“Inovasi dan Transformasi’ Makin Penting Bagi Bisnis Pasca Disrupsi Akibat Covid-19

Penulis Teguh Suyudi

Inovasi dan transformasi jadi dua kata kunci bagi bisnis terlebih di saat pandemi Covid-19. Era digital berkembang menjadi era ‘cerdas’ dimana bisnis menghadapi tantangan baru ditengah gangguan digital dan aturan main yang baru. Perusahaan-perusahaan yang menang adalah mereka yang bertransformasi melalui inovasi, terlebih lagi di era disrupsi digital saat ini diperparah oleh pandemi Covid-19.

Rachel Barger, President & Managing Director, SAP South East Asia mengatakan pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ekonomi dunia mengalami periode ‘reset’ untuk ‘rebound’. Waktu untuk bersaing sudah dimulai kembali, dan negara-negara yang bergerak cepat sekarang ini akan menjadi yang terdepan, sementara yang lain tertinggal.

“Bagi negara dan perusahaan yang cepat puas dengan tindakan ‘wait and see’, mereka akan tertinggal dan bahkan menjadi tidak relevan,” katanya. “Ketika bisnis mengkalibrasi ulang strategi jangka panjang mereka, sangat penting untuk menjadi realistis dan tidak banyak berharap. Dalam realitas baru, intelligent enterprise mampu untuk ‘do more with less’, memberikan customer experience yang terbaik, membangun rantai pasok yang tangguh, sambil menciptakan model bisnis dan sumber pendapatan yang baru,” kata Rachel Barger pada acara perdana virtual SAP Forward Together bertajuk “kenyataan bisnis yang baru”, 14/7.

Saat ini, bisnis berada dalam masa transisi menuju the new normal, dimana perkantoran dan pabrik serta akses ke tempat-tempat publik mulai dibuka secara bertahap. Untuk dapat bertahan dan beradaptasi di masa-masa krisis seperti sekarang ini, teknologi memiliki peranan penting bagi perusahaan-perusahaan. SAP berpengalaman di lebih dari 25 sektor industri dalam membantu para perusahaan pelanggan SAP untuk menghadapi berbagai macam tantangan di industrinya masing-masing.

 “Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju the new normal, dimana perlahan lahan bisnis seperti perkantoran dan pabrik serta akses ke tempat tempat publik mulai dibuka secara bertahap. Namun kita juga disadarkan betapa pentingnya resiliensi bagi bisnis kita untuk bisa bertahan. Dapat kita lihat sendiri, di saat disrupsi terjadi akibat covid 19, perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan digital platform, dan resource planning yang mampu bertahan dan mampu melakukan penyesuaian pada bisnisnya dengan lebih baik,” kata Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia.

“Hal ini didukung oleh beberapa kemampuan yang dimiliki oleh SAP, dimana kami dapat menyiapkan perusahaan Anda menjadi sebuah intelligent enterprise dimulai dengan S/4HANA untuk back office maupun SAP Customer Experience untuk front office. SAP juga memiliki portfolio solusi digital supply chain yang lengkap untuk berbagai macam industri, serta memiliki solusi cloud seperti Ariba dan Concur untuk procurement, dan juga solusi untuk intelligent spend management,” tambah dia.

Baca: Survey SAP tentang Dampak Covid-19: 40 Bisnis di Asia Tenggara Mengadopsi Pendekatan Wait and See

BACA JUGA

Leave a Comment