Dalam rangka mendongkrak kesiapan teknologi termasuk jumlah pemanfaatan teknologi oleh industri, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menganugarhkan Pusat Unggulan Iptek (PUI-2013) kepada tiga pusat unggulan. Ketiga PUI tersebut, Pusat Kajian Hortikultura (PKHT) dan Pusat Studi Biofarmaka (BSB) Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka).
Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mengatakan pihaknya terus mendorong lembaga Litbang untuk menghasilkan produk dan teknologi yang dapat digunakan oleh industri, supaya terangkat terus daya saingnya. Dengan begitu, industri dan UKM pun dapat menghasilkan produk kopi yang baik mutunya, rasanya, dan aromanya. Puslitkoka menargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama Indonesia menjadi produsen kopi terbesar dan terbaik di dunia. Mengalahkan negara Brasil dan Vietnam.
Hal senada juga dikatakan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengungkapan adanya dua pilar penting mendukung peningkatan dayasaing ekonomi adalah daya inovasi dan kesiapan teknologi. Menurutnya, indeks dayasaing Indonesia mengalami peningkatan yang cukup baik. Yaitu dari peringkat ke-50 pada tahun lalu menjadi peringkat ke-38 pada tahun ini. Meski belum bisa menandingi negara-negera Asean lainnya, namun Indonesia mampu mengungguli empat dari lima negara BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, dan Afrika Selatan.
“Pengembangan ekonomi berbasis teknologi inovasi akan mempercepat pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan,” kata Hatta.
PUI 2013 diberikan kepada PKHT IPB dinilai berhasil mengemban misi meningkatkan daya saing hortikultura tropika melalui pengembangan varietas unggul, penyediaan teknologi produksi dan pengolahan, pengembangan jaringan pemasaran, serta pembentukan agrotechnological cluster. PKHT bertekad mewujudkan Indonesia menjadi produsesn holtikultura terbesar dunia pada 2020.
Sementara itu, PSB IPB bertekad membangun hidup sehat cara alami melalui lingkungan hidup. PSB IPB memiliki tugas menkaji, memanfaatkan pengetahuan dan kekayaan alam untuk digunakan sebagai biofarmaka dan nutrasetika. Puslitkoka sendiri dinilai berperan penting bagi pengembangan industri kopi mulai dari hulu, hilir, hingga rantai pasoknya melalui penyediaan bibit unggul, teknologi budaya hingga teknologi paskapanen dan pengolahan kopi. (*ju/HT)














