Turnitin meluncurkan Turnitin Originality, solusi integritas akademik yang komprehensif yang berfungsi memeriksa kecurangan pada sebuah karya ilmiah atau pekerjaan.
Head of Business Partnerships Southeast Asia for Turnitin Jack Brazel mengatakan kasus plagiat banyak ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tipe plagiat yang paling umum adalah menyalin ulang, mengambil kutipan tanpa sumber asli, memodifikasi tulisan hingga menggunakan jasa orang lain untuk mengerjakan.
Dengan Turnitin Originality dapat dilakukan pengecekan kesamaan teks Turnitin yang sudah dikenal, dengan fitur-fitur baru yang membantu para instruktur untuk mengatasi tren seperti menggunakan jasa orang lain untuk mengerjakan karyanya atau menyalin hasil karya lain.
“Turnitin Originality memberi instruktur dan administrator kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi kesalahan dalam satu alat sehingga contoh plagiarisme atau penulisan tidak autentik adalah momen yang bisa diajarkan, bukan menghukum,” ujar Jack dalam jumpa pers daring, 5/8.
Customer Growth Manager Southeast Asia, Yovita Marlina mengatakan setiap institusi dapat menetapkan standar baru untuk integritas akademik serta memberi siswa dan instrukturnya solusi terpadu untuk mendukung standar tersebut.
Pendidik dapat menggunakan Turnitin Originality sebagai alat belajar mengajar, menunjukkan kepada siswa mereka bagaimana mengidentifikasi konten yang tidak asli sebelum menyerahkan makalah mereka.
“Ketika kita temukan plagiarism, kita akan memberi skor berapa persen yang sama dari satu tulisan seseorang. Tapi penentuan skor baik atau buruk ya ada di institusi masing-masing, nanti institusi tersebut yang menentukan batasannya,” jelas Yovita.
Di perguruan tinggi, mahasiswa dilatih untuk membuat karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi. Namun tak dapat dipungkiri, jika di antara karya tersebut masih dapat ditemukan kesamaan dengan milik orang lain atau plagiat.
Saat ini beberapa institusi di Indonesia sudah
menggunakan software dari Turnitin seperti Universitas Indonesia, Universitas
Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pelita Harapan dan
Trisakti.














