ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat dan Google Cloud Genjot Modernisasi Aplikasi dan Migrasi Cloud dengan Red Hat OpenShift

Fauzi
31 March 2026 | 13:56
rubrik: Business Solution
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Red Hat dan Google Cloud menjalin kolaborasi untuk membantu organisasi mempercepat modernisasi aplikasi dan migrasi ke cloud. Perluasan kolaborasi ini menghadirkan Red Hat OpenShift langsung di konsol Google Cloud, integrasi yang lebih dalam dengan berbagai layanan Google Cloud, serta menandai ketersediaan umum Red Hat OpenShift Virtualization pada Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud.

Pengumuman ini menegaskan kembali komitmen bersama kedua perusahaan dalam menghadirkan platform aplikasi yang komprehensif, sehingga enterprise dapat dengan percaya diri membangun, mengimplementasikan, mengelola dan meningkatkan skala aplikasi berbasis kontainer, virtualisasi, maupun AI, di Google Cloud.

Pelanggan juga dapat beroperasi dengan keyakinan bahwa Red Hat dan Google berkomitmen penuh terhadap kinerja, keamanan, serta keberhasilan terus menerus dari aplikasi yang berjalan di Red Hat OpenShift di Google Cloud.

“Visi hybrid cloud Red Hat dibangun di atas konsistensi, kemampuan untuk menjalankan berbagai beban kerja, di mana saja, dengan model operasional yang sama. Kolaborasi yang diperluas dengan Google Cloud ini semakin memberdayakan organisasi melalui kemampuan cloud-native yang komprehensif dari Red Hat OpenShift, baik untuk mempercepat pengembangan aplikasi, maupun menyederhanakan proses migrasi ke cloud. Red Hat dan Google bersama-sama menghadirkan jalur yang jelas dan terpadu bagi organisasi untuk memodernisasi seluruh portofolio aplikasi mereka, sekaligus membantu mengelola VM tradisional dan aplikasi berbasis kontainer dalam satu platform,” ujar Mike Barrett, vice president dan general manager, Hybrid Cloud Platforms, Red Hat.

Sejurus dengan itu, Nirav Mehta, vice president, Product Management – Google Cloud Compute Platform, Google Cloud, mengatakan “Pelanggan kami terus mencari cara untuk menyederhanakan infrastruktur mereka sekaligus mempercepat inovasi tanpa mengorbankan performa. Kami senang dapat memperdalam kolaborasi dengan Red Hat untuk menghadirkan OpenShift on Google Cloud. Kini pelanggan memiliki jalur yang lebih mulus untuk menjalankan beban kerja virtualisasi maupun yang berbasis kontainer secara konsisten di atas infrastruktur global Google Cloud yang aman dan berperforma tinggi.”

BACA JUGA:  Dongkrak Ekonomi Nasional, Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Adopsi Teknologi Digital

Peningkatan fleksibilitas untuk beban kerja di Google Cloud
Red Hat OpenShift kini tersedia langsung di dalam konsol Google Cloud. Hal ini memudahkan pelanggan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menjalankan berbagai beban kerja mereka di Google Cloud, sekaligus menghadirkan pengalaman onboarding yang lebih mulus. Manfaat utamanya meliputi:

  • Onboarding lebih sederhana: Pengguna Red Hat OpenShift Dedicated kini dapat secara langsung memvalidasi berbagai prasyarat di Google Cloud sebelum beralih ke alur provisioning (penyediaan) klaster yang dipandu melalui Red Hat Hybrid Cloud Console.
  • Penagihan dan pengadaan yang terpadu: Organisasi bisa memanfaatkan skema harga yang fleksibel pay-as-you-go melalui Google Cloud Marketplace, di mana biaya langganan Red Hat OpenShift dapat diperhitungkan sebagai bagian dari komitmen belanja mereka di Google Cloud.
  • Integrasi layanan native: Pengguna Red Hat OpenShift kini dapat memaksimalkan integrasi native Google melalui kolaborasi yang dirancang dan didukung bersama dengan berbagai layanan penting seperti Google Cloud Secret Manager, Certificate Authority Service, serta Workload Identity Federation, dan lainnya.

Modernisasi Infrastruktur dengan Red Hat OpenShift Virtualization
Di tengah meningkatnya biaya dan kompleksitas, organisasi membutuhkan solusi yang memungkinkan mereka memindahkan beban kerja sekarang, sekaligus melakukan modernisasi secara bertahap sesuai dengan ritme masing-masing. Red Hat OpenShift Virtualization, kemampuan bawaan dari Red Hat OpenShift, menjembatani kesenjangan antara infrastruktur lama dan inovasi modern dengan menyatukan virtual machine (VM) tradisional dengan kontainer dan serverless workload (beban kerja yang dikelola tanpa server) dalam satu platform Kubernetes yang konsisten. Hasilnya, pengguna cukup mengandalkan satu interface (antarmuka), satu toolset, dan satu standar operasional untuk mengelola seluruh beban kerja secara terpadu.

Tersedia di bare metal instances Google Cloud C3, Red Hat OpenShift Virtualization memberikan akses langsung ke sumber daya CPU dan memori bagi organisasi, terutama untuk beban kerja yang sensitif terhadap performa dan memiliki keterbatasan lisensi. Pendekatan ini membantu mendukung proses modernisasi sekaligus menjaga performa yang tetap konsisten dan terprediksi di lingkungan cloud, sehingga memungkinkan organisasi untuk mencapai:

  • Modernisasi yang lebih cepat: Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud menghadirkan proses pengembangan aplikasi modern dan tool untuk VM, memungkinkan organisasi untuk mempercepat modernisasi aplikasi berbasis VM sesuai dengan ritme mereka sendiri.
  • Manajemen yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid: Dengan model operasional yang terpadu, tim IT dapat mengelola VM dan kontainer secara konsisten di lingkungan on-premise, cloud dan edge, yang meningkatkan efisiensi dan memberikan fleksibilitas.
  • Migrasi yang sederhana: Organisasi memiliki fleksibilitas untuk beralih dari virtualisasi tradisional dengan downtime yang minimal menggunakan tool seperti toolkit migrasi untuk virtualisasi dan Red Hat Ansible Automation Platform, sehingga mereka lebih mudah untuk transisi ke penawaran yang lebih modern dengan fleksibilitas membawa beban kerja ini ke pendekatan hybrid yang lebih konsisten melalui OpenShift dan Google Cloud.
  • Skalabilitas dan keandalan yang ditingkatkan: Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud memungkinkan organisasi memperoleh performa yang lebih terprediksi, elastic scaling, serta perjanjian layanan (SLA) yang lebih kuat, didukung oleh platform aplikasi yang komprehensif dan infrastruktur yang sangat skalabel.
BACA JUGA:  Teknologi Canggih untuk Memenuhi Ambisi Kendaraan Listrik Indonesia: Mendorong Kualitas dan Efisiensi

Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud merupakan platform aplikasi yang fully managed (sepenuhnya dikelola) yang memungkinkan pelanggan fokus untuk membangun dan menskalakan aplikasi yang mendukung core bisnis mereka. Dukungan dari Global Site Reliability Engineers serta otomatisasi bawaan membantu mengurangi beban operasional sekaligus meningkatkan efisiensi.

Untuk mengalami langsung kapabilitas baru tersebut dan mempercepat proses modernisasi, organisasi bisa mengeksplorasi Red Hat OpenShift secara langsung di konsol Google Cloud. Selain itu, organisasi juga bisa memulai perjalanan modernisasi mereka sesuai dengan ritme mereka dengan Red Hat OpenShift Virtualization di Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud.

Tags: AIGoogleGoogle CloudRed Hat
Previous Post

Samsung dan AMD Berkolaborasi Garap Memori AI Generasi Berikutnya

Next Post

Tahan Hingga 60 Jam, Soundcore Q11i Wireless Headphones Sajikan Audio Hi-Res

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Xiaomi dan Inisiatifnya Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPC TPK Perkuat Konektivitas Intra-Asia, Berikan Layanan Perdana Pelayaran SCJX Feeders

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto