
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih menjadi salah satu BUMD yang diundang untuk mengikuti sesi penjurian oleh Dewan Juri TOP BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Madani Group di Jakarta, Rabu (6/3/2019).
Dwi Nurwata, SE., MM., Direktur PUDAM Tirta Dharma Kabupaten Sleman kepada Dewan Juri TOP BUMD mengatakan, “Kami juga telah menerapkan Teknologi-Informasi secara terintegrasi mulai dari permohonan sambungan baru, monitoring melalui GIS, sistem informasi manajemen terintegrasi “SIPINTAR”. Kami sadar bahwa bisnis harus menggunakan TI untuk maju.”
TOP BUMD 2019 Kembali Digelar oleh Madani Group
Lalu apa sih “SIPINTAR” itu?
“Kami membuat Sistem Informasi Manajemen PDAM (SIPINTAR) untuk mencegah penyimpangan maupun korupsi dalam pelayanan PDAM.”
“Selain itu juga bagian pengawasan terhadap kinerja dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan.”
“Harapannya semua pelayanan maupun manajemen berjalan secara transparan,” jelas Dwi.
“Cara mencegah penyimpangan dengan membuat sistem yang terintegrasi menggunakan teknologi semua. “SIPINTAR” mencakup pengadaan barang, inventarisasi aset, keuangan, personalia dan lainnya. Dengan adanya sistem itu, nantinya tidak ada lagi yang bisa direkayasa.”
Mendagri: BPR Harus Optimalkan Penggunaan Teknologi Digital
Dukungan terhadap “SIPINTAR” diberikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Drs. Bambang Surya Irawan SH. Diharapkan program ‘Sipintar’ ini mampu mencegah korupsi dan meningkatkan kinerja PDAM Tirta Sembada.
“Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal yang positif dan mampu meningkatkan kierja. Kami mengapresiasi atas inisiatif dari PDAM Tirta Sembada membuat sistem untuk pencegahan korupsi,” tuturnya seperti dikutip dari laman BPK Provinsi DI Yogyakarta.













