Google Cloud resmi meluncurkan program “Indonesia BerdAIa” di acara Google Cloud Summit Jakarta ’25, Kamis, 22/05/2025. Inisiatif ini bertujuan membantu organisasi di Indonesia mengembangkan dan menerapkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang memberikan dampak nyata dan terukur di berbagai sektor ekonomi penting seperti keuangan, pendidikan, manufaktur, kesehatan, hingga layanan publik.
Apa Itu “Indonesia BerdAIa”?
Nama “Indonesia BerdAIa” berasal dari gabungan kata “berdaya” dan “AI”, serta merupakan singkatan dari “Berinovasi dengan AI untuk Indonesia”. Tujuan utamanya adalah menciptakan Indonesia yang berdaya dan mandiri dalam pemanfaatan teknologi AI.
Program ini sudah menggandeng 15 organisasi besar, seperti Bank BCA, Bank BNI, BRI, Indosat Ooredoo Hutchison, Kalbe Farma, Paragon, Universitas Brawijaya, dan lainnya.
Potensi Ekonomi dan Tantangan AI di Indonesia
Berdasarkan riset Public First, pemanfaatan AI yang efektif bisa menyumbang hingga Rp 620 triliun (sekitar US$38 miliar) bagi perekonomian Indonesia pada 2030. Namun, ada tiga tantangan utama yang harus dihadapi:
- AI belum selalu memberikan jawaban yang akurat dan faktual.
- Ketersediaan data berkualitas masih terbatas.
- Minimnya tenaga kerja dengan keahlian AI dan analisis data.
Manfaat Program “Indonesia BerdAIa”
Google Cloud akan membantu mitra dalam:
- Menyusun roadmap AI yang selaras dengan strategi bisnis.
- Menentukan dan memprioritaskan penggunaan AI yang tepat guna.
- Membangun solusi AI terbuka dan bisa diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada.
- Mengatur tata kelola AI secara aman dan bertanggung jawab.
- Meningkatkan keahlian tenaga kerja lewat pelatihan komprehensif.
Contoh Penerapan AI oleh Mitra Program
Indosat Ooredoo Hutchison:
Menggunakan agen AI berbasis Gemini untuk pencarian cerdas dalam aplikasi myIM3, yang membantu pengguna menemukan layanan dengan cepat menggunakan bahasa natural.
Paragon Technology and Innovation:
Mengintegrasikan AI untuk memproses pesanan B2B dari dokumen tidak terstruktur dan menganalisis tren konten online, sehingga tim marketing bisa lebih memahami kebutuhan pasar.
Fore Coffee:
Memanfaatkan Google BigQuery untuk analisis data pelanggan, mengembangkan menu baru, dan meluncurkan promo berdasarkan preferensi pelanggan serta stok bahan yang tersedia.
Universitas Brawijaya:
Menggunakan “Dosen AI” dan “Mahasiswa AI” dari startup lokal Sarana AI untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kesiapan kerja mahasiswa. Selain itu, UB juga menjadi kampus pertama yang memiliki pusat AI nasional.
Dengan kolaborasi lintas industri, program “Indonesia BerdAIa” berambisi membangun ekosistem AI yang kuat dan inklusif di Indonesia. Ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan masyarakat dan pelaku industri untuk masa depan yang semakin terdigitalisasi dan berbasis data.














