ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

KIP Dorong Arah Baru Keterbukaan Informasi Berkualitas dan Berdampak pada Masyarakat

Ahmad Churi
26 August 2026 | 12:35
rubrik: E-Gov
KIP Dorong  Arah Baru Keterbukaan Informasi Berkualitas dan Berdampak pada Masyarakat

Ketua Komisi Informasi Pusat, Handoko Agung Saputro, saat menyampaikan sambutan pengarahan.

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI) mengoptimalkan pengawalan aktualisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) melalui Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) Tahun 2026. Mengawali tahapan pelaksanaan Monev KIP Tahun 2026, KIP RI menggelar Kick Off dan Sosialisasi Monev KIP kepada Badan Publik yang diikuti 384 badan publik.

Komisi Informasi Pusat (KIP) RI mulai menggeser fokus Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) dari sekadar menilai kepatuhan badan publik terhadap regulasi, menjadi mengukur sejauh mana keterbukaan informasi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Arah baru tersebut menjadi penekanan dalam Kick Off dan Sosialisasi Monev KIP 2026 yang digelar secara hybrid di Auditorium Abdul Rahman Saleh RRI Jakarta, Rabu (26/8/2026). Sebanyak 384 badan publik mengikuti agenda tersebut yang mencakup tujuh kategori. Di antaranya yakni kementerian, lembaga negara dan lembaga pemerintah nonkementerian, lembaga nonstruktural, pemerintah provinsi, BUMN, perguruan tinggi negeri, serta partai politik.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Handoko Agung Saputro, menegaskan bahwa Monev KIP tidak boleh dimaknai sebagai perlombaan untuk mendapatkan predikat Informatif. Keterbukaan informasi harus ditempatkan sebagai bagian dari pemenuhan hak masyarakat sekaligus instrumen untuk membangun kepercayaan publik terhadap badan publik.“ membangun keterbukaan hanya untuk mendapatkan nilai. Bangunlah keterbukaan karena masyarakat memiliki hak untuk tahu,” tegas Handoko dilansir dalam siaran pers.

Menurutnya, keterbukaan informasi juga merupakan bentuk tanggung jawab badan publik dalam memberikan pelayanan informasi yang baik. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari budaya kerja, bukan hanya menjadi tugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Ukur Dampak, Bukan Sekadar Kepatuhan

Monev KIP selama ini menjadi instrumen untuk melihat komitmen dan kepatuhan badan publik dalam memenuhi kewajiban keterbukaan informasi serta penerapan standar layanan informasi sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Namun, pada Monev 2026, KIP memperkuat tahapan Uji Publik dengan menambahkan aspek penilaian terkait Keterbukaan Informasi Berdampak.

BACA JUGA:  Aplikasi TIJE Terus Dikembangkan, akan ada Fitur Feedback Digital dan Ramah Penyandang Disabilitas

Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola KIP Pusat, Dery Hendryan, mengatakan penguatan tersebut dimaksudkan untuk melihat realitas pelaksanaan keterbukaan informasi di masing-masing badan publik. “Pendalaman dari tim ahli terkait Keterbukaan Informasi Berdampak diharapkan dapat menggambarkan kondisi nyata pelaksanaan Keterbukaan Informasi di masing-masing Badan Publik,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah badan publik telah memenuhi ketentuan administratif. Lebih jauh, KIP ingin melihat apakah informasi yang dibuka benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi, mendukung pengembangan diri, maupun memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.

Pertanyaan yang ingin dijawab, kata Dery, adalah apakah keterbukaan informasi masih sebatas menggugurkan kewajiban regulasi atau sudah menghasilkan dampak nyata bagi pengguna informasi publik. Dorongan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya jumlah badan publik yang memperoleh predikat Informatif.

Pada Monev KIP 2025, sebanyak 137 badan publik mendapatkan kualifikasi Informatif. KIP menilai peningkatan jumlah tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan informasi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan Monev tidak semata-mata diukur dari bertambahnya jumlah badan publik yang meraih predikat Informatif. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keterbukaan telah menjadi budaya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Monev KIP 2026 sendiri telah menjadi salah satu agenda strategis keterbukaan informasi yang tercantum dalam RPJMN 2025-2029. Karena itu, pelaksanaannya diarahkan tidak hanya sebagai evaluasi, tetapi juga untuk memastikan konsistensi badan publik dalam menjalankan kewajiban keterbukaan informasi.

Selain penguatan aspek dampak, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Monev 2026—mulai dari komisioner, sekretariat, panelis KIP RI hingga atasan PPID atau ketua PPID badan publik—akan menandatangani pakta integritas. Pakta tersebut mencakup komitmen terhadap netralitas dan objektivitas, bebas konflik kepentingan, menjaga kerahasiaan data dan informasi, larangan korupsi, kolusi dan nepotisme, serta menjunjung akuntabilitas dan profesionalitas.

BACA JUGA:  DeTIK Nas Dorong Percepatan Broadband Indonesia

Melalui Monev 2026, KIP berharap keterbukaan informasi publik tidak berhenti sebagai kewajiban administratif. Keterbukaan diharapkan mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola badan publik.Hasil Monev selanjutnya akan menjadi bagian dari laporan resmi Keterbukaan Informasi Publik di Indonesia yang disampaikan kepada Presiden, DPR RI, dan masyarakat.

Dengan demikian, predikat Informatif bukan lagi menjadi garis akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap informasi yang dibuka benar-benar dapat digunakan masyarakat dan menghasilkan manfaat nyata. Harapannya hasil Monev KIP nanti akan menjadi bagian dari laporan resmi Keterbukaan Informasi Publik di Indonesia yang akan disampaikan kepada Presiden, DPR RI serta masyarakat sebagai wujud pertanggungjawaban dan upaya memperkuat ekosistem Keterbukaan Informasi Publik secara berkelanjutan.

Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia merupakan lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. KI Pusat bertugas menetapkan standar layanan informasi publik, menyelesaikan sengketa informasi, dan mengevaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi di seluruh Indonesia.

Tags: KIP MOnev
Previous Post

Gelar BATIC 2026, Telin Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

Next Post

Cloudera-NVIDIA Berkolaborasi Tekan Biaya Komputasi Cloud dan Percepat Pipeline Apache Spark

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Layanan Publik Indonesia Raih Penghargaan UNPSA 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dorong Hilirisasi Industri Berkelanjutan, SCG Kembangkan Material Konstruksi Rendah Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KIP Dorong Arah Baru Keterbukaan Informasi Berkualitas dan Berdampak pada Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto