Home Indeks Digital Presiden Jokowi Minta Ilmuwan Indonesia di Korsel Tak Lupa Pulang ke Tanah...

Presiden Jokowi Minta Ilmuwan Indonesia di Korsel Tak Lupa Pulang ke Tanah Air

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para peneliti dan ilmuwan Indonesia yang berada di Korea Selatan tak lupa pulang dan membangun Tanah Air. Ia mempersilakan peneliti dan ilmuwan untuk mengembangkan diri terlebih dahulu di Negeri Gingseng.

“Sekarang di sini (Korea Selatan) dulu enggak apa-apa, melihat, mengamati, kemudian pada titik tertentu memang nantinya semuanya harus kembali membangun negara kita,” kata Jokowi dalam pertemuan di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jumat (29/11).

Dalam pertemuan tersebut, para ilmuwan turut menyampaikan gagasan-gagasan terkait riset dan inovasi kepada Jokowi. Gagasan itu dirumuskan dalam judul “Korea Selatan sebagai Inspirasi Percepatan Kemajuan Riset dan Inovasi di Indonesia” dan “Strategi Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Gregorius Rionugroho Harvianto, salah seorang ilmuwan yang hadir, mengatakan gagasan itu bersumber dari pengalaman ia dan rekan-rekannya selama menjalani riset di Korea Selatan.

Rionugroho hadir bersama 21 orang peneliti dan ilmuwan lainnya yang memiliki beragam latar belakang pendidikan, mulai dari teknik kimia, arsitektur, sistem informasi, mitigasi bencana, hingga kesehatan.

“Gagasan bagaimana menggunakan anggaran riset lebih efektif dan efisien untuk strategi riset inovasi kita, yang kita kasih judul ‘Strategi Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045’. Jadi kami melihat ini sebuah visi jangka panjang, bukan hanya 5 tahun ke depan,” kata Rio.

Setidaknya ada tiga gagasan yang disampaikannya di hadapan Jokowi, yaitu pertama usulan pembentukan Universitas Riset Indonesia.

Rio menyebut terdapat University of Science & Technology (UST) di Korea Selatan, yang berfokus merekrut lulusan S-1 untuk kemudian ditempatkan di lembaga-lembaga riset.

“Indonesia butuh Universitas Riset Indonesia karena kita butuh menambah jumlah peneliti Indonesia dalam waktu relatif singkat. Dana LPDP cukup besar, justru lebih baik dananya diputar di dalam negeri, untuk riset di dalam negerinya dibandingkan ke luar negeri,” ujar Rio.

Kedua, kata Rio, percepatan riset dan inovasi di industri, bukan hanya di lingkungan kampus. Ketiga, ia mengusulkan revolusi konsep triple helix untuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Jokowi menyambut usulan para peneliti dan ilmuwan Indonesia itu. Ia berpendapat usulan peneliti itu menjadi masukan-masukan segar yang bisa menginspirasi pemerintah dalam mengembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

“Ini memang baru awal karena memang mimpi kita semua yang namanya balai penelitian, lembaga-lembaga penelitian dan riset kita, semuanya masuk ke dalam rumah besar itu. Karena sekarang kan berdiri sendiri-sendiri,” kata Jokowi.

Meskipun anggaran riset Indonesia belum sebanyak Korea Selatan yang mencapai 4,62 persen dari GDP-nya, menurut Jokowi, anggaran riset Indonesia sudah banyak secara nominal. Ia menyebut total anggaran riset Indonesia mencapai Rp26 triliun.

“Kalau yang Rp26 triliun ini sudah benar, jalannya sudah benar, hasilnya juga ada, yang saya tagih hasilnya. Kalau benar sudah berhasil, sudah bagus, dan betul-betul bermanfaat untuk rakyat, untuk industri, untuk desa, untuk petani, nelayan, ya baru. Kita memang belum masuk ke sana,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here