ItWorks.id-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, untuk mempromosikan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri Indonesia yang memiliki kemampuan global sesuai tuntutan era industri 4.0. Kesempatan ini sekaligus juga untuk buka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan tenaga kerja industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan Rusia dan negara-negara Eurasia.
Menurut Agus, Indonesia ingin membangun kemitraan industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkenalkan kemampuan sektor manufaktur nasional kepada pasar global. “Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, (12/7) dilansir dalam siaran pers .
Dalam pameran yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta tampil sebagai co-exhibitor untuk memperkenalkan ekosistem pendidikan vokasi industri Indonesia.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, partisipasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengakuan internasional terhadap kualitas SDM industri Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi pengembangan tenaga kerja, mulai dari pembentukan kelas internasional, pertukaran mahasiswa hingga riset bersama.
Kemenperin juga menampilkan berbagai program strategis pengembangan SDM, termasuk Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) yang berperan mempercepat transformasi industri melalui pengembangan kompetensi digital, fasilitasi industri, serta layanan AI dan engineering center.
Sebelumnya, Kemenperin telah menjalin sejumlah kerja sama internasional dalam pengembangan SDM industri, antara lain melalui kolaborasi Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry Jepang, serta Program Luban-Mozi College yang melibatkan Politeknik ATK Yogyakarta dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College dari Tiongkok.
Melalui keikutsertaan di INNOPROM 2026, Kemenperin berharap citra pendidikan vokasi dan pelatihan industri Indonesia semakin dikenal di tingkat global sekaligus mendorong lahirnya kemitraan internasional yang mendukung peningkatan daya saing industri nasional.














