ItWorks.id- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 operasikan aplikasi Terminal Booking System (TBS) di Pelabuhan Tanjung Priok yang resmi Go Live bersamaan moment perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025. TBS merupakan sistem aplikasi layanan online untuk layanan sistem trucking untukj efisiensi dan kelancaran arus lalu lintas kendaraan dan barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang akan diberlakukan pada seluruh Terminal Peti Kemas (TPK), baik domestik maupun internasional .
Saat ini terdapat lima fasilitas terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Di antaranya Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal IPC TPK, dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH).
Dalam rangka meningkatkan kinerja layanan di terminal tersebut, Pelindo Regional 2 terus berupaya meningkatkan sistem dan kecepatran layanan, dan efisiensi melalui aplikasi digjtal. Bertepatan dengan HUT RI ke 80, pada 17 Agustus 2025, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok melakukan go-live atau implementasikan TBS di pelabuhan Tanjung Priok secara hybrid (online dan offline).
Dalam sambutannya, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt Heru Susanto, menyatakan, bahwa momentum go live yang dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 juga menjadi simbol bahwa kemandirian dan kemajuan bangsa harus didukung dengan inovasi, kerja keras serta sinergi seluruh pihak.“Saya apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mewujudkan implementasi sistem ini. Untuk selanjutnya, kami harap Pelabuhan Indonesia Regional 2 Cabang Tanjung Priok melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan TBS di seluruh Terminal Peti Kemas dan menyampaikan laporan perkembangan implementasi kepada KSOP Utama Pelabuhan Tanjung Priok secara berkala,” ujarnya dilansir portal web resmi TPK Koja, Jakarta -baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyampaikan setelah go live ini dilaksanakan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya. “ TBS hadir sebagai salah satu upaya pengendalian trafik truk di area Pelabuhan, sehingga dapat terjadi keseimbangan jumlah truk yang datang, lantaran para pengguna jasa dapat memilih slot waktu kedatangan truk sesuai kapasitas layanan terminal,” ujarnya.
Ketua Pokja TBS, Heru Satrio menyampaikan bahwa TBS akan mulai diberlakukan secara bertahap, di mana prinsip utamanya truck booking sebelum ke pelabuhan dan tidak ada pinalti pelarangan bila truk datang lebih cepat atau lebih awal.
Ketua pokja TBS, Heru satrio menyampaikan bahwa TBS akan mulai diberlakukan secara bertahap, di mana prinsip utamanya truck booking sebelum ke pelabuhan dan Tidak ada pinalti pelarangan bila truk datang lebih cepat atau lebih awal. Fase 1 ini akan dilakukan edukasi agar terbiasa untuk melakukan booking di sistem, jika sudah 60 persen maka akan diimplementasikan fase 2. fase 2, dimana akan menggunakan portal aplikasi bersama untuk terminal booking system.
Target utama TBS tahap 1 ini yaitu mengedukasi pengguna jasa petikemas di pelabuhan priok untuk melakukan booking sebelum truck menuju pelabuhan, mendapatkan data behaviour pengguna jasa truck peti kemas sehingga dapat menjadi evaluasi dan peningkatan pada sistem TBS tahap berikutnya.Diharapkan aplikasi TBS akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, operasional pelabuhan yang efisien, hingga pengurangan emisi kendaraan di area Pelabuhan yang selaras dengan spirit green port.














