Pemerintah Jepang berencana mengembangkan teknologi baru, yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari limbah radioaktif tinggi dari PLTN.
Limbah tersebut dipercaya memiliki dampak terhadap lingkungan, yang dapat bertahan selama puluhan ribu tahun. Rencana pemerintah saat ini, melibatkan penguburan limbah dalam-dalam di tanah. Namun, para pejabat belum dapat menemukan lokasi karena alasan keselamatan, demikian laporan yang dikutip NHK, Kamis (24/10/2013)
Kementerian ilmu pengetahuan Jepang tengah mengadakan rapat bagi sejumlah pakar. Para pejabat kementerian mengatakan kepada para pakar mereka akan mulai mengembangkan teknologi, yang dapat mengurangi waktu bahaya limbah menjadi ratusan tahun. Para pakar sepakat dengan rencana tersebut.
Rencana tersebut melibatkan penyulingan zat-zat radioaktif, yang bertahan lama dari bahan bakar nuklir bekas pakai. Para pejabat mengatakan, dengan menggunakan neutron yang dibuat dalam pemercepat partikel, zat-zat itu dapat diubah menjadi bahan berdaya tahan lebih singkat.
Hiroyuki Oigawa dari Badan Energi Atom Jepang mengatakan, jika Jepang memperoleh dukungan internasional, rencana itu dapat digunakan secara praktis dalam sekitar 20 hingga 30 tahun mendatang. (endy).














