ItWorks.id- Bank Indonesia (BI) melansir Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHK pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month to month/mtm), sementara secara tahunan inflasi tercatat 2,88 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 3,34 persen.
“Terjaganya inflasi merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter serta sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta penguatan program ketahanan pangan nasional,” ungkap Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi BI, dalam rilis pers (03/08/2026), di Jakarta.
Disebutkan, iunflasi inti pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,14 persen (mtm), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,23 persen. Secara tahunan, inflasi inti tetap stabil di level 2,76 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi inti antara lain biaya sekolah dasar, sepeda motor, pelumas mesin, biaya taman kanak-kanak, telepon seluler, dan biaya bimbingan belajar.
Sementara itu, kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 1,68 persen (mtm), berbalik dari inflasi 0,14 persen pada Juni 2026. Penurunan harga bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah akibat meningkatnya pasokan dari daerah sentra menjadi faktor utama penyebab deflasi. Secara tahunan, inflasi kelompok ini turun menjadi 2,52 persen dari sebelumnya 5,58 persen.
Di sisi lain, kelompok administered prices masih mencatat inflasi sebesar 0,25 persen (mtm), meski lebih rendah dibandingkan Juni yang mencapai 1,41 persen. Kenaikan harga bensin nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni 2026 menjadi pendorong utama inflasi kelompok ini.
Bank Indonesia optimistis inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen sepanjang 2026 hingga 2027, didukung oleh koordinasi erat dengan pemerintah dan implementasi berbagai program pengendalian inflasi nasional.














