Jakarta, Itech – Apple sangat sensitif dan menjaga soal kerahasiaan data perusahaan. Polisi AS memenjarakan 12 karyawan Apple karena terbukti membocorkan informasi perusahaan terkait pengembangan software.
Apple dan kepolisian menangkap 29 orang yang membocorkan informasi ke publik selama 2017 dan 12 di antaranya akhirnya dilaporkan dan ditangkap polisi. Ke-29 orang itu terdiri dari karyawan, kontraktor, dan partner penyedia komponen.
“Pembocor informasi harus dipecat dan mereka akan sulit mencari pekerjaan di tempat lain. Mereka juga harus menghadapi hukuman penjara dan denda yang besar soal intrusi jaringan serta pencurian kode rahasia perusahaan,” tulis Apple dalam memo tersebut seperti dikutip The Verge.
Pada awal 2018 ini, Apple memergoki seorang karyawan yang membocorkan informasi terkait rapat internal dan membuat sejumlah fitur software di iOS akan mengalami keterlambatan.
“Tindakan tegas ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk melacak dan membatasi informasi apa saja yang dibagikan karyawan ke publik. Kebocoran informasi sangat memengaruhi pendapatan perusahaan,” lanjutnya.
Pada 2017, Apple memecat karyawannya yang membocorkan informasi rahasia soal iPhone X, iPad Pro, dan AirPods.
Kesalahan Putri Karyawan
Apple juga telah memecat salah seorang insinyurnya karena anak perempuannya mengunggah video tentang iPhone X di YouTube.
Ternyata, video itu diunggah oleh seorang perempuan bernama Brooke Amelia Peterson dan Apple telah meminta Peterson untuk menghapus video tersebut tetapi unggahan video iPhone X sudah tersebar luas.
Alasan yang membuat iPhone sangat marah adalah Peterson mengunggah iPhone X yang memiliki kode QR. iPhone yang memiliki kode QR merupakan kode nama untuk proyek Apple di masa mendatang.
Alasan kedua, para pengguna Apple di seluruh di dunia masih menunggu dan menanti iPhone X di tangannya tetapi Peterson sudah mendapatkan iPhone X lebih awal dari lainnya bahkan sebelum pre-order dibuka.
Memang para insinyur Apple mendapatkan kesempatan menjajal iPhone X lebih awal tetapi kesempatan itu digunakan oleh Peterson untuk pamer di YouTube.
Dalam videonya, Peterson membuat video itu di kafetaria Apple dan saat itu ia tidak memiliki pengikut di YouTube.
Peterson tidak mengetahui bahwa videonya akan melanggar peraturan Apple dan ia pun memahami sang ayah harus bertanggung jawab penuh atas unggahan tersebut.
“Pada akhirnya, ketika Anda bekerja untuk Apple tidak masalah seberapa baik Anda. Jika Anda melanggar peraturan, mereka tidak memiliki toleransi” kata Brooke seperti dikutip Phone Arena.














