Jakarta, Itech – Akhirnya, Twitter menuai keuntungan dengan mencatatkan penghasilan USD91 juta atau sekitar Rp1,2 Triliun pada kuartal pertama 2018. Selain kenaikan pendapatan, Twitter juga mengalami kenaikan harga saham hingga 16 persen.
Jumlah pengguna Twitter meningkat 4 persen atau sebanyak 330 juta penggun pada tahun lalu.
Jack Dorsey (CEO Twitter) mengatakan ia sangat bangga dengan seluruh orang yang terlibat dalam perusahaannya tersebut. “Kami berhasil mencapai target kami dengan fokus dan disiplin. Terima kasih tim,” katanya seperti dikutip Reuters.
Ada dua kunci kesuksesan Twitter yaitu terobosan bisnis dan memangkas pengeluaran untuk mendapatkan keuntungan lebih. Twitter memotong biaya meliputi kompensasi berbasis saham sebagai bagian dari gaji karyawan, riset dan pengembangan, dan penjualan pemasaran. Twitter berhasil menghemat 26 persen.
Pada kuartal IV 2016, Twitter harus mengeluarkan uang senilai USD138 juta atau sekitar Rp1,8 triliun untuk kompensasi berbasis saham. Pada kuartal IV 2017, Twitter hanya menghabiskan USD102 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
“Kami tidak menargetkan profit tinggi untuk Twitter tahun depan. Investasi kami bertujuan untuk mencapai pertumbuhan tahun ini,” ujarnya.
Twitter pun menghabiskan uang hingga USD202 juta atau sekitar Rp2,7 triliun pada kuartal IV 2016 untuk riset dan pengembangan. Pada Kuartal IV 2017, Twitter menghabiskan dana USD 134 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun, lebih hemat hingga 35 persen.
Twitter menghabiskan biaya hingga USD163,5 juta atau sekitar Rp2,2 triliun untuk biaya dan pemasaran. Tahun sebelumnya, Twitter menghabiskan dana hingga USD223 juta atau sekitar Rp3 triliun, turun hingga 30 persen.














