Sebagai daerah segitiga emas di Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan terus berpacu untuk memperbaiki layanan publik di daerahnya melalui pemanfaatan teknologi informasi. Digitalisasi layanan publik pun didorong oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan hingga ke desa-desa.
Bahkan, Bupati Pasuruan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pasuruan pada 2018 sudah menandatangani komitmen untuk mendukung gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia.
Untuk menuju 100 Smart City, Pemkab Pasuruan telah melakukan sejumlah langkah dengan mengaplikasikan berbagai solusi teknologi digital dalam kegiatan pemerintahan dan layanan publik. Hal ini antara lain diwujudkan dalam bentuk e-planning dan e-budgeting yang dinamakan dengan Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah (SIPKD).
“Ini adalah sebuah sistem berbasis online yang ditujukan agar sistem perencanaan sampai dengan penganggaran di Kabupaten Pasuruan bisa terintegrasi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan Saifuddin Ahmad dalam sesi Prestasi dan Wawancara dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2019 yang diadakan oleh Majalah It Works di Mercantile Athletic Club, WTC Jakarta, Rabu 10 Oktober 2019.
Dewan juri yang hadir dalam acara penjurian ini adalah Prof Dr Kalamullah Ramli (guru besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia), Garuda Sugardo dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional, dan Eri Sumiarso (konsultan dari PT Sinergi Daya Prima).
Pemanfaatan solusi teknologi digital juga dilakukan dalam bentuk Elektronika Tambahan Penghasilan Pegawai Daerah (E-TPPD) yang berada di website http://tpp.pasuruankab.go.id. Website atau aplikasi ini membantu penghitungan dalam pemberian tunjangan kinerja pegawai di Kabupaten Pasuruan. “Ini untuk mengukur aktivitas harian masing-masing ASN, kemudian tingkat kehadiran, penyerapan anggaran juga menjadi parameter untuk mendapatkan tunjangan kinerja,” ujar Saifuddin.
Pemkab Pasuruan juga sudah menerapkan aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) yang bisa diakses melalui web http://tnde.pasuruankab.go.id. Aplikasi ini bisa memangkas waktu dalam pengiriman berbagai macam dokumen. “TNDE sudah meliputi semua OPD dan desa-desa di wilayah Kabupaten Pasuruan, namun masih belum terintegrasi dengan dinas vertikal,” kata Saifuddin.
Tak hanya itu, Pemkab Pasuruan sudah memanfaatkan E-Reporting atau laporan hasil pengadaan barang atau jasa yang berada di web http://blp.pasuruankab.go.id. E-reporting ini merupakan rekapitulasi hasil dari pengadaan barang/jasa di Kabupaten Pasuruan. “Jadi pimpinan bisa mengetahui siapa saja yang menjadi pemenang, serta siapa saja yang mengerjakan pengadaaan barang dan jasa di Kabupaten Pasuruan,” kata dia.
Selanjutnya, untuk pelayanan publik dasar terutama terkait kesehatan, Pemkab Pasuruan sudah mengaplikasikan pendaftaran online RSUD Bangil. Dengan aplikasi berbasis android ini, pasien bisa datang ke rumah sakit sesuai dengan jadwal saat pendaftaran dan tidak harus menunggu lama untuk ditangani.
Solusi teknologi digital juga diimpelementasikan dalam bentuk jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH). Aplikasi berbasis web yang bisa diakses di http://jdih.pasuruankab.go.id ini merupakan kumpulan dokumen produk hukum di Kabupaten Pasuruan, sehingga memudahkan semua elemen masyarakat untuk mengunduhnya.
Pemkab Pasuruan juga memiliki aplikasi Trans Info. Aplikasi berbasis android ini berfungsi untuk memantau atau mengetahui trafik kendaraan di 17 titik pantau secara livestream CCTV. “Itu termasuk di sungai ada beberapa titik untuk mengetahui ada potensi banjir,” kata Saifuddin.
Keberhasilan pemanfaatan solusi digital di Kabupaten Pasuruan juga terlihat dari penerapan E-SAKIP (E-Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Aplikasi berbasis web ini merupakan rangkaian sistematik dan berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian dan pelaporan kinerja di instansi pemerintah guna pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Terkait ketenagakerjaan, Pemkab Pasuruan mengembangkan aplikasi Hellowork yang bisa diakses di http://helloworks.pasuruankab.go.id. Dalam aplikasi berbasis web ini terdapat infromasi lowongan kerja di Kabupaten Pasuruan.
Terkait UKM, Pemkab Pasuruan memiliki aplikasi berbasis android bernama E-Koperasi. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan koperasi dalam melakukan laporan triwulan, sehingga tidak harus datang ke Dinas Koperasi. Selain itu, koperasi yang aktif dan tidak aktif bisa diketahui dengan aplikasi ini. “Kami baru saja mendapatkan Penghargaan Natamukti dari Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Saifuddin.
Menurut Saifuddin, di antara aplikasi-aplikasi tersebut, yang menjadi unggulan Pemkab Pasuruan ada tiga yakni E-TPPD, TNDE dan E-reporting. Aplikasi-aplikasi tersebut merupakan produk Pemkab Pasuruan dan selalu digunakan untuk mempermudah kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Khusus untuk e-reporting telah dilakukan kerja sama dengan beberapa provinsi, Kabupaten atau kota untuk berbagai pakai aplikasi berbasis web tersebut, di antaranya dengan provinsi NTT berserta kabupaten dan kota di provinsi tersebut, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, dan lainnya,” tutur Saifuddin.
Populasi penduduk Kabupaten Pasuruan saat ini mencapai 1,8 juta jiwa yang tersebar di 24 kecamatan dan 341 desa.
Penulis: Nurdian














