ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Negara Terbanyak Alami Ancaman Siber: Indonesia Menempati Peringkat Kelima se-Asia Pasifik

Teguh Imam Suyudi
8 March 2019 | 10:00
rubrik: Research
Negara Terbanyak Alami Ancaman Siber: Indonesia Menempati Peringkat Kelima se-Asia Pasifik

Director Systems Engineering Asean Symantec Halim Santoso dalam acara diskusi pada Rabu (6/3/2019).

Share on FacebookShare on Twitter
Negara Terbanyak Alami Ancaman Siber: Indonesia Menempati Peringkat Kelima se-Asia Pasifik
Director Systems Engineering Asean Symantec Halim Santoso dalam acara diskusi pada Rabu (6/3/2019).

Menurut laporan Symantec berjudul Internet Security Threat Report Volume 24 yang dirilis pada Februari 2019 lalu, pada 2018, sebanyak 2,23%, serangan siber di ranah global terjadi di Indonesia, meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 1,67%.

Adapun, angka tersebut juga menempatkan Indonesia di posisi kelima sebagai negara yang paling banyak mendapatkan ancaman siber pada 2018 untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Sebelumnya, Indonesia juga tidak terhindar dari masifnya serangan ransomware Wannacry yang terjadi pada 2017 silam. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang mendapatkan serangan terbesar.

Fortinet Prediksikan Tren Cyber Security 2019

Sementara itu, Cina menjadi negara dengan persentase ancaman siber terbanyak pertama di Asia Pasifik, yakni 8,98%. Namun demikian, angka tersebut menunjukkan perubahan positif, karena pada 2017 jumlah ancaman siber di Ciina justru lebih banyak, yakni 10,95%.

Posisi kedua ditempati oleh India di mana tahun lalu ancaman siber mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Symantec, persentase ancaman siber di India pada 2018 adalah 7,98%, naik dari tahun sebelumnya, 5,09%.

Di peringkat ketiga, bertengger Vietnam dengan persentase serangan 3,54%. Seperti halnya Indonesia, serangan siber di negara tersebut mengalami peningkatan di mana pada 2017 jumlah serangan siber di Vietnam adalah 2,07%.

Satu peringkat di atas Indonesia adalah Jepang. Negeri Matahari Terbit tersebut duduk di peringkat keempat dengan 2,66% jumlah serangan.

Namun, angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah ancaman siber di Jepang pada 2018 berkurang.

Adapun, pada 2017 silam tingkat ancaman siber di Jepang mencapai 3,39%.

Kemudian di bawah Indonesia, bertengger beberapa negara seperti Taiwan (1,79%), Thailand (1,54%), Australia (1,10%), Hong Kong (0,88%), dan Singapura (0,75%).

BACA JUGA:  Riset Ungkap Perilaku Masyarakat di Harbolnas 2021

Awas Pencurian Data Lewat Formjacking

Laporan resmi Symantec tersebut juga mengungkap bahwa keuntungan yang diperoleh dari serangan ransomware dan cryptojacking turun sepanjang 2018.

Penurunan keuntungan yang diraup dari serangan ransomware dan cryptojacking membuat para hacker global kini beralih ke model serangan baru yaitu formjacking yang bertujuan mencuri data kartu ATM dan kartu kredit pengguna layanan digital.

Director, System Engineering, Asean, Symantec Halim Santoso menjelaskan bahwa aktivitas cryptojacking turun 52% pada 2018. Bahkan, nilai profit dari cryptojacking anjlok 90%.

“Symantec juga sudah memblokir 3,5 juta serangan cryptojacking di end point pada Desember 2018,” ujar Halim Santoso dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/3).

Pencuri di dunia maya bertujuan untuk membajak data pembayaran

Meski demikian, cryptojacking masih memiliki daya tarik bagi para penyerang terutama karena didukung beberapa faktor seperti, penghalang masuk yang rendah, overhead yang minimal, serta anonimitas.

Sementara itu, serangan ransomware juga turun selama 2018. Untuk pertama kalinya, infeksi ransomware turun hingga 20%. Meningkatnya adopsi layanan komputasi awan dikatakan menjadi faktor yang menyebabkan serangan ransomware kurang efektif.

Lebih lanjut, Halim mengatakan meningkatnya persentase serangan ransomware dan cryptominers dari 2017 ke 2018 justru membuktikan bahwa kedua skema serangan tersebut semakin tidak menguntungkan bagi para hacker.

Di dalam laporan, disebutkan bahwa secara global serangan ransomware mengalami peningkatan dengan persentase 2,6%, naik 1,6% dari 2017. Sementara itu, serangan cryptominers pada 2018 jumlahnya adalah 2%, lebih banyak dibandingkan dengan 2017, yakni 0,6%.

Menghadapi posisi seperti itu, para hacker akhirnya mengganti skema kejahatannya melalui metode seperti formjacking. Serangan formjacking sangat sederhana. Pada dasarnya, penyerang menggunakan skimming ATM virtual dengan menyuntikkan kode-kode berbahaya ke situs web sebuah perusahaan guna mencuri data kartu pembayaran milik konsumen.

BACA JUGA:  Survei: Perempuan Milenial Diperkirakan Banyak Belanja di Ramadan 2023

Sampai dengan 2018, lebih dari 4.800 situs web diinfeksi oleh kode formjacking setiap bulan. Halim menambahkan, Symantec berhasil memblokir lebih dari 3,7 juta serangan formjacking di end-point pada 2018.

Tags: Cyber SecuritySymantec
Previous Post

TOP BUMD 2019: PUDAM Tirta Dharma Sleman Gunakan SIPINTAR Untuk Tingkatkan Kinerja

Next Post

Astra International Kucurkan Pendanaan Baru Rp1.4 Triliun ke Go-Jek

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

Ahmad Churi
27 September 2026 | 16:48

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Perkenalkan Galaxy A02, Apa Bedanya dengan Galaxy A02s?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Penyebaran Covid-19, Pembesut Lampu Philips Hadirkan Solusi Disinfeksi Berteknologi UV-C

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto