ItWorks.id- Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks tanpa batas negara (borderless), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus berupaya memperkuat ekosistem keamanan siber nasional. Komitmen ini menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BSSN dengan Duta Besar Swedia beserta delegasi di kantor BSSN.
Komitmen tersebut terungkap saat Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi menerima kunjungan kerja Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan ASEAN, Daniel Blockert di Ruang Paroksharta, Kantor BSSN, Jakarta, (26/5/), lalu. Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Swedia, khususnya dalam bidang keamanan siber dan penguatan ketahanan digital nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BSSN Nugroho menegaskan bahwa transformasi digital membuka peluang besar bagi pembangunan nasional, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius di ruang siber. Karena itu, BSSN terus mendorong penguatan keamanan siber nasional melalui regulasi, tata kelola, peningkatan kapasitas teknis, perlindungan infrastruktur informasi vital, respons insiden siber, hingga penguatan kerja sama internasional.
“Transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan ketahanan siber agar pembangunan nasional berjalan aman dan berkelanjutan,” ujar Nugroho sebagaimana dirilis melalui portal web BSSN, baru-baru ini.
BSSN menilai Swedia dengan berbagai kemajuan bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan keamanan siber nasional. Pengalaman Swedia dalam membangun tata kelola digital, pengembangan teknologi, dan ekosistem industri dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan ruang siber.
Melalui kerangka Sweden–Indonesia Sustainability Partnership (SISP), kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama di bidang keamanan siber, khususnya terkait digitalisasi dan Industry 4.0.
Beberapa fokus kerja sama meliputi pertukaran praktik terbaik strategi keamanan siber nasional, penguatan kapasitas respons insiden siber, perlindungan infrastruktur informasi vital, pengembangan sumber daya manusia dan literasi keamanan siber, hingga pertukaran pandangan terkait regulasi dan tata kelola keamanan siber.
Kehadiran perwakilan Ericsson Indonesia dan Business Sweden dalam audiensi tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah dan industri. BSSN menegaskan bahwa kerja sama teknis yang akan dikembangkan nantinya diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional, terutama dalam penguatan SDM, keamanan jaringan telekomunikasi, perlindungan infrastruktur informasi vital, serta peningkatan ketahanan ruang siber Indonesia.
Kepala BSSN berharap komunikasi dan diskusi yang telah terjalin dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Swedia dalam bidang keamanan siber dan transformasi digital.














