Nama Edwin Lim sudah tidak asing lagi di kalangan pemain industri teknologi informasi (TI) di Tanah Air. Selama kurang lebih 27 tahun Edwin sudah malang-melintang di industri ini dengan menempati berbagai posisi di sejumlah perusahaan multinasional, baik yang bergerak sebagai OEM atau distributor.
Di sela-sela kesibukannya memimpin tim Fortinet Indonesia, Edwin meluangkan waktu untuk melakukan wawancara khusus dengan Redaksi Majalah itech di kantornya, (24/7). Berikut petikannya:
Apa yang membuat Anda memilih berkarier di industri teknologi-informasi (TI)?
Sejak di bangku SMA saya sudah hobi mengutak-atik komputer dan saya selalu yakin bahwa teknologi akan menjadi kunci di masa depan, baik di bidang layanan publik, maupun bisnis. Saya sangat yakin bahwa peran TI sangat luar biasa bagi kehidupan manusia, apapun itu. Lihat saja sekarang, manusia sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari teknologi. Ini bukan hanya menjadi sebuah industri yang memiliki masa depan panjang, tetapi menjadi bagian dari hidup kita. Itulah mengapa saya memilih berkarir di industri ini.
Dapat diceritakan perjalanan karier Anda?
Saya sudah menggeluti karir di bisang TI selama kurang lebih 27 tahun. Saya menyelami dunia ini dari bawah, awalnya saya menjadi tenaga magang di IBM Indonesia pada tahun 1991 hingga kemudian diangkat menjadi karyawan mereka. Pada tahun 1998 saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan teknologi di Singapura selama lebih dari 7 tahun. Saya kembali lagi ke tanah air ketika diberikan kesempatan untuk menjadi Country Manager Hitachi Data Systems Indonesia selama 3 tahun dan dilanjutkan sebagai Country Manager VMware Indonesia.
Setelah cukup lama berkecimpung sebagai Country Manager di 2 perusahaan TI, saya dipercaya untuk menjabat sebagai Regional Director Kawasan ASEAN Avnet Technology Solutions dan kembali menetap di Singapura. Pengalaman memang menjadi guru yang paling berharga karena saya dapat memahami dengan lebih baik dinamika industri di Asia Tenggara beserta operasional di negara yang berbeda-beda saat menjabat sebagai Regional Director. Tahun 2016 kemudian saya diboyong dan kembali ke Indonesia untuk menjabat sebagai Country Director Fortinet Indonesia.
Industri TI adalah industri dengan perubahan yang demikian cepat, kita sebagai pemain di dalamnya harus selalu mengikuti perkembangannya dan giat memahami teknologi dan pasar, serta selalu siap beberapa langkah lebih maju untuk selalu menjadi pelopor dan pemimpin di dalam pasar.
Mengapa Anda tertarik bergabung dengan Fortinet?
Saya tertarik bergabung dengan Fortinet karena Fortinet adalah pelopor dan pemimpin dunia di bidang keamanan siber. Saya ingin bergabung dengan sebuah perusahaan yang juga dapat membuat saya bertumbuh lebih maju lagi dan memberikan ruang bagi saya untuk berkarya, sehingga tercipta hubungan mutualisme yang baik.
Dunia TI memang sudah berkembang dengan pesat di Indonesia, namun keamanan kadang masih belum mendapatkan investasi yang memadai. Keamanan seringkali dilihat sebagai beban, bukan sebagai investasi. Ini merupakan tantangan bagi saya dan saya selalu termotivasi dengan tantangan.
Menciptakan mindset keamanan di dunia TI tidaklah mudah. Pertama, bahwa pencegahan lebih baik daripada penanganan. Rasanya kita semua paham mengenai hal tersebut, tetapi memahami belum tentu melakukan. Kedua, bahwa pun sudah diamankan, tidak ada satu solusi TI yang bisa menjamin keamanan 100%. Keamanan TI bergantung sekali pada 3P, yaitu Product, Process dan People. Jadi tantangannya bukan hanya sekedar mengubah mindset, tetapi juga cara berpikir strategis yang disertai dengan proses fasilitasi implementasi keamanan TI yang baik.
Apa yang menjadi prinsip Anda dalam berkarier?
Kerja sama tim. Saya percaya bahwa tujuan dan kesuksesan bisa diraih dengan lebih mudah jika kita bisa bekerja sama tim dengan baik. Setiap orang atau anggota dalam tim memiliki kelebihan tersendiri, jika kita bisa mengumpulkan dan mengatur kelebihan-kelebihan tersebut dan menjadikannya satu tim yang solid, maka bisa dibilang tujuan sudah dekat di depan mata. Hanya saja, membuat tim yang solid merupakan tantangan tersendiri dalam perusahaan.
Salah satu cara saya agar bisa membentuk tim yang solid adalah selalu berusaha percaya dan memberikan tanggung jawab penuh kepada tim. Saya juga selalu menyampaikan jika tiap anggota harus menghargai satu sama lain dan bersikap profesional atau tidak terlalu terbawa perasaan.
Selain itu, adalah perihal menjaga kepercayaan. Saya tidak ingin menjadi orang yang hanya bisa berjanji, tapi tanpa bukti. Saya selalu menjunjung tinggi komitmen dan relasi terhadap pelanggan, menghilang setelah melakukan bisnis bukanlah cara saya. Saya akan terus menjaga hubungan baik perusahaan dengan setiap klien meski kami sudah tidak bekerja sama. Hubungan baik tentunya dapat dijaga dengan membina komunikasi dua arah.
Apa cita-cita Anda yang ingin dicapai?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, di samping itu juga menjadi negara keempat yang memiliki populasi terbesar di dunia. Sebagai negara besar dengan populasi yang cukup banyak, aspek penunjang kehidupan sehari-hari masyarakatnya atau yang lebih familiar disebut dengan layanan publik sangatlah dibutuhkan.
Saya sering membayangkan jika Indonesia bisa secara luas dan maksimal dalam hal mengadopsi TI ke dalam setiap layanan publiknya. Bayangkan jika seluruh layanan publik tersebut sudah berbasis digital, terintegrasi dan senantiasa up-to-date terhadap teknologi-teknologi terbaru. Pasti layanan yang akan didapatkan oleh masyarakat semakin maksimal.
Apalagi yang kita tahu, masyarakat di mana pun sudah susah sekali lepas dari TI, contohnya dari internet, komputer, smartphone, hampir semua orang memilikinya. Bahkan kini, teknologi juga telah menjadi hal penting dalam kegiatan bisnis demi kemajuan bisnis tersebut. Tidak ada perusahaan yang berkembang tanpa menggunakan TI, begitu pula dengan sebuah negara.
Bagaimana Anda mengisi waktu luang?
Meski selalu bergelut dengan dunia TI, saya tentu memiliki kesukaan lain terutama dalam mengisi waktu luang. Hobi saya adalah bermain basket juga menonton film bersama istri dan ketiga anak saya. Saya juga senang sekali melakukan perjalanan kuliner bersama keluarga ataupun teman-teman saya.
Tidak hanya untuk mengisi waktu luang, namun saya juga cukup aktif di komunitas TI dan berupaya untuk terus mengikuti perkembangan informasi dan berbagi informasi dengan komunitas lain.















