ItWorks.id- IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) tahun ini resmi memasuki usia 13 tahun dalam kiprahnya melayani arus logistik dan jasa kepelabuhanan di Indonesia. Ulang tahun ini jadi momentum IPC TPK untuk pacu kinerja dan layanan, di antaranya melalui inovasi pemanfaatan teknologi digital atau digital transformation.
Mengusung tema “13 Years of Excellence: Elevating Operational Standards & Service Quality”, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan continuous improvement melalui standardisasi operasional, digitalisasi, dan peningkatan kualitas layanan di seluruh terminal peti kemas yang dikelolanya. HUT perusahaan yang bergerak di bidang layanan peti kemas dan jasa kepelabuhanan ini diperingati setiap tanggal 10 Juli sejak resmi didirikan pada tahun 2013.
Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana mengatakan, perjalanan 13 tahun perusahaan bukan sekadar penanda usia, melainkan bukti komitmen untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui layanan kepelabuhanan yang semakin efisien dan andal.”Perjalanan 13 tahun bukan sekadar angka, namun merupakan bukti perjalanan dan komitmen untuk membangun IPC TPK sebagai perusahaan terminal peti kemas yang terus tumbuh, beradaptasi, dan memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional. Dinamika lingkungan, perkembangan teknologi, perdagangan global, serta meningkatnya ekspektasi pelanggan menuntut kita untuk terus bertransformasi dan IPC TPK melihat ini sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik,” ujar Guna Mulyana dalam rilis pers, di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui budaya belajar dan inovasi yang berkelanjutan di seluruh lini organisasi. Karena itu, setiap insan IPC TPK didorong untuk terus mengembangkan kompetensi dan menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan layanan logistik yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan.
Dalam aspek operasional, IPC TPK terus memperkuat standar layanan melalui penerapan proses kerja yang lebih efisien, peningkatan keandalan operasional, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi. Digitalisasi layanan kepelabuhanan merupakan proses transformasi layanan dari sistem konvensional menjadi sistem berbasis teknologi digital atau IT system . Tujuannya untuk menciptakan ekosistem layanan yang transparan, efisien, dan cepat, seperti integrasi perizinan dan operasional logistik yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas terminal sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.
Di sisi pelayanan, perusahaan juga terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin cepat, responsif, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Peningkatan service quality menjadi salah satu strategi utama IPC TPK untuk menjaga kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah meningkatnya tuntutan industri logistik.
Implementasi Prinsip ESG
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, IPC TPK juga memastikan transformasi perusahaan berjalan seiring dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perseroan menilai keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan usaha yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan ekosistem logistik nasional.
Keberhasilan IPC TPK mempertahankan kinerja yang solid hingga memasuki tahun ke-13 disebut tidak terlepas dari sinergi seluruh insan perusahaan, pelanggan, mitra usaha, dan para pemangku kepentingan.
Ke depan, IPC TPK akan terus memperkuat transformasi bisnis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi sumber daya, serta pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan terminal peti kemas yang semakin kompetitif dan berkelas dunia. “Terima kasih kami ucapkan atas kontribusi dan kolaborasi seluruh insan IPC TPK, pelanggan, para stakeholder, serta mitra atas apa yang kita capai sampai hari ini,” pungkasnya.














