ItWorks.id- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel, menggelar Festival Balogo, permainan tradisional khas Banjar-Kalimantan Selatan. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya leluhur Kalsel dari ancaman gempuran modernisasi di tengah kemajuan digitalisasi dewasa ini.
Di era kemajuan teknologi digital, anak-anak dan generasi muda, cenderung enggan untuk memainkan permainan tradisional karena pengaruh penggunaan internet dan gadget yang kian massif. Apalagi ditambah dengan minimnya edukasi dari orang tua, pengetahuan, dan adanya pergeseran pola interaksi sosial yang cenderung menjadi individualistis. Padahal, banyak warisan budaya, permainan tradisional dari para pendahulu yang sarat makna dan filosofi tinggi yang sangat penting untuk dilestarikan atau dijaga keberadaannya.
“Kondisi inilah salah satu yang melatarbelakangi diadakannya festival Balogo di TMII Jakarta ini,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora)- Kalsel, Pebriadin Hapiz, dalam laporannya pada acara pembukaan open turnament -Festival Balogo pada (21/12/2025), di Anjungan Pemprov Kalsel TMII-Jakarta Timur.

Balogo merupakan permainan tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan yang menggunakan kepingan tempurung kelapa (logo) dan stik pemukul (panapak) untuk merobohkan logo yang dipasang berderet di depan sebagai target lawan. Permainan ini mirip bowling/kelereng, bertujuan melatih konsentrasi dan kerja sama, serta telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Kegiatan yang diselenggarakan di Anjungan Rumah Adat Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini, tak hanya diikuti warga asal Banua di Jabodetabek, namun juga terbuka umum sekaligus sebagai ajang sosialisasi dan pengenalan permainan tradisional ini kepada masyarakat luas. Lomba kali ini, dibagi dalam empat kategori, yakni perorangan putra, perorangan putri, ganda putra, dan ganda putri. Dalam kompetisi ini, panitia menyediakan hadiah senilai Rp 10 juta dan berbagai doorprize menarik lainnya.
Kompetisi ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakilkan Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, H.Muhammad Syarifuddin,M.Pd. Hadir juga para pejabat teras Pemprov Kalsel, para Tenaga Ahli Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Kepala OPD, dan lainnya. Di antaranya Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Bidang Administrasi Umum, Ibnu Sina, Tenaga Ahli Gubenur Kalsel, Tasriq Usman, Kadis Kominfo Dr. H. Muhammad Muslim. S.Pd, M.Kes., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan, M. Fitri Hernadi, AP., M.Si, Kepala Dispersip Sri Mawarni, S.Sos., M.Si. Hadir juga para tokoh asal Kalsel, di antaranya ada Prof. Dr. Ir H. Gusti Muhammad Hatta, M.S. mantan Menteri Riset dan Teknologi di Kabinet Indonesia Bersatu II yang juga guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan beberapa lainnya.
Kegiatan yang diselenggarakan di Anjungan Rumah Adat Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini, tak hanya diikuti warga asal Kalimantan di Jabodetabek, namun juga terbuka umum sekaligus sebagai ajang sosialisasi dan pengenalan permainan tradisional ini kepada masyarakat luas. Lomba kali ini, dibagi dalam empat kategori, yakni perorangan putra, perorangan putri, ganda putra, dan ganda putri. Dalam kompetisi ini, panitia menyediakan hadiah senilai Rp 10 juta dan berbagai doorprize menarik lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, H.Muhammad Syarifuddin,M.Pd mengatakan bahwa Festival ini selain ajang kompetisi, yang tak kalah penting juga sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal yang sebelumnya telah lama mengakar di tengah masyarakat Kalsel. Apalagi permainan tradisional ini, juga sarat makna, nilai sosial, dan filosofi tinggi yang perlu terus dijaga kelestariannya.
“Sebagai warisan budaya Kalsel, Balogo sarat makna dan filosopi yang sangat penting di teladani dalam kehidupan bermasyarakat. Di antaranya meliputi nilai kejujuran, kreativitas, sportivitas, kerja sama, dan ketrampilan dalam strategi. Permainan tradisional ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi dan sosialisasi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bahkan ia juga sempat turun langsung bermain Balogo dengan peserta lainnya. Tak di nyana, salah satu tokoh penting masyarakat Kalsel ini, ternyata juga lihai memainkan permainan tradisional khas Kalsel ini.
Disampaikan juga bahwa, Pemprov Kalsel terus berkomitmen untuk terus berupaya mengusung dan melestarikan berbagai kekayaan budaya lokal warisan leluhur melalui berbagai kegitan, agar tidak hilang di tengah kecanggihan teknologi modern dewasan kini. Salah satunya permainan Balogo yang memiliki spirit menanamkan nilai-nilai budaya tinggi untuk kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat ini.














