Menurut sebuah laporan Accenture, bank yang berinvestasi dalam AI dan kolaborasi mesin dengan manusia pada tingkat yang sama dengan bisnis berkinerja terbaik dapat meningkatkan pendapatan mereka rata-rata 34 persen dan pekerjaan mereka sebesar 14 persen pada tahun 2022.
Ada banyak taktik yang dapat digunakan lembaga keuangan untuk menjadi pemenang di era seba digital ini, satu cara langsung dan relatif murah untuk dilakukan adalah menggunakan Conversational User Interface atau sederhananya “Chatbot”.
Dengan pertumbuhan popularitas platform pengiriman pesan saat ini, makin menurunnya biaya penyimpanan di cloud, juga waktu implementasinya yang singkat, Chatbot muncul sebagai penyelamat.
Dengan memperkenalkan agen digital atau “Chatbot” untuk berinteraksi dengan pelanggan, bank dapat meningkatkan pengalaman pelanggan mereka, mengurangi biaya layanan pelanggan manusia, merampingkan operasi mereka, dan melayani lebih banyak orang, dengan lebih cepat lewat berbagai saluran yang berbeda.
Banyak lembaga keuangan besar sudah mengambil langkah ini. Misalnya, Capital One menggunakan chatbot Eno untuk membantu nasabahnya memeriksa rekeningnya termasuk status saldo dan melakukan transfer antar rekening. Bank of America meluncurkan chatbot Erica untuk membantu nasabahnya memeriksa saldo, membayar tagihan, dan memberikan jawaban atas pertanyaan terkait bank. Sementara Liberty Mutual juga memakai chatbot yang menawarkan fungsi serupa dengan penambahan pencegahan risiko penipuan.
Chatbot juga banyak digunakan oleh perbankan di Indonesia. Bank Mandiri merilis Mandiri Intelligence Assistant atau Mita, Chatbot Jenius digunakan oleh BTPN. Akhir tahun lalu, Bank Syariah Mandiri menjadi bank syariah pertama di Tanah Air yang menggunakan customer center virtual yaitu Asisten Interaktif Mandiri Syariah atau Aisyah.
Pelanggan semakin nyaman berinteraksi dengan asisten digital setiap hari, dan seiring dengan perkembangan teknologi, layanan ini dirancang untuk membuat pelanggan merasa seperti mereka sedang berbicara dengan seorang bankir.
Bank menyukai chatbot karena memungkinkan mereka memberi pelanggannya layanan yang dapat dipersonalisasi, dan konsisten.
Tips Memilih Solusi Chatbot
Rian Novianto, Co-founder dan Business Development Director 3Dolphins menjelaskan sejumlah tips dalam memilih solusi chatbot, yaitu:
- Dibangun dengan teknologi Artificial Intelligence;
- Tersedia di seluruh titik kontak dengan customer;
- Memiliki kemampuan untuk bekerja secara mulus dengan manusia;
- Terintegrasi dengan proses bisnis internal perusahaan atau organisasi;
- Memiliki level Enterprise.
“Chatbot AI yang kami kembangkan yaitu 3Dolphins sudah digunakan oleh industri perbankan dan multifinance untuk melayani customer seperti memberikan penjelasan tentang produk, promosi, jadi customer support self-service, billing account management,” kata Rian dalam acara Digital Marketing for Multifinance di Jakarta, (22/1).
Dia menegaskan khusus untuk perusahaan multifinance dan perbankan, solusi chatbot dan semua komponen AI-nya harus bisa diimplementasikan secara on-premise (dalam lingkungan internal perusahaan) sesuai dengan peraturan dari regulator.
“Solusi 3Dolphins sejak awal pengembangannya dibuat khusus untuk level enterprise seperti yang diterapkan oleh perusahaan multifinance dan perbankan,” kata Rian.
3Dolphins terdiri dari 2 solusi yaitu, Solusi Social CRM berupa omni channel contact center, dan Solusi ChatBot yang Dibangun dengan menggunakan (NLP) Natural Language Processing dan menggunakan Artificial Intelligence.
Saat ini, kedua solusi ini telah dapat digunakan di 16 platform: Email, SMS, WhatsApp, Telegram, Blackberry Messenger, Facebook, Facebook Messenger, Instagram, Twitter, LINE, Skype, Microsoft Team, YouTube, Web Live Chat, Mobile Live Chat, dan Customer Walk-In.
Baca juga:














