ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

AI Perusahaan Hadapi Hambatan, Riset NTT DATA Ungkap Tantangannya

Ahmad Churi
25 May 2026 | 17:14
rubrik: Digital
AI Perusahaan Hadapi Hambatan,  Riset NTT DATA Ungkap Tantangannya
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- NTT GATA, perusahaan global pengembang bidang kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, dan layanan teknologi, merilis riset terbaru yang menunjukkan bahwa penerapan AI di kalangan perusahaan berkembang melampaui arsitektur dan infrastruktur yang mendasarinya, seiring meningkatnya tuntutan terhadap privasi dan kedaulatan data.

Penelitian tersebut menemukan adanya kesenjangan yang semakin lebar antara perusahaan yang merancang ulang sistem AI mereka untuk meningkatkan kontrol, lokalitas, dan keamanan, dengan perusahaan yang masih mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan yang sejak awal tidak dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut.

“Seiring perkembangan AI, pendekatan private dan sovereign mulai menguji kesiapan perusahaan. Perusahaan yang berhasil melangkah lebih jauh dari sekadar kepatuhan regulasi dan mitigasi risiko. Mereka membangun fondasi operasional bagi AI yang mampu beroperasi di berbagai pasar, yurisdiksi, dan lingkungan bisnis. Riset kami menunjukkan bahwa para pemimpin AI berhasil unggul dengan memperlakukan arsitektur, infrastruktur, dan tata kelola sebagai persyaratan strategis,” ujar Abhijit Dubey, CEO dan Chief AI Officer, NTT DATA, Inc. dalam rilis pers (25/05/2026).

Disebutkan, Laporan Global AI NTT DATA 2026; A Playbook for private and sovereign AI mengungkap adanya kesenjangan antara kebutuhan yang disadari perusahaan dan kesiapan mereka untuk membangunnya:

  • Lebih dari 95% responden menyatakan bahwa private AI dan sovereign AI merupakan hal yang penting, namun hanya 29% yang memprioritaskan sovereign AI secara konkret dalam jangka pendek.
  • Sekitar 35% Chief AI Officer (CAIO) mengidentifikasi pembangunan, integrasi, dan pengelolaan model AI yang kompleks di lingkungan private atau sovereign sebagai hambatan utama dalam adopsi, dan hampir 60% pemimpin AI menyebut pembatasan data lintas wilayah sebagai tantangan besar.
  • Hanya 38% responden yang melaporkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap postur keamanan cloud mereka – fondasi penting bagi private AI ataupun sovereign AI.
BACA JUGA:  Rumah Sakit Jantung Tasikmalaya Diresmikan, Berkonsep Smart Hospital

Selama bertahun-tahun, arsitektur perusahaan telah memindahkan data melintasi berbagai sistem, cloud, aplikasi, dan batas dengan kecepatan serta efisiensi yang semakin meningkat. Kecerdasan buatan (AI) kini memperlihatkan keterbatasan model tersebut. “Data sensitif harus dilindungi, beban kerja harus dijalankan dalam yurisdiksi yang telah ditentukan dan model harus dikelola dengan kontrol yang lebih ketat. Data tidak selalu dapat berpindah dengan kecepatan dan fleksibilitas yang diharapkan banyak sistem AI, sehingga yurisdiksi menjadi kendala dalam arsitektur. Akibatnya, private AI dan sovereign AI kini menjadi pertimbangan yang semakin krusial,” terangnya.

Laporan tersebut mengidentifikasi lima pergeseran yang menentukan fase berikutnya dari AI perusahaan:

  1. AI kini menghadapi batasan dan bukan karena modelnya. Kendala yang dihadapi tidak lagi hanya pada performa model. AI saat ini membutuhkan kontrol yang lebih besar atas daya komputasi, akses data, keamanan, dan lokalisasi sehingga memperlihatkan keterbatasan infrastruktur yang dibangun untuk aliran data terpusat dan tanpa batas.
  2. Yurisdiksi data kini menjadi kendala dalam arsitektur. Data tetap dapat berpindah, namun tidak sesuai dengan kebutuhan AI. Karena AI bergantung pada akses dan pergerakan data yang berkelanjutan, yurisdiksi menentukan di mana data disimpan, di mana model dijalankan, serta bagaimana sistem dirancang dan dikelola.
  3. Semua pihak menyadari adanya pergeseran ini, namun hanya sedikit yang mengambil tindakan. Lebih dari 95% perusahaan mengakui pentingnya private dan sovereign AI, tetapi hanya sekitar sepertiga di antaranya yang memprioritaskan sovereign AI secara konkret dalam jangka pendek.
  4. Para pemimpin melakukan penyesuaian sejak dini dan bertindak tegas – menciptakan kesenjangan kompetitif. Para pemimpin bertindak tegas dengan menyelaraskan infrastruktur, tata kelola, dan model operasional sejak awal. Hal ini memungkinkan mereka untuk beralih lebih cepat dari tahap uji coba ke penerapan skala besar, sementara perusahaan lain masih berjuang untuk beradaptasi.
  5. Private dan sovereign AI terdengar seperti bentuk kemandirian, namun dalam praktiknya, keduanya bergantung pada ekosistem yang terkoordinasi secara ketat. Lebih dari setengah perusahaan menyebut kompleksitas integrasi sebagai tantangan utama mereka. Seiring perusahaan mendorong kontrol yang lebih besar, mereka juga meningkatkan kompleksitas dan ketergantungan antar mitra dalam ekosistem AI yang berkoordinasi di seluruh lapisan teknologi.
BACA JUGA:  Startup 4 Industry, Kemenperin Inisiasi Gerakan Transformasi Digital IKM

Secara keseluruhan, private dan sovereign AI mengubah cara sistem AI dibangun, dikelola, dan diskalakan. Perusahaan yang melakukan perancangan ulang sejak dini akan berada dalam posisi yang lebih baik di lingkungan teregulasi, terdistribusi dan sensitif terhadap data. Sementara itu, perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam arsitektur yang tidak dibangun untuk kontrol, lokalitas, atau batasan aliran data berpotensi kesulitan mewujudkan ambisi AI mereka menjadi nilai yang berkelanjutan. Laporan ini disusun berdasarkan dua studi yang melibatkan hampir 5.000 pengambil keputusan senior di lebih dari belasan industri, lebih dari 30 pasar, dan lima wilayah. Laporan ini merupakan bagian dari rangkaian riset global NTT DATA mengenai strategi yang membedakan para pemimpin AI dari pasar

Tags: Ai report
Previous Post

Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

Next Post

Cetak Talenta Digital Kreatif Masa Depan, BINUS University Gelar SIS Web Design Competition 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Stasiun Bumi Satelit Satria (Foto: Dokumentasi Kemkominfo)

    Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto