Jakarta, Itech – Banyak para penumpang Grab yang khawatir tarif Grab akan melonjak seiring pembelian Uber di Asia Tenggara. Apalagi, mitra Uber akan bergabung ke Grab di wilayah masing-masing.
Untungnya, Grab langsung menenangkan para pelanggannya tidak ada kenaikan tarif.
“Tidak. Untuk layanan dengan tarif tetap,seperti GrabCar dan GrabBike, tarif akan tetap dihitung berdasarkan jarak, dengan biaya surcharge tetap berlaku berdasarkan permintaan perjalanan dan ketersediaan armada pada waktu tertentu, kondisi macet dan estimasi waktu perjalanan sampai tujuan,” tulis Grab di situsnya.
“Ini adalah perhitungan yang adil bagi mitra pengemudi karena mereka melewati beragam kondisi jalan seharian. Ini berarti tarif akan lebih rendah saat permintaan perjalanan rendah. Sebaliknya yang akan membantu memasangkan mitra dan penumpang secara efisien sepanjang hari,” pungkasnya.
“Penumpang yang memilih opsi taxi akan membayar sesuai argo yang dipasang oleh perusahaan taksi. Tarif untuk layanan lainnya seperti GrabHitch akan tetap mengikuti nominal tarif biasanya,” pungkas Grab.
Tentunya, tarif Uber akan mengikuti tarif Grab.
Umur Aplikasi Uber
Aplikasi Uber pun dipastikan akan hilang dalam waktu dekat, khusus di kawasan tersebut. Grab akan melakukan migrasi mitra pengemudi, merchant, hingga pelanggan dari layanan berbagi tumpangan dan pemesanan makanan milik Uber ke dalam platform milik mereka.
Aplikasi Uber hanya dapat digunakan dalam waktu kurang lebih dua minggu ke depan tepatnya hingga 8 April mendatang. Kebijakan ini berlaku di seluruh daerah operasi Uber di Asia Tenggara.
Hal itu dilakukan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber dalam memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran sebagai mitra Grab. Selain itu, proses integrasi para mitra ke dalam aplikasi Grab pun turut menjadi pertimbangan.
“Aplikasi Uber masih dapat digunakan di Asia Tenggara selama dua minggu ke depan hingga tanggal 8 April 2018 sambil menantikan pengemudi Uber terintegrasi dalam aplikasi Grab. Penumpang Uber dapat segera mengunduh dan menggunakan aplikasi Grab untuk memesan perjalanan di Asia Tenggara,” begitu pernyataan Grab.
Pihak Grab juga mengatakan bahwa akun pengguna Uber akan tetap aktif dan masih dapat melakukan perjalanan sampai waktu yang sudah ditentukan. Nantinya, seluruh data pengguna Uber, kecuali informasi pembayaran, akan ditransfer ke Grab.














