ItWorks.id- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Penataran Kabupaten Blitar menegaskan posisinya sebagai BUMD strategis melalui serangkaian inovasi berbasis transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan layanan publik, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Perumda Tirta Penataran, Ir. Rodiah Astuti, ST., M.Ling, dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar daring oleh Majalah TopBusiness, 23 Januari 2026. Ia menekankan bahwa digitalisasi kini menjadi fondasi utama dalam mendorong kinerja perusahaan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Blitar.
“Kami berkomitmen memastikan setiap pelanggan mendapatkan akses air bersih berkualitas. Produk air perpipaan kami telah memenuhi standar baku mutu fisik, kimia, dan biologi dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, kami juga mengembangkan AMDK merek BLIT yang telah memenuhi standar Permenkes, SNI 3553:2015, dan sertifikasi ISO 9001:2015,” jelas Rodiah kepada tim Juri penilai .
Adapun tim juri penilai terdiri Prof. DR. H. Moh Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar FE Dan Bisnis Universitas Padjajaran /UNPAD Bandung), Benyamin De Haan (Komisaris MSI Institut), Subandi (Akademisi Universitas Budhi Luhur-ICT Consultant ), Nurul Yakin Setiabudi (IDTUG – Indonesia Telecommunication User Group. BPSK DKI), serta Ahmad Churi (Managing Editor ItWorks- MSI Group-sekaligus sebagai moderator).
Digitalisasi Jadi Tulang Punggung Tata Kelola
Sejak 2025, Perumda Tirta Penataran mengimplementasikan aplikasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terintegrasi berbasis cloud melalui kolaborasi antar-BUMD. Sistem ini menghubungkan data pelanggan, operasional, hingga keuangan dalam satu platform terpadu.
Transformasi ini menghadirkan berbagai pembaruan layanan, mulai dari pencatatan meter digital, sistem penagihan multi-channel, hingga layanan pelanggan berbasis data real-time. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga mempercepat respons terhadap gangguan layanan serta meningkatkan akurasi pencatatan konsumsi air.
Di tingkat manajemen, sistem digital memungkinkan penerapan Key Performance Indicator (KPI) berbasis data, penguatan Sistem Pengendalian Internal (SPI), serta manajemen risiko yang lebih terukur. Transparansi dan akuntabilitas perusahaan pun semakin kuat karena seluruh proses operasional terekam dan termonitor secara digital.
Transformasi digital juga diterapkan dalam pengelolaan teknis jaringan air. Untuk menekan tingkat Non-Revenue Water (NRW) yang saat ini berada di angka 27,52 persen, perusahaan memanfaatkan pemetaan jaringan berbasis Geographic Information System (GIS) dan membagi wilayah distribusi ke dalam District Meter Area (DMA).
Pendekatan ini memungkinkan deteksi kebocoran lebih cepat dan akurat, sehingga mengurangi kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi. Selain itu, sistem pemantauan digital pada pompa dan panel listrik, serta penggunaan smart switch, membantu menekan konsumsi energi dan biaya operasional.
Langkah tersebut juga memperkuat komitmen lingkungan perusahaan melalui pengurangan jejak energi dan pengelolaan sumber air baku yang lebih berkelanjutan, bekerja sama dengan desa dan masyarakat sekitar sumber air.
Layanan Publik Makin Luas Berbasis Data
Digitalisasi turut mendukung perluasan layanan perpipaan secara lebih terencana. Hingga 2024, Perumda Tirta Penataran telah melayani 17.433 sambungan rumah dengan rata-rata durasi layanan 23 jam per hari dan kualitas air layak minum.
Pengembangan jaringan kini dilakukan berbasis data wilayah prioritas sesuai RTRW, dipadukan dengan program promosi pemasangan sambungan rumah yang lebih tepat sasaran. Komunikasi gangguan layanan pun semakin proaktif melalui kanal digital, memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan air minum daerah.
Di sisi bisnis, inovasi juga diwujudkan melalui soft launching air minum dalam kemasan (AMDK) merek “BLIT” sebagai strategi diversifikasi usaha. Produk ini tidak hanya memenuhi standar mutu nasional, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.
Sepanjang 2025, Perumda Tirta Penataran menyetorkan Rp243,92 juta ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan kontribusi kumulatif mencapai Rp3,43 miliar. Kehadiran AMDK BLIT diharapkan memperkuat kemandirian finansial perusahaan tanpa mengurangi fokus pada pelayanan publik.
Berbagai pembenahan berbasis teknologi tersebut berkontribusi pada peningkatan kinerja perusahaan. Berdasarkan evaluasi BPKP atas kinerja SPAM Perpipaan Perkotaan Tahun Buku 2024, Perumda Tirta Penataran meraih nilai tingkat kesehatan 3,26 (kategori Sehat), naik dari 2,97 pada tahun sebelumnya.
Capaian ini mengantarkan Perumda Tirta Penataran kembali masuk nominasi TOP BUMD Awards 2026 dengan materi presentasi bertajuk “Kinerja, Inovasi, dan Komitmen BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.” “Kami tidak hanya mengejar kinerja keuangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan, pemerataan akses air minum, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegas Rodiah.
Dengan transformasi digital sebagai penggerak utama, Perumda Tirta Penataran memosisikan diri sebagai BUMD yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, tuntutan efisiensi, dan kebutuhan masyarakat modern—menjadikan inovasi teknologi sebagai fondasi pembangunan layanan air minum berkelanjutan di Kabupaten Blitar.














