Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan Indonesia akan kedatangan perusahaan rintisan baru yang menyandang status unicorn dan decacorn pada 2020.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Kominfo Johnny G Plate usai menghadiri acara Indonesia Milenial Summits, Sabtu (18/1/2020), di Jakarta.
Menurutnya, ada beberapa startup di Indonesia yang sudah berpotensi menjadi unicorn, yang mana valuasinya sudah hampir mencapai 1 miliar dolar Amerika serikat (AS).
Tidak hanya itu, Johnny pun mengungkapkan sudah ada juga potensi unicorn Indonesia yang segera naik pangkat menjadi decacorn, yakni perusahaan rintisan dengan valuasi 10 miliar dolar AS.
“Di tahun ini ada beberapa yang punya potensi. Pertama startup baru yang naik menjadi unicorn. Ada juga unicorn yang bisa naik menjadi decacorn,” ujar Johnny kepada wartawan.
Saat dikonfirmasi mengenai siapa startup yang akan menjadi unicorn dan decacorn baru Indonesia, Johnny enggan mengungkapkannya. Dia pun belum mau mengatakan sektor bisnis startup mana yang paling potensial.
“Jangan disebutkan dulu. Nanti dulu, pokoknya multi-platform,” ungkapnya.
Indonesia sendiri sudah memiliki empat perusahaan rintisan yang menyandang unicorn dan satu decacorn. Startup tersebut ialah Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, dan Gojek.
Berdasarkan data CB Insight yang dirilis pada November 2019, perusahaan Gojek yang dirintis oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, menjadi startup dengan valuasi terbesar di Indonesia melebihi 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp141 triliun.
Sementara untuk unicorn, Tokopedia memiliki valuasi 7 Miliar dolar AS atau sekitar Rp99 triliun, Diikuti OVO sebesar 2,9 miliar dolar AS atau setara Rp41 triliun , Bukalapak 2,5 miliar dolar AS atau Rp34,1 triliun, dan Traveloka 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,2 triliun.














