ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kata Pengamat Soal Pendanaan Satelit Satria Agar Tak Bebani Keuangan Negara

redaksi
14 February 2020 | 13:00
rubrik: Telco
Satelit-Telkom-1

Pemerintah Resmikan Proyek Satelit Multifungsi untuk Pendidikan

Share on FacebookShare on Twitter

Satria (Satelit Republik Indonesia) yang digadang sebagai satelit internet bercepatan tinggi mendapat sorotan tajam terkait dengan sisi pendanaannya. Dalam hal tersebut, Heru Sutadi, seorang pengamat telekomunikasi telah memberikan saran kepada pemerintah terkait skema pembayaran proyek satelti Satria yang digarap oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Pendanaan satelit Satria, menurut Heru seharusnya sudah direncanakan sejak awal, termasuk investasi (CAPEX) satelit, biaya ketersediaan layanan dan pengadaan ground segment. Heru menilai dana yang harus dikeluarkan oleh BAKTI untuk Satria sangat besar dan kemungkinan bisa membebani keuangan negara untuk jangka panjang.

“Kenapa beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab PSN (Pasifik Satelit Nusantara) kok malah Kemenkominfo yang direpotkan. Dengan atau tanpa BAKTI seharusnya PSN yang meluncurkan dan mengadakan satelit,” kata Heru yang juga dikenal sebagai Directur Eksekutif ICT Institute.

Lebih lanjut Heru menegaskan kalau PSN tetap ingin mempertahankan slot orbitnya, seharusnya mereka yang melakukan investasi dan meluncurkan satelit. Bukan mengalihkan beban tersebut menjadi kewajiban pemerintah melalui Kemenkominfo.

Hal tersebut dinilai Heru mirip seperti operator seluler yang tidak mau membangun namun masih masu mengangkangi frekuensi. Ketika mereka tidak mau membangun dan frekuensi terancam dicabut oleh negara, operator bermanuver agar pemerintah mau melakukan investasi pembangunan BTS.

“Logika yang benar adalah PSN yang mendapatkan amanah dari negara untuk menggelola slot orbit satelit harus melakukan investasi pengadaan satelit dan peluncurannya karena hal ini telah termasuk ke dalam komitmen mereka ketika mendapatkan slot orbit satelit,” tandas Heru.

Agar tidak membebani keuangan negera, menurut Heru ketika membutuhkan kapasitas satelit untuk melayani daerah USO, BAKTI dapat menyewa sesuai dengan kebutuhan (pay per use).

BACA JUGA:  Biznet Bangun Kabel Bawah Laut Hubungkan Pulau Jawa, Sumatera dan Bangka

“Seharusnya BAKTI dapat menjalankan skema sewa seperti yang saat ini sudah berjalan dengan baik yaitu dengan skema pay per use. Kalau pemerintah membutuhkan baru dibayar. Sehingga tak ada kewajiban jangka panjang yang mengikat dan memberatkan pemerintah,” kata Heru.

Adapun untuk PSN, jika memang tidak lagi mampu mengadakaan dan meluncurkan satelit, seharusnya pemerintah dapat segera mencabut izin penggelolaan slot satelitnya dan segera melelang. Bukan sebaliknya, di mana pemerintah melalui BAKTI justru membeli seluruh kapasitas satelit yang ada dengan skema penggembalian investasi (availability payment).

“Jangan seperti saat ini, dengan skema penggembalian, investasi menjadi kewajiban BAKTI. Itu sama saja satelit yang dimiliki PSN dibayarin oleh BAKTI. Kenapa kewajiban PSN dialihkan ke BAKTI,” kata Heru.

Mengenai skema jaminan penggembalian investasi yang dibuat oleh Menkominfo Rudiantara pada saat melakukan tender Satria melalui availability payment, hal ini juga dinilai Heru berpotensi membebani keuangan negara di masa mendatang dan dalam jangka panjang. Hal itu lantaran kontrak dan kewajiban membayar yang harus dilakukan oleh BAKTI kepada PSN berdurasi 15 tahun.

Bukan tanpa alasan, menurut Heru kita tidak tahu bisnis telekomunikasi ke depan seperti apa. Bahkan, menurutnya tren bisnis telekomunikasi akan mengalami penurunan. Hal itu menurut Heru bisa dilihat dari pendapatan dan laba operator telekomunikasi yang terus menurun.

“Jika ada perusahaan telekomunikasi yang tidak kuat dan tutup, maka itu akan membuat kontribusi dana USO dari operator telekomunikasi berkurang. Tentunya hal ini akan menjadi masalah di pembayaran BAKTI kepada PSN,” tandas Heru.

Perlu diketahui berdasarkan keterangan Menkominfo di DPR besar investasi untuk pengadaan Satria yang akan dimiliki oleh BAKTI menelan dana Rp 6,42 triliun. Tidak sampai di situ, untuk biaya ketersediaan layanan per tahunnya, BAKTI juga harus menggeluarkan dana setidaknya Rp1,4 triliun. BAKTI juga harus mengeluarkan biaya pengadaan ground segment yang jumlahnya 150 ribu unit, agar satelit Satria dapat beroperasi memberikan layanan telekomunikasi. (Fauzi)

BACA JUGA:  Pacu Pertumbuhan Bisnis 5G, Ericsson Luncurkan 5G RAN Slicing
Tags: BAKTI Kominfosatelit satria
Previous Post

Samsung Indonesia Banderol Hape Lipat Galaxy Z Flip Rp21 jutaan

Next Post

Oppo Resmi Jual A31 di Indonesia, Harganya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Program Apresiasi Mitra, Gojek Suguhkan 7 Manfaat Baru Bagi Driver

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset: Lonjakan Perdagangan Digital Berbasis AI Picu Lonjakan Serangan Bot dan API

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Layanan, IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan 4 Shipping Lines

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Fauzi
23 July 2026 | 14:19

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager of Applied AI, Cloudera Organisasi di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia,...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto