AMD meluncurkan portofolio infrastruktur AI generasi berikutnya dan physical AI di Advancing AI 2026. Dipimpin oleh solusi rack-scale AMD Helios yang kini telah memasuki produksi dan akan diterapkan oleh perusahaan AI terkemuka dalam skala gigawatt.
Seiring AI berkembang dari pelatihan menuju inferensi dan beban kerja agentic, permintaan komputasi meningkat dengan cepat. AMD menghadirkan platform AI terbuka dan full-stack yang memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk menerapkan komputasi yang tepat bagi setiap beban kerja.
“Fase AI berikutnya akan mencakup frontier models, agents, dan physical AI, sehingga menciptakan peluang baru untuk menghadirkan kecerdasan di mana saja,” ujar Dr. Lisa Su, Chair dan CEO AMD.
“Untuk mewujudkan potensi tersebut, seluruh industri perlu bekerja sama. AMD bermitra di seluruh ekosistem untuk menghadirkan komputasi terdepan dan platform terbuka yang memberi pelanggan performa, fleksibilitas, dan pilihan untuk menskalakan AI dari data center hingga edge,” sambungnya.
AMD Helios
Menghadirkan frontier AI membutuhkan arsitektur rak yang terintegrasi penuh, dengan setiap bagian dari stack mendorong batas performa. Solusi rack-scale AMD Helios dirancang untuk kebutuhan ini, dengan silikon yang dioptimalkan bersama, mencakup 72 GPU AMD Instinct™ MI455X berkinerja tinggi dan 18 CPU AMD EPYC™ “Venice” Generasi Keenam yang bertenaga, terhubung melalui jaringan front-end, scale-up, dan scale-out AMD Pensando™, serta dipercepat oleh software terbuka AMD ROCm™. AMD Helios menggabungkan performa komputasi terdepan, kapasitas memori, dan bandwidth jaringan untuk menghadirkan hingga 30% lebih banyak token per dolar dibandingkan solusi kompetitor terdepan.
Laboratorium AI dan penyedia cloud terkemuka memilih AMD Helios karena performa full-stack dan keterbukaannya. Selain itu juga mencakup OpenAI, Anthropic, Meta, Microsoft, Oracle, HUMAIN, Tensorwave, Vultr, Cirrascale, dan lainnya. Sistem akan tersedia dari OEM terkemuka, termasuk Bull, HPE, Lenovo, dan Supermicro, serta mitra infrastruktur Sanmina dan Wiwynn.
Dalam acara Advancing AI, para mitra AMD menjelaskan bagaimana mereka menerapkan infrastruktur AI AMD dalam skala besar untuk pelatihan frontier dan inferensi Anthropic dan AMD menjabarkan lebih lanjut pengumuman kemitraan strategis pada hari Rabu untuk menerapkan GPU AMD Instinct MI455X hingga 2 gigawatt dalam solusi rack-scale AMD Helios. Kedua perusahaan memulai kolaborasi engineering multiyear untuk menggunakan Claude guna mempercepat pengembangan software AMD. Secara khusus, tim akan menggunakan Claude untuk mengoptimalkan beban kerja pada GPU AMD Instinct dan mempercepat pengembangan software ROCm. AMD juga akan mengadopsi Claude secara luas di seluruh tim engineering dan pengembangan produknya.
OpenAI dan AMD bermitra untuk mengoptimalkan seluruh AI stack, dari silikon hingga software. Dengan memanfaatkan framework Triton milik OpenAI bersama software AMD ROCm, kedua perusahaan mengoptimalkan beban kerja kelas GPT pada GPU AMD Instinct MI455X dan rak AMD Helios. OpenAI memperkirakan mulai mengoperasikan Helios pada kuartal keempat 2026, dengan penerapan yang meningkat sepanjang 2027.
Meta dan AMD melakukan co-design untuk penerapan skala gigawatt, dengan mengoptimalkan full AI compute stack AMD bagi beban kerja Meta. Meta kini memvalidasi platform CPU EPYC Generasi Keenam di laboratoriumnya dan telah mulai menguji serta memvalidasi beban kerja pada rak AMD Helios sebagai persiapan untuk penerapan berskala besar.
Cerebras dan AMD berkolaborasi menghadirkan solusi gabungan komputasi AI ultra-low-latency Cerebras dan infrastruktur rack-scale high-throughput AMD Helios untuk membantu meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan keekonomian inferensi bagi layanan inferensi ultra-low-latency.
Hadirkan CPU dan GPU Data Center dengan Performa Tertinggi
Prosesor EPYC Generasi Keenam menghadirkan portofolio CPU server terluas untuk agentic AI,2 yang mencakup beban kerja cloud, enterprise, general-purpose, dan high-performance computing (HPC). Dengan performa per core yang terdepan dan kepadatan thread tertinggi,3 prosesor ini memungkinkan jumlah agent terbanyak per watt, per dolar, dan per rak.4,5,6 Untuk AI host node, CPU EPYC Generasi Keenam menghadirkan kecepatan dan bandwidth memori yang dibutuhkan agar accelerator terus memperoleh pasokan data secara penuh. Untuk server general-purpose, prosesor ini menghadirkan performa dan efisiensi energi terdepan guna menjalankan aplikasi business-critical serta tugas pendukung AI.
Dengan GPU AMD Instinct™ MI400 Series, AMD menghadirkan performa tinggi untuk beban kerja cloud, enterprise, dan HPC. GPU AMD Instinct MI455X menghadirkan throughput token 34 kali lebih tinggi dibandingkan GPU MI355X.7 Untuk beban kerja presisi tinggi, accelerator AMD Instinct™ MI430X merupakan solusi paling canggih untuk HPC dan sovereign AI, dengan performa FP64 berbasis hardware hingga 288 TFLOPS untuk komputasi ilmiah. Accelerator Instinct MI430X mendukung gelombang berikutnya dari superkomputer kelas exascale di Amerika Serikat dan Eropa.
AMD juga meluncurkan GPU Instinct MI350P, yang menghadirkan akselerasi AI secara mulus pada infrastruktur yang ada dengan keekonomian token terdepan. GPU MI350P menghadirkan hingga 4,2 kali lebih banyak token per detik per dolar dibandingkan kompetitor.














