ItWorks.id- PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui peluncuran program IPC TPK ReWear Project, sebuah inisiatif pengelolaan limbah tekstil berbasis upcycling yang mengubah seragam bekas karyawan menjadi berbagai produk bernilai fungsional.
Program bertajuk “Langkah Kecil Dampak Besar” ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di lingkungan Pelindo Group (IPC). Kali ini yang secara khusus berfokus pada pemanfaatan kembali seragam bekas dari para karyawan yang diolah kembali menjadi produk berguna, sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan upaya pengurangan limbah, hingga emisi karbon.
Melalui program tersebut, IPC TPK berhasil mengumpulkan lebih dari 209 kilogram seragam bekas dari berbagai unit kerja. Material tersebut kemudian diolah menjadi produk bernilai seperti shopping bag, pouch, dan laptop pouch. Dengan car aini, sehingga bisa memperpanjang siklus hidup tekstil, sekaligus mengurangi potensi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Langkah ini dinilai relevan dengan tantangan lingkungan global. Industri fesyen sendiri saat ini menyumbang sekitar 8–10 persen emisi karbon dunia dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun. Melalui ReWear Project, IPC TPK menghadirkan solusi konkret yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan di lingkungan perusahaan.
Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen ESG perusahaan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta poin 13 mengenai aksi iklim.
“Melalui IPC TPK ReWear Project, kami ingin menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah tekstil sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa sustainability dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja. Program ini menjadi wujud komitmen IPC TPK dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam aktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Daniel dalam rilis pers (12/06/2026), di Jakarta .
Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga melibatkan partisipasi aktif karyawan dalam pengumpulan seragam bekas, sehingga memperkuat budaya kerja yang peduli terhadap isu keberlanjutan.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan kembali 209 kilogram seragam bekas tersebut diperkirakan mampu menghindari emisi sekitar 5,23 ton CO₂e, setara dengan kemampuan serapan karbon tahunan sekitar satu hektare lahan vegetasi tropis. Program ini juga berpotensi menghemat lebih dari 5,2 juta liter air yang umumnya dibutuhkan dalam proses produksi tekstil baru.
Melalui ReWear Project, IPC TPK berharap dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain, khususnya di sektor kepelabuhanan dan logistik, untuk menghadirkan inovasi keberlanjutan yang berdampak nyata. Inisiatif ini sekaligus menegaskan bahwa strategi bisnis perusahaan tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga pada penciptaan nilai lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.















