Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi salah satu teknologi paling menjanjikan dalam transformasi sektor kesehatan, mulai dari diagnosis berbasis machine learning, personalisasi pengobatan, hingga otomatisasi proses administratif.
Namun, manfaat maksimal dari AI hanya dapat dicapai apabila fondasi data yang menopangnya telah terkelola dengan baik. Tanpa data yang bersih, terstruktur, terpercaya, dan terhubung, penerapan AI berisiko menghasilkan hasil yang bias, tidak akurat, bahkan membahayakan.
Webinar yang diselenggarakan CIO Healthcare Forum 2025 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=eSyJfNohcvE memaparkan bahwa manajemen data bukanlah pelengkap, melainkan prasyarat utama dalam perjalanan menuju transformasi berbasis AI.
Menghadirkan narasumber para Chief Data Officer (CDO) dan praktisi data: Barrakha Kugitama, Data Management Assistant Manager Kementerian PPN, dan Halim Perdana, Lead for Biz Apps CX Hyper Automation and ERP Microsoft.
Peserta akan mendapatkan wawasan mengenai bagaimana organisasi sektor kesehatan dapat mempersiapkan tata kelola data, kualitas data, metadata, hingga arsitektur data yang mendukung keberhasilan adopsi teknologi cerdas.
Sehingga lahir kesadaran pentingnya membangun strategi data yang kuat sebelum melangkah ke tahap pemanfaatan AI, serta belajar dari pengalaman lintas sektor tentang bagaimana pengelolaan data yang tepat dapat mempercepat inovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara signifikan.















