Perkembangan jaringan nirkabel wide fidelity atau wifi di area publik (hotspot) di satu sisi sangat memudahkan masyarakat untuk berinteraksi secara elektronik.
Apalagi saat ini, berbagai kegiatan masyarakat yang telah terintegrasi ke dalam internet seperti kegiatan surat-menyurat hingga transaksi keuangan.
Namun, di sisi lain, kemudahan itu ternyata memiliki risiko tinggi terhadap kejahatan siber. Sayangnya, hingga kini lebih dari sepertiga pengguna hotspot tidak waspada ketika menggunakan jaringan wi-fi publik.
Hal itu terungkap dalam survei Kaspersky Consumer Security Risks yang dilakukan Kaspersky Lab bersama B2B International pada periode Juni-September 2013 lalu.
Berdasarkan survei tersebut, 34% pengguna tidak melakukan tindakan khusus untuk melindungi aktivitas mereka saat berselancar di area hotspot. Di sisi lain, 14% pengguna tanpa ragu berbelanja atau bertransaksi perbankan daring di jaringan apa pun yang mereka dapatkan.
“Hanya 13% pengguna yang meluangkan waktu untuk mengecek standar enkripsi di hotspot yang mereka gunakan,” ujar Corporate Communications Manager Kaspersky Lab Southeast Asia Jesmond Chang dalam rilisnya, Selasa (22/10)
Chang menjelaskan banyak hotspot yang tidak memberikan perlindungan andal bagi pengguna. Padahal, akses poin apa pun bisa menjadi jendela penghubung ke internet bagi perangkat yang tersambung.
“Tanpa adanya enkripsi komunikasi antara pengguna dan akses poin, sangatlah mudah bagi penjahat siber untuk mengintersepsi atau menangkap data apa pun yang Anda masukkan,” lanjutnya.
Chang mengingatkan pula bahwa data apa pun bisa digunakan untuk meraup keuntungan. Apalagi data login dan password akun-akun e-mail, e-banking, e-payment, dan jejaring sosial.
Untuk itu, dia menganjurkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan menggunakan hotspot. Apalagi jika masyarakat hendak memakainya untuk bertransaksi keuangan secara daring. Pasalnya, di fasilitas publik tersebut, berbagai praktik kejahatan siber kerap terjadi.
Selain itu, pengguna wi-fi publik juga perlu melengkapi diri dengan peranti pelindung, apalagi untuk berbagai transaksi finansial yang dilakukan melibatkan jaringan internet. (endy)














