ItWorks.id- Digitalisasi menjadi roda penggerak bagi perubahan sistem manajemen yang mampu mengotomatisasi proses bisnis di PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi terintegrasi, efisien dan mempercepat alur kerja, dan meningkatkan produktivitas. Salah satu solusi inovasi digital yang jadi andalan saat ini yakni Smart Claim Platform, modul klaim digital yang bisa memotong mata rantai sitem klaim, menekan waktu dan biaya, hingga meningkatkan kinerja bisnis.
Smart Clain Platform merupakan platform digital cerdas yang dibangun untuk memperlancar proses klaim atas operasional kegiatan maritim dari PT PIS dengan mengotomatisasi proses identifikasi, analisis, dan pemrosesan berbagai jenis klaim. Seperti klaim biaya demurrage (keterlambatan) kapal di dermaga atau pelabuhan, klaim kehilangan kargo, dan klaim lainnya.
Terdapat beberapa fitur yang terintegrasi, termasuk sistem monitoring aktivitas kapal atau Vessel Monitoring System (VMS) untuk melacak dan memantau keberadaan kapal secara real time yang sangat berguna untuk pengawasan. Dilengkapi juga sensor IoT pada kapal untuk pengambilan data secara real-time (IoT sensors on vessels for realtime data capture). Dan juga Machine-rule logic untuk mendeteksi kelayakan klaim.
Sistem digital ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung keselamatan awak kapal, mendukung pengaturan voyage (jadwal pelayaran), dan lainnya. ”Dengan sistem aplikasi Smart Claim, meningkatkan pengawasan menjadi real-time, dari sebelumnya proses manual menjadi presisi proaktif dan otomatis. Dibangun berbasis antarmuka web base yang terintegrasi ke SAP internal, sistem inti pengiriman dan sistem pencarteran. Melalui modul smart claim, membuat operasional kapal lebih transparan, semua elemen biaya operasional bisa terpantau, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemulihan biaya (cost recovery) bagi perusahaan. Di antaranya bisa mempercepat proses mendapatkan penghasilan lain dari klaim, dari sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 16 bulan, turun menjadi hanya sekitar 1 bulan saja,” ungkap Vice President (VP) Digital PT PIS, Ari Caesar Gumirat, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2025” yang diselenggarakan Majalah ItWorks (24/10/2025), di Jakarta.

Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Manager Digital PT PIS, Fariz Junior Nusantara, serta M Rizky dari Divisi IT & Digital. Sedang Juri penilai terdiri M,Lutfi Handayani (CEO PT MSI Group), M. Tesar Sandikapura (IDIEC – Litebig)/ MASTEL – Masyarakat Telematika Indonesia), Ben Dehaan (Senior Advisor PT MSI Group), Subandi (Akademisi Universitas Budhi Luhur & Praktisi IT), yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks).
TOP DIGITAL Awards merupakan ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran dan juga pemberian penghargaan tahunan tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital. Terutama untuk meningkatkan kinerja, inovasi, dan daya saing bisnisnya serta layanan kepada masyarakat atau public. Termasuk adanya inovasi pemanfaatan smart technology, seperti teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data analytic yang bisa saling mendukung untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja proses bisnis dan layanan di berbagai bidang.
Dalam kesempatan ini, Ari Caesar Gumirat membawakan materi presentasi berjudul “Smart Claim Platfomr -Digitalization Key For Transparency and Cost Avoidance”. Dalam wawancara ini, ia memaparkan banyak hal terkait keberadaan PT PIS, visi, misi, serta proses transformasi digital yang dilakukan.
PT Pertamina International Shipping (PIS), merupakan Subholding Integrated Marine Logistics yang diresmikan pada tahun 2021 sebagai subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. Dibentuk melalui spin-off usaha charter out dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan riil secara komdersial untuk Group PT Pertamina (Persero) secara profesional, sesuai dengan praktik GCG (Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh kegiatan perusahaan.
Strategi bisnis dilakukan melalui transformasi, efisiensi, ekspansi global, dan keberlanjutan, yang dijalankan melalui pendekatan terpadu lintas aspek operasional dan manajemen. Perusahaan memiliki visi utama “Menjadi Perusahaan Pelayaran dan Logistik Maritim Terkemuka di Asia (Asia’s Leading Shipping and Marine Logistics Company). Sedangkan misinya ada empat: 1. Penciptaan nilai bagi pemangku kepentingan. 2. Mitra maritim yang terpercaya dan dapat diandalkan. 3.Pengoperasian yang aman dan berkelanjutan. 4.Agen pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Secara umum, transformasi digital telah diterapkan di semua lini, baik di sistem manajamen, operasional dan mempercepat pelayanan, sekaligus memastikan proses yang transparans dan akuntabel sesuai praktik dan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital yang efektif, transparans, dan akuntabel, dalam upaya mewujudkan pelayanan prima.
Saat ini terdapat beberapa inovasi produk dan solusi aplikasi digital yang dijalankan, baik untuk sistem manajemen office melalui Enterprise Resource Planning (ERP), penanganan Human Resource (HR), sistem finance, hingga operasional kapal melalui inovasi baru flatform Smart Claim . Termasuk beragam sistem pendukung untuk mengoptimalkan operasional pelayaran, sistem informasi untuk dukungan sistem logistik, dan sistem aplikasi untuk memudahkan pucuk pimpinan perusahaan membuat kebijakan dan keputusan bisnis strategis berdasarkan data dan informasi melalui sistem aplikasi digital.
PIS juga berperan menjadi urat nadi vital distribusi energi nasional. Saat ini mengoperasikan 400 kapal, termasuk kapal-kapal carter. Dari sisi volume, sepanjang 2024, sebanyak 353 tanker yang dioperasikan oleh PIS mendistribusikan 161 miliar liter energi berupa BBM dan LPG, yang memperkuat peran sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.
Tak hanya meningkatkan kapasitas bisnis demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, PIS juga terus berinovasi dalam melakukan dekarbonisasi dalam operasionalnya. PIS menyiapkan sejumlah langkah dalam memenuhi komitmen net zero emission pada 2050, sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) dan Paris Agreement terkait perubahan iklim.
Sebagai informasi, separuh lebih dari total kapal yang dioperasikan oleh PIS menggunakan biofuel. Sebanyak 6 kapal di armada PIS juga telah memanfaatkan LPG sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, 40 kapal di armada PIS telah dilengkapi dengan perangkat hemat energi (energy-saving devices) yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal antara 3-20%. PIS juga telah menerapkan pembatasan daya mesin secara menyeluruh dan manajemen pelayaran untuk mengurangi emisi.














