloud ini untuk bisa memberikan dan meningkatkan layanan cloud itu sendiri,” paparnya.
Untuk produk lainnya, selain Connectivity, Indonet juga fokus terhadap layanan cloud. Dalam hal ini Indonet sudah berkolaborasi dengan dua hyper scale cloud saat ini, yakni Alibaba Cloud dan BytePlus. “Jadi, Indonet diberikan kepercayaan oleh dua Hyper Scale untuk menjadi Tier 1 Partnership. Jadi, kurang lebih Indonet sudah kerja sama dengan dua cloud ini untuk bisa memberikan pelayanan-pelayanan yang akan diberikan oleh customer,” ujar Yudie.
Selanjutnya, kategori produk yang dimiliki Indonet yakni data center, di mana perusahaan juga fokus pada bisnis ini.
”Tadi saya singgung sedikit, kita di tahun 2021 mengambil langkah besar menjadi bagian dari Digital EDGE 2 yang fokus pada platform data center. Maka pembangunan data center ini di Indonesia menjadi salah satu target market kami saat ini,” pungkas Yudie.














