Jakarta, ITWorks- Program Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) GoFood mampu mendongkrak penjualan mitra GoFood, dengan mencatat jumlah pesanan dan omzet lebih tinggi (12%) dibandingkan merchant di luar program. Transaksi tertinggi selama Harkulnas terjadi di Batam, Jabodetabek, dan Surabaya; sementara aneka kopi, ayam geprek, aneka nasi goreng menjadi kuliner yang paling sering dipesan.
Melalui Harkulnas, GoFood berhasil memaksimalkan pendapatan UMKM kuliner di tengah pandemic Covid-19. GoFood berhasil meningkatkan omzet 74.000 ribu mitra usaha melalui promo beragam kuliner favorit melalui program Harkulnas yang berlangsung 1 April – 5 Mei lalu.
Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Group memaparkan bahwa tidak dapat dipungkiri, ada kecemasan terhadap keberlangsungan usaha kuliner lokal terus berlangsung terutama sejak PSBB ditetapkan. Namun jika dilihat dari jumlah transaksi di GoFood, lanjutnya, justru melihat adanya peningkatan dalam satu bulan terakhir. Karena, dengan semakin ketatnya aturan yang membatasi kontak sosial, terdapat perubahan perilaku konsumen yang sebelumnya memiliki banyak pilihan untuk makan di tempat makan (dine in), menjadi melakukan pemesanan makan secara online dari rumah.
“Hal ini menyebabkan banyak mitra merchant UMKM kami yang bisnisnya bergeser dari penjualan offline ke online sepenuhnya. Berbagai upaya untuk menciptakan demand pun kami lakukan, termasuk Harkulnas GoFood, untuk meningkatkan eksposur dan visibilitas mitra usaha agar menjaga kelangsungan pendapatan mitra merchant termasuk UMKM,” ujarnya Chatherine dalam keterangan tertulis kepada pers (18/05/2020), di Jakarta.
Selama Harkulnas, GoFood turut meningkatkan penjualan harian merchant dengan cara mempromosikan UMKM lewat shuffle cards di aplikasi agar menjangkau lebih banyak pelanggan; memberikan promo ongkir pada pelanggan; mengurangi biaya operasional melalui voucher diskon belanja bahan baku; serta meningkatkan efisiensi bisnis UMKM lewat fitur “Recommended Campaign” di aplikasi GoBiz.
Kondisi perekonomian kini melambat, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan ekonomi Indonesia kuartal I hanya tumbuh sebesar 2,97%, atau cukup tergerus secara signifikan dari perkiraan pertumbuhan pada awalnya (Sumber: Kementerian Keuangan RI). Di tengah situasi ini program Harkulnas GoFood 2020 membantu mencatat keberhasilan puluhan ribu mitra UMKM dalam memaksimalkan pendapatannya. Jumlah pesanan dan omzet merchant yang berpartisipasi rata-rata 12% lebih tinggi dibandingkan merchant di luar program.
Beberapa temuan menarik selama Harkulnas yang dapat menjadi referensi UMKM kuliner dalam menyusun strategi bisnis di tengah kondisi pandemi:
• Batam, Jabodetabek, dan Surabaya mencatat pertumbuhan transaksi tertinggi selama program
• Aneka Kopi menjadi minuman yang paling sering dipesan menemani masyarakat yang semakin banyak bekerja dari rumah
• Ayam Geprek dan Aneka Nasi Goreng adalah tipe makanan yang paling banyak dipesan karena selain sudah populer di GoFood, pengguna kini turut memesan menu tersebut untuk anggota keluarga yang lebih lama menghabiskan waktu di rumah
• Waktu pemesanan tertinggi terjadi pada pukul 18.00 – 20.00 WIB (sebelum Ramadan) dan pukul 16.00 – 19.00 WIB (saat Ramadan)
“Selain hasil yang positif dari Harkulnas, harapan mitra usaha kuliner untuk bisa berangsur pulih terlihat semakin besar yang terlihat dari peningkatan transaksi serta pertumbuhan omzet rata-rata mitra merchant GoFood sebesar 10% di awal bulan Mei ini, dibandingkan minggu sebelumnya di bulan April. Bahkan, beberapa merchant yang menjual snack atau camilan mengalami kenaikan transaksi yang lebih tinggi, yaitu 30% dibandingkan sebelum masa pandemi, hal ini dikarenakan perubahan preferensi konsumen yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,” ujar Catherine. (AC)














