ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Liqnet perkenalkan bursa penukaran uang virtual

Teguh Imam Suyudi
17 January 2019 | 16:00
rubrik: Digital
Liqnet perkenalkan bursa penukaran uang virtual
Share on FacebookShare on Twitter

Liqnet, bursa penukaran mata uang virtual dengan teknologi agregasi likuiditas yang berbasis di Singapura, memperluas bisnisnya ke Indonesia. Ekspansi ini dilakukan untuk memberikan masyarakat Indonesia pilihan dalam melakukan penukaran mata uang virtual, melalui teknologi dan mekanisme termutakhir dari Liqnet.

Saat ini, sudah banyak bursa penukaran mata uang virtual. Liqnet hadir menawarkan alternatif bursa yang menggunakan mekanisme LEN (Liquidity Exchange Network) atau jaringan penukaran likuiditas. Roman Shirokov, Pendiri dan CEO Liqnet, menjelaskan mekanisme LEN ini mengumpulkan likuiditas dari berbagai platform penukaran mata uang virtual menjadi satu antarmuka, sehingga memungkinkan pengguna melakukan transaksi pada harga terbaik dan spread minimum.

“Kami meyakini bahwa hal ini menjadikan Liqnet berbeda dari bursa penukaran lain yang telah ada,” kata Roman Shirokov dalam keterangannya kepada media, Rabu (16/1/2019).

Blockchain Transparency Institute (BTI) mencatat lebih dari 80% volume transaksi yang terdapat di bursa penukaran mata uang virtual adalah volume palsu. Selain menyebabkan kekhawatiran mengenai transparansi dan praktik bisnis bursa-bursa penukaran yang ada saat ini, hal ini menggarisbawahi masalah mendasar yaitu rendahnya likuiditas di kala tren pasar mengalami penurunan (bear market).

Di pasar mata uang virtual yang seringkali mengalami pergerakan pasar secara tiba-tiba, likuiditas rendah menyebabkan trader tidak dapat membeli atau menjual mata uang virtual dalam jumlah besar dan kehilangan kesempatan memperoleh profit atau bahkan kehilangan uang. Seorang trader yang ingin menjual mata uang virtual dalam jumlah besar akan menghadapi masalah jika melakukannya tanpa menjatuhkan harga.

Teknologi pengumpulan likuiditas Liqnet dapat menjadi solusi masalah yang telah mengganggu pasar selama beberapa waktu ini. Roman mengungkapkan bahwa tidak tepat menyebut Liqnet sebagai sebuah bursa, yang tepat adalah sebagai pengumpul bursa.

BACA JUGA:  Ditegur Pemda DKI, Go-Jek Perbanyak Shelter Mitra Driver di Jakarta

“Hal ini karena Liqnet menggunakan  Application Program Interface (API) publik milik bursa mata uang virtual lain untuk menggabungkan berbagai tawaran pembelian dan penjualan dalam satu platform,” jelasnya.

Menurut Roman, Liqnet memungkinkan pengguna memperoleh manfaat penukaran pada beberapa bursa, menghilangkan masalah yang dialami trader seperti slippage (perbedaan antara harga ekspektasi penukaran dengan harga sebenarnya).

“Liqnet tidak berusaha mengganti bursa-bursa penukaran yang sudah ada, namun memperbaiki dan memudahkan pengalaman pengguna dalam bertransaksi, melalui terminal penukaran kami serta memberikan lebih banyak pilihan untuk pengguna, disertai harga yang lebih baik,” ujar Roman.

Roman melanjutkan, Liqnet menawarkan instrumen penukaran yang tidak terdapat di bursa penukaran lain, seperti pengambilan keuntungan, trailing stop, pesanan Iceberg (pesanan besar tunggal yang dibagi menjadi pesanan-pesanan yang lebih kecil), pesanan IFD, OCO, IFDOCO dan lain-lain.

Adapun salah satu isu yang hangat dibicarakan mengenai mata uang virtual adalah masalah keamanan. Tahun 2018 sendiri merupakan tahun terburuk bagi bursa penukaran terkait keamanan transaksi dan pencurian uang virtual. Oleh karena itu, Liqnet dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan platformnya. Roman menjelaskan, lebih jauh bahwa untuk bagian server, Liqnet menggunakan sistem cloud privat yang terdistribusi berbasis lokasi, sementara bagian klien terdiri dari sebuah terminal web.

Kedua bagian ini hanya bisa bekerja sama dengan pengguna berpengalaman dan terpercaya. Selain itu, tiap versi bursa telah melalui audit keamanan independen. Ada dua bagian otentikasi, identifikasi KYC (Know Your Customer) melalui mitra terpercaya.

Liqnet juga memiliki solusi keamanan lain yaitu pertama, penyimpanan mata uang virtual on-site – hot wallet (dompet panas – tempat penyimpanan yang terkoneksi dengan internet) dan cold wallet (dompet dingin – tidak terkoneksi dengan internet) dengan distribusi berbasis lokasi, serta alamat dengan tanda tangan lebih dari satu pihak untuk tiap mata uang virtual. Kedua, Pengecekan latar belakang – mengecek kebenaran saldo dan apabila terdapat perbedaan, mengaktifkan alarm dan mengirimkan dana ke dompet dingin dan alamat-alamat dengan berbagai tanda tangan.

BACA JUGA:  Demi Keamanan Data, Menkominfo Johnny Plate Ingin Sahkan RUU PDP

Sejak didirikan pada tahun 2015, Liqnet telah mengantongi beberapa lisensi layanan finansial dari Uni Eropa, seperti lisensi untuk menyediakan layanan penukaran mata uang virtual dengan mata uang tetap, menyediakan layanan dompet mata uang virtual, dan layanan untuk beroperasi sebagai institusi finansial. “Lisensi yang kami peroleh dari Uni Eropa merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan layanan bursa penukaran mata uang virtual yang aman dan resmi bagi para pengguna,” ujar Roman.

Tidak hanya itu, Liqnet juga mengeluarkan token khususnya yaitu LEN, di mana pemiliknya akan memperoleh potongan biaya penukaran sebesar 90%. Selain itu, kepemilikan token akan memberikan hak memilih pasangan penukaran apa yang ditampilkan pada bursa dan cara menghabiskan komisi yang diperoleh.

Roman menambahkan bahwa LEN adalah token utilitas (token yang dikeluarkan untuk mendanai pengembangan mata uang digital dan bisa digunakan untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh penerbit mata uang digital), di mana penukaran token dengan utilitas memiliki potensi pertumbuhan yang baik jika proyek memiliki dasar yang kuat dan tim yang berpengalaman.

Kehadiran di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian program Liqnet dalam mengenalkan sekaligus mengedukasi pasar tentang bursa penukaran agregator. Selama tahun 2018, Liqnet turut ambil bagian dalam hampir semua konferensi utama dengan tujuan memperkenalkan bursa tersebut ke pemain-pemain terbaik industri.

Beberapa konferensi yang diikuti misalnya Crypto Valley Conference pada bulan Juli di Zug, Swiss, Amsterdam Blockchain Expo 2018 pada bulan Juni, Block Show Europe 2018 di Berlin, dan Consensus 2018 di New York. Di tahun 2019, tim Liqnet mengirim perwakilan untuk hadir di acara Jakarta Blockchain & Fintech Annual Summit yang diselenggarakan hari ini, 15 Januari 2019.

BACA JUGA:  Indonesia Game Developer Exchange 2022 Resmi Digelar

“Kami mengumpulkan umpan balik dari trader dan berdasarkan masalah dan kesulitan yang mereka hadapi, kami memunculkan dan terus mengembangkan Liqnet.Sangat penting bagi kami untuk memiliki produk yang sudah dapat beroperasi sebelum kami memulai penjualan token, agar para calon investor dapat melihat bahwa bisnis kami sah dan tim kami bekerja keras untuk dapat mengubah industri mata uang virtual saat ini,” tutup Roman.

Tags: Crypto currencyLiqnet
Previous Post

Menkominfo dan Menkeu Akan Uji Coba Jaringan Palapa Ring Tengah untuk Layanan Pajak dan Kesehatan

Next Post

Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Revolusi Industri Keempat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto