Melalui RSUI Digital Ecosystem, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) membuktikan bahwa transformasi digital cerdas dapat lahir dari kemandirian internal — efisien, berdampak tinggi, dan berkelanjutan.
Dalam lanskap layanan kesehatan modern yang menuntut kecepatan, keamanan, dan integrasi, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memilih jalur berbeda. Alih-alih bergantung pada vendor eksternal atau investasi sistem berbiaya tinggi, RSUI membangun ekosistem digitalnya sendiri, mandiri, modular, dan berorientasi manfaat nyata.
Seluruh solusi digital RSUI — dari pengelolaan data pasien, pelaporan internal, hingga integrasi AI — dikembangkan oleh tim internal yang memahami kebutuhan operasional secara mendalam.
“Salah satu inovasi unggulan adalah Speech-to-Text AI untuk pengisian SOAP, mempercepat dokumentasi medis hingga 30–40%, memungkinkan dokter fokus lebih besar pada pasien,” kata dr. Tommy Dharmawan, Sp.B.T.KV., Subsp.JD(K), Ph.D., Direktur Operasional RSUI, di Penjurian TOP Digital Awards 2025, secara online, Jumat, 24/10/2025.
Selain efisiensi, RSUI menegaskan komitmen terhadap keamanan dan kedaulatan data, dengan semua sistem di-hosting on-premise, memastikan kontrol penuh dan kepatuhan terhadap regulasi privasi.
“Arsitektur modular memungkinkan pengembangan bertahap, menjadikan digitalisasi fleksibel dan berkelanjutan,” dr. Tommy menambahkan.
Lebih dari sekadar teknologi, RSUI Digital Ecosystem juga mencerminkan budaya kolaboratif dan berbasis pengetahuan, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Transformasi digital ini menegaskan posisi RSUI sebagai pusat pembelajaran, riset, dan inovasi, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional,” dr. Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., Direktur Utama RSUI menegaskan.
TOP Digital Awards merupakan kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan/Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika, Telekomunikasi, dan Solusi Digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Ajang ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang TI-Telekomunikasi-Solusi Digital terkemuka di Tanah Air.
Bertindak selaku Dewan Juri TOP Digital Awards 2025: Febrizal Efendi (Aspiluki); Subandi (akademisi Univ. Budi Luhur/Praktisi Consulting); Jonathan Prabowo (peneliti BRIN).
Menurut Dewan Juri, keberhasilan RSUI tersebut selaras dengan tema TOP Digital Awards 2025 — “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation” — membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi strategi berkelanjutan untuk layanan kesehatan yang unggul dan berpusat pada manusia.
Capaian Membanggakan dan Berdampak Positif
Dalam sesi Presentasi, dr. Tommy memaparkan sejumlah capaian membanggakan RSUI dalam pemanfaatan TI di usianya yang sudah 6 tahun, antara lain:
Transformasi Digital Mandiri: Semua sistem dikembangkan oleh tim internal tanpa vendor eksternal. Dampak: Efisiensi biaya lisensi 100%, solusi digital berbiaya relatif rendah namun berdampak tinggi.
Implementasi AI untuk Dokumentasi Medis: Inovasi Speech-to-Text AI untuk SOAP mempercepat proses dokumentasi. Dampak: Waktu dokumentasi berkurang 30–40%, meningkatkan fokus dokter pada pasien.
Keamanan dan Kedaulatan Data: Sistem on-premise, menjaga kontrol penuh terhadap data pasien. Dampak: 0 insiden kebocoran data, meningkatkan kepercayaan pasien dan staf.
Efisiensi Operasional & Kolaborasi Internal: Sistem terintegrasi mendukung laporan teknis, permintaan keuangan, dan kolaborasi dokumen. Dampak: Proses internal lebih cepat 25%, meminimalkan birokrasi.
Skalabilitas Modular & Berkelanjutan: Arsitektur modular memungkinkan pengembangan bertahap. Dampak: Sistem adaptif terhadap perubahan kebutuhan layanan dan teknologi.
Penguatan Mutu Pelayanan & Fokus Pasien: Mendukung evidence-based dan patient-centered care. Dampak: Peningkatan kepuasan pasien dan pencapaian standar mutu tinggi, sekaligus menjadi pusat pendidikan klinis.
Di sesi Nilai Tambah, Dewan Juri memberikan apresiasi, “RSUI Digital Ecosystem membuktikan bahwa transformasi digital efisien, aman, dan berorientasi manfaat nyata dapat dilakukan secara internal tanpa biaya terlalu besar.”
Inovasi ini menjadikan RSUI pionir rumah sakit pendidikan di Indonesia dan role model nasional dalam Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation.
Turut hadir tim RSUI di Penjurian TOP Digital Awards 2025, yaitu: Dr. Novita Dwi Istanti, A.M.K., S.K.M., M.A.R.S., FISQua – Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha; Latiftita Anggraini, S.H., M.H. – PLT. Manajer SIMRS & TI; Dr. Meilisa Rahmadani, S.K.M., M.K.K.K. – Manajer Transformasi, Mutu, dan K3; Dr. Ir. Ahmad Firdausi, S.T., M.T. – Asisten Manajer Sistem Jaringan dan Keamanan; Dony. S. Kom – Asisten Manager Infrastuktur TI; Indah Fajariani, S.E., CPHRM, CCBP – Asisten Manajer Transformasi, Mutu, dan K3; Dewi Yulianti, S.Kom – Koordinator SIMRS & Website; dan Deasy Farah Utari, S.T. – Pengadministrasi Sistem Informasi.














