Jakarta, Itech – Persaingan pasar smartphone di Tiongkok sangat sengit walaupun menawarkan keuntungan yang besar. Namanya persaingan, tentunya ada yang menang dan kalah. Kali ini, LG Mobile memutuskan untuk mundur dan hengkang dari pasar smartphone Tiongkok.
Keputusan itu terungkap dari laporan keuangan tahun fiskal 2017 pada Januari 2018. LG Mobile sukses menekan angka kerugian dari KRW375,3 miliar atau sekitar Rp4,7triliun menjadi KRW213,2 miliar Rp2,7 triliun dan LG Mobile belum menuai keuntungan sama sekali.
Mobile LG terakhir kali mendapatkan keuntungan pada kuartal pertama 2015. Pada kuartal pertama 2017, LG Mobile mendapatkan laba sebesar USD3,2 juta atau sekitar Rp42,6 miliar.
Pada akhir tahun finansial ini, total penjualan divisi mobile LG mencapai USD10,52 miliar atau sekitar Rp140 triliun, turun dari total penjualan pada tahun sebelumnya, yang mencapai USD11,71 miliar atau sekitar Rp155,9 triliun.
Penyebabnya, LG Mobile tak kuasa melawan brand ternama Apple dan Samsung yang nyaman di posisi high-end serta gempuran vendor smartphone lokal seperti Oppo, Vivo, Huawei, Xiaomi, OnePlus dan Meizu yang menawarkan harga cukup terjangkau.
Strategi itu perusahaan-perusahaan asal Tiongkok itu cukup sukses memenangkan hati konsumen di pasar Asia. Apalagi Xiaomi yang membanderol smartphonenya cukup murah dengan laba yang kecil seperti dikutip Tech Crunch.
Keputusan itu juga merupakan tamparan keras terhadap divisi pemasaran LG Mobile yang tidak bisa bersaing dengan kompetitor walaupun secara spesifikasi smartphone LG Mobile tidak kalah bersaing.
Seorang perwakilan dari kantor LG Mobile di Beijing pun membenarkan isu tersebut. Dalam 11 kuartal terakhir, vendor asal Korea Selatan ini terus menuai kerugian. LG Mobile hanya menjual 160 ribu unit smartphone di Tiongkok pada 2016, jauh dari estimasi pengapalan 480 juta seperti dikutip GSM Arena.
Tanda-tanda LG menyerah sudah lama karena smartphone LG terakhir dirilis adalah LG G5 SE pada 2016. Bahkan, LG Mobile tidak meluncurkan smartphone flagship sama sekali seperti LG G6 dan LGV30 di Tiongkok.
Beda nasib dengan divisi-divisi LG lainnya yang sangat sukses di pasar. LG berhasil mendapatkan keuntungan sebesar KRW2,47 triliun atau sekitar Rp30,8 triliun yang merupakan laba terbesar yang pernah mereka dapatkan sejak 2009.
LG Electronics bisa mencapai keuntungan tersebut berkat kontribusi divisi perabot rumah tangga dan divisi TV. Selain itu, pendapatan operasional divisi home entertainment LG juga meroket, naik 134 persen, mencapai KRW383,5 miliar atau sekitar Rp4,8 triliun.














