Jakarta, Itech – Smart City Nusantara merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan dan pengelolaan sebuah kota atau daerah dengan tujuan meningkatkan kemampuan kerja dan kinerja pemerintah.
PT. Telkom fokus mendukung pemerintah daerah di Indonesia dengan menjalankan sistem pemerintahan yang Bersih, Transparan dan Profesional (BTP) dan Good Corporate Governance (GCG) melalui implementasi Solusi Sistem informasi yang tepat dan mengakomodasi potensi bangsa yang sangat besar melalui program Telkom Smart City Nusantara.
Wahyudi (SM Smart City Development PT Telkom) mengatakan pemerintah daerah menemukan tiga permasalahan smart city di daerah yaitu pemerintah daerah sulit memahami Smart City, tidak tahu cara menggunakan solusi Smart City dan tidak tahu manfaat penggunaan smart city.
“Banyak pemerintah daerah yang tidak mengetahui manfaat smart city. Pasang kamera CCTV sudah smart city. Padahal solusi smart city lebih luas lagi,” ujarnya.
Karena itu, PT Telkom terus mengarahkan dan membimbing pemerintah daerah dalam pengadopsian smart city. PT Telkom membangun infrastruktur Internet seperti pembangunan WiFi Station. Kedua, PT Telkom juga membuat solusi berdasarkan ekosistem industri, pemerintah dan analisa big data.
“Kami ingin menekankan pemerintah daerah mengetahui gambaran smart city seperti apa dan permasalah yang terjadi di daerah serta pengelolaan bujet anggarannya,” pungkasnya.
Living Lab Smart City Nusantara
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkomitmen menghadirkan solusi smart city di Indonesia melalui program smart city Nusantara, salah satunya dengan membangun Living Lab Smart City Nusantara di kantor Telkom Gunung Sahari Jakarta Pusat pada Mei 2016.
Living Lab Smart City Nusantara menampilkan beragam simulasi, miniatur dari ruang smart city seperti Smart Energy, Smart Government, Smart Industry, Smart Citizen, dan Smart Infrastructure yang terdiri dari ruang Command Center dan Data Center.
Smart Energy merupakan solusi smart city PT Telkom yang memungkinkan pemerintah daerah menghemat penggunaan daya lampu listrik berbasis LED untuk penerangan umum. Lampu LED mampu menghemat daya listrik hingga 50 persen sekaligus menekan pengeluaran pemerintah daerah untuk membayar listrik. Hebatnya, pemerintah daerah atau kota juga bisa mengendalikan atau menyalakan lampu melalui smartphone yang berbasis iOS dan Android.
“Lifetime lampu penerangan ini bisa sampai 3-4 tahun,” kata Wahyudi (SM Smart City Development PT Telkom).
Smart Government adalah solusi smart city PT Telkom yang terdiri dari e-kelurahan, e-puskesmas, e-office dan siap online. Layanan e-kelurahan memungkinkan pengurusan perizinan secara digital, e-puskesmas mengintegrasikan puskesmas dengan BPJS dan dinas kesehatan sehingga pasien cepat tertangani, e-office memungkan proses surat menyurat berbasis digital termasuk tanda-tangan yang selama ini manual dan siap online memungkinkan orang tua mengawasi proses belajar mengajar anak di sekolah. Solusi smart government juga memiliki solusi smart city absensi online yang berbasis web base dan memungkinkan proses absensi secara digital.
Smart Industry adalah solusi smart city PT Telkom untuk industri, salah satunya melaporkan setiap transaksi pajak ke Dispenda secara real-time. Smart Citizen merupakan solusi smart city PT Telkom untuk warga dan turis seperti e-pelaporan. Warga bisa melaporkan segala kejadian di masyarakat seperti kebakaran dan kecelakaan lalu lintas di e-pelaporan.














