ItWorks.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI terus mempercepat transformasi digital untuk memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkokoh tata kelola perusahaan. Pemanfaatan teknologi informasi hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi kebutuhan industri pelayaran yang semakin dinamis.
Komitmen tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah ItWorks melalui Zoom Meeting, Rabu (4/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Triswahyu Herlina, menjelaskan berbagai inovasi digital yang dikembangkan perusahaan, mulai dari layanan penumpang, pengelolaan operasional kapal, sistem keuangan, hingga pemanfaatan AI.
Bagi PELNI, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru. Lebih dari itu, digitalisasi diarahkan untuk menghubungkan berbagai proses bisnis agar berjalan lebih efektif, transparan, aman, dan berbasis data.
“Transformasi digital kami arahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi perusahaan, baik dalam meningkatkan efisiensi proses bisnis, memperkuat pengendalian dan tata kelola, maupun menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses masyarakat. Karena itu, pengembangan teknologi harus berjalan seiring dengan kebutuhan operasional dan strategi bisnis perusahaan,” ujar Triswahyu Herlina.
PELNI Mobile Jadi Penggerak Layanan Digital
Salah satu hasil transformasi yang paling dekat dengan masyarakat adalah pengembangan aplikasi PELNI Mobile. Aplikasi ini menjadi kanal layanan digital yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pembelian tiket kapal.
Berdasarkan data akumulasi hingga 19 Oktober 2026, PELNI Mobile mencatat total 861.981 instalasi, terdiri atas 570.204 melalui Play Store dan 291.777 melalui App Store. Pertumbuhan pengguna tercatat meningkat 33,3 persen dibandingkan Januari 2026, dengan lonjakan tertinggi mencapai 44.144 pengguna pada Juni 2026.
Dampaknya terlihat pada peningkatan transaksi. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, jumlah penumpang yang berasal dari transaksi lunas melalui PELNI Mobile mencapai 816.781, meningkat 48,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 550.773 penumpang.
Sementara itu, jumlah transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai 1.556.122, tumbuh 45,27 persen dibandingkan Januari-Oktober 2025 yang sebanyak 1.071.173 transaksi.
Kontribusi kanal digital juga semakin dominan. Pada periode 1 September hingga 31 Oktober 2026, kanal digital menyumbang 77,37 persen dari total transaksi, sedangkan kanal konvensional sebesar 22,63 persen. Secara khusus, kontribusi PELNI Mobile terhadap transaksi meningkat dari 37,65 persen pada periode Januari-Agustus menjadi 52,57 persen pada September-Oktober 2026.
AI Percepat Proses Keuangan
Inovasi lainnya terlihat dalam penerapan Artificial Intelligence pada aplikasi E-Billing yang telah diimplementasikan sejak 2024. Aplikasi ini digunakan seluruh divisi kantor pusat dan kantor cabang untuk mendukung proses pengajuan, verifikasi, pembayaran, dan penagihan.
Pemanfaatan AI dikembangkan melalui sejumlah fitur, antara lain ekstraksi dan otomasi data dokumen tagihan menggunakan teknologi Computer Vision. Teknologi ini memungkinkan data dalam dokumen tagihan diekstraksi dan secara otomatis diisikan ke dalam formulir aplikasi.
“Selain itu, PELNI menerapkan Machine Learning untuk memberikan rekomendasi pemilihan Chart of Account (CoA), notifikasi apabila ditemukan kesalahan, serta chatbot sebagai asisten virtual,” kata Triswahyu Herlina.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendigitalisasi persetujuan pembayaran, meningkatkan transparansi proses persetujuan, mempercepat siklus pembayaran, serta memperkuat akurasi dan keamanan data.
Melalui inovasi ini, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi bagian dari pembaruan teknologi, tetapi juga mendukung pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan efisien.
Digitalisasi Menjangkau Operasional Kapal
Transformasi digital PELNI juga menyentuh aktivitas operasional di laut. Perusahaan mengembangkan sistem monitoring kapal melalui Operation Room yang memungkinkan pemantauan berbagai informasi, seperti lokasi kapal, kecepatan, arah pelayaran, kondisi cuaca, gelombang, angin, hingga CCTV dan posisi kapal lain di sekitar.
PELNI juga mengimplementasikan New SISKOMKAP untuk menyediakan konektivitas internet di kapal penumpang. Hingga materi presentasi disusun, sistem tersebut telah dipasang pada 26 kapal penumpang.
Konektivitas ini mendukung integrasi monitoring CCTV kapal dengan kantor pusat. Melalui teknologi kompresi data, ukuran file video dapat diperkecil hingga 94 persen, dari 111 MB menjadi 7 MB dengan kualitas yang setara. Inovasi tersebut membantu meningkatkan pengawasan keamanan penumpang sekaligus mengoptimalkan penggunaan bandwidth.
Pada pengelolaan bahan bakar, PELNI mengembangkan SIMBA atau Sistem Monitoring Bahan Bakar. Sistem ini mendigitalisasi perhitungan sounding, penyimpanan bukti foto dan data secara terpusat, serta pemantauan ROB BBM secara real-time untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan keamanan informasi.
Memperkuat Fondasi dan Keamanan Digital
Di balik berbagai inovasi tersebut, PELNI juga memperkuat fondasi tata kelola teknologi informasi. Perusahaan telah memiliki berbagai kebijakan, termasuk Rencana Strategis Teknologi Informasi, pedoman tata kelola TI, sistem manajemen keamanan informasi, Data Governance, serta Tim Tanggap Insiden Siber.
PELNI juga telah mengantongi sertifikat ISO 27001:2022 dengan ruang lingkup Sistem Tiketing Kapal Penumpang. Sementara itu, hasil self-assessment tingkat kematangan keamanan siber 2026 mencapai skor 4,09 atau meningkat 0,29 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sertifikat tahun 2026 masih dalam proses verifikasi BSSN.
Dalam peta jalan teknologi informasi 2026-2030, PELNI membagi transformasi ke dalam tiga tahapan. Periode 2026-2027 difokuskan pada pembangunan fondasi digital dan implementasi sistem inti. Pada 2028-2029, perusahaan mempercepat pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem internal. Selanjutnya, mulai 2030, fokus diarahkan pada keberlanjutan dan ketahanan bisnis.
“Melalui strategi tersebut, PELNI berupaya memastikan bahwa investasi teknologi memberikan dampak langsung terhadap produktivitas, kualitas layanan, dan efektivitas pengelolaan perusahaan,” jelas Triswahyu Herlina.
Transformasi digital yang dijalankan PELNI menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung perusahaan pelayaran nasional menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks. Dengan mengintegrasikan layanan pelanggan, sistem keuangan, pengawasan kapal, dan keamanan informasi, PELNI terus membangun fondasi digital untuk mendukung konektivitas maritim Indonesia secara lebih andal dan berkelanjutan.














