Mendukung pengembangan generasi muda Indonesia, Indosat bersama induk perusahaannya Ooredoo, mengirimkan delegasi muda Indonesia dalam forum Global Youth Summit BNYD 2015 di Costa Rica pada September 2013.
Delegasi muda yang beruntung dikirim ke ajang internasional adalah technopreneur muda sekaligus pemenang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC), Andry Soeprapto dan pengajar muda inspiratif dari program Indonesia Mengajar, Hety Apriliastuti Nurcahyarini.
The Global Youth Summit adalah event berskala internasional yang diselenggarakan oleh International Telecommunications Union (ITU), sebuah lembaga dibawah PBB yang membidangi sektor telekomunikasi global.
Summit yang diikuti lebih dari 300 generasi muda seluruh dunia, memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada para generasi muda untuk berkontribusi menciptakan solusi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
“Menghadiri Global Youth Summit BYND 2015 merupakan pengalaman yang luar biasa. Kami berkumpul bersama delegasi dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman dan menuangkan ide untuk pemanfaatan teknologi di Negara kami masing-masing, baik bersama para nara sumber maupun dengan para delegasi,” papar Hety dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (30/9).
Hety mengaku belajar banyak dari para delegasi dari berbagai negara. Ini menunjukkan anak muda harus bisa independen. Kebanyakan yang terjadi sekarang, anak muda adalah followers dan groupies. “Padahal yang diharapkan sekarang adalah anak muda yang berani sebagai trend setter dan pelopor perubahan,” terang Hety yang menceritakan pengalamannya selama mengikuti ajang tersebut.
Hety adalah Pengajar Muda dalam Program Indonesia Mengajar. Sebuah program yang merekrut, melatih, dan mengirim anak muda terbaik terbaik bangsa ke daerah terpencil di berbagai wilayah di Indonesia sebagai guru sekolah dasar.
Hety juga bekerja sebagai kontributor di Komik Sains Kuark dan fasilitator dalam Olimpiade Sains Competition 2013. Indosat menjadi mitra dalam program Indonesia Mengajar. Partisipasi ini merupakan bagian dari program CSR Indosat yang berfokus pada pendidikan di bawah payung Indonesia Belajar.
Andry menambahkan banyak pengalaman yang didapat, juga berbagi ide bersama rekan-rekan lain dari seluruh dunia, dipandu oleh pakar-pakar internasional di bidang IT.
“Saya sendiri mendapat kesempatan bergabung bersama para delegasi lainnya di sesi Hakathon, yaitu sesi para pengembang aplikasi yang bekerjasama secara tim untuk merancang dan membangun aplikasi inovatif yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat secara luas”, tambah Andry.
Andry sendiri adalah technopreneur dalam industri mobile aplikasi di Indonesia. Ia memenangkan Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) dua kali pada tahun 2009 dan 2010 untuk kategori Android. Andry juga sudah mendirikan sebuah perusahaan startup bernama I-MOOV. Perusahaannya juga menciptakan content dan aplikasi social network.
IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) merupakan sebuah ajang kompetisi inovasi digital bagi generasi muda Indonesia, sebagai bagian dari Program Inovasi Indosat, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pengembangan aplikasi selular oleh generasi muda bangsa serta berkesempatan mengembangkan bisnis sendiri.
Tahun ini sebagai tahun ke-7 penyelenggaraan, IWIC mengusung tema “Digital Innovation and Enterpreneurship for Stronger Indonesia”. Saat ini masih dalam periode pengumpulan karya inovasi, direncanakan proses penjurian dan pengumuman IWIC ke-7 tahun ini pada bulan Nopember yang akan datang.
“Indosat sebagai bagian dari Ooredoo sangat gembira dapat mengirimkan kedua delegasi ini ke ajang bergengsi The Global Youth Summit,” papar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.
Di forum tersebut, lanjut dia, kedua anak muda ini dapat menunjukkan eksistensi mereka sebagai generasi muda Indonesia yang turut berperan aktif dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan dan kesempatan kerja serta kewirausahaan bagi generasi muda.
Ajang Summit tersebut dihadiri oleh 500 delegasi muda dari seluruh dunia, bersama dengan sejumlah mantan para peserta Summit sebelumnya. Di bawah tema “BYND 2015”, Global Youth Summit 2013 menghadirkan platform bagi generasi muda untuk dimasukkan dalam keputusan abad ke-21 yang paling penting. (endy)














