Keberadaan teknologi informasi (IT) dirasa memiliki peran yang sangat besar bagi sektor keuangan terutama penyaluran kredit. Sebab, teknologi informasi dapat memudahkan pelaku perbankan maupun nasabah dalam menikmati berbagai kemudahan kredit termasuk proses penjaminan.
Karena itu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berencana memanfaatkan teknologi informasi dengan mengembangkan sistem online dalam rangka pelaksanaan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR Online). Salah satu langkah dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Perjanjian kerjasama pemanfaatan IT untuk penjaminan KUR secara online tersebut merupakan peningkatan kerjasama dari kerjasama penjaminan KUR dengan BPD Kalsel yang ditandatangani pada tahun 2010,” ujar Dirut Askrindo Antonius Chandra S Napitupulu di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).
Antonius mengatakan, KUR Online ini hanya menambah fasilitas penjaminan kredit yang selama ini sudah ada. Dia meyakini, penggunaan sistem online dapat memberikan dampak positif bagi kerjasama penjaminan ini. “Investasi akan meningkat kalau customer basenya pun bertambah,” jelasnya.
Selanjutnya, Antonius menerangkan, KUR Online ini dikembangkan dengan tiga tujuan yaitu meningkatkan volume serapan plafon penjaminan KUR dari BPD Kalsel.
“Lalu kedua, membangun kemampuan cabang Askrindo Banjarmasin agar tercipta customer engagement dengan BPD Kalsel melalui pemberian layanan yang lebih cepat, berlaku proaktif dan menyelesaikan keluhan,” ucapnya seperti dilansir laman Merdeka.com
Sedangkan tujuan ketiga, lanjut Antonius, beberapa manfaatnya ialah penerbitan sertifikat penjaminan KUR lebih cepat dari SLA yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) maksimal 10 hari kerja, kualitas data lebih baik/akurat dan sama antara Bank Kalsel dengan Askrindo serta kemudahan untuk rekonsiliasi data.
Antonius kemudian menyebutkan, Askrindo telah memiliki jumlah debitur sebanyak 597 sejak kerjasama yang pertama kali dengan BPD Kalsel pada 2010 hingga Oktober 2013. Sedangkan total plafon penjaminannya mencapai Rp 69,9 miliar. Dan nilai penjaminan KUR tercatat mencapai sebesar Rp 49,3 miliar dengan IJP/premi yang didapatkan sebesar Rp 4,97 miliar.
Direktur Utama BPD Kalsel Juni Rif’at mengatakan, kerjasama ini sangat diperlukan dalam penyaluran KUR. Sebab, terdapat resiko macet dalam penyaluran KUR.
“Asuransi ini penting, bahwa menentukan nasabah diberikan atau enggak diutamakan dari kita. KUR ini pun jadi produk andalan kita,” pungkas Juni. (marcapada@yahoo.com)














