ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Dukung Digital Lifestyle Huawei Mobile Services Kian Melejit

Ahmad Churi
6 August 2020 | 15:57
rubrik: Telco
Dukung Digital Lifestyle Huawei Mobile Services Kian Melejit
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Tren digital lifestyle (gaya hidup digital) di era konvergensi digital, kian menjadi keniscayaan yang tak terelakkan di kalangan masyarakat dengan tuntutan yang juga terus meningkat. Huawei sebagai penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) global, tak tinggal diam dengan mengembangkan solusi inovasi, baik ekosistem maupun infrastruktur sistem aplikasi miliknya, melalui Huawei Mobile Services (HMS).

Era konvergensi digital yang dipicu pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kian mewarnai dinamika kehidupan masyarakat. Pandemi Covid-19 seakan menjadi tonggak baru yang mampu mengubah banyak hal. Bukan hanya soal perilaku hidup sehat yang dipaksa berubah demi mencegah penularan, namun dinamika dan perilaku masyarakat dalam menggunakan perangkat komunikasi digital juga berubah drastis yang mampu mendorong berkembangnya gaya hidup digital di kalangan masyarakat.

Di tengah pandemi,banyak aktivitas terhalang untuk jumpa fisik. Sebagai solusinya, masyarakat banyak mengubah berbagai kebiasaan dari interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata, berpindah ke dunia virtual. Segala sesuatu, kian banyak tergantung pada perangkat dan aplikasi digital yang ada dalam genggaman tangan. Mulai dari aktivitas terkait pekerjaan kantor, berbelanja, belajar, bisnis, meeting, transaksi pembayaran, hingga aneka game dan hiburan.

Fenoman ini membuat digitalisasi bukan lagi sekadar gaya hidup, bahkan telah menjadi kebutuhan di kalangan masyaraat luas. Kebiasaan-kebiasaan ini pun terus berlanjut sebagai langkah preventif terhadap penyebaran virus dalam aktivitas kehidupan sehari-hari di fase New Normal. Hal ini semakin mengukuhkan betapa fenomena digital lifestyle bakal makin tak terbendung yang akan menciptakan ‘digital society yang membutuhkan konten dan aplikasi sesuai tuntutan yang mereka butuhkan secara cepat, kapan pun dan dimana pun.

Menuju era konvergensi digital, vendor dan operator termasuk perusahaan ICT global juga terus berlomba menyajikan solusi inovasi, antara lain melalui pengembangan perangkat, sistem aplikasi dengan mengintegrasikan fitur-fitur yang relevan. Komitmen ini juga yang kian dikukuhkan Huawei Global dalam menyikapi fenomena digitalisasi ini, termasuk untuk masyarakat Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan oleh CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen, serta President of Global Government Affairs, Huawei, Martin Xu, saat menjadi pembicara dalam seminar daring bertema “ICT for Post Covid-19: From Pandemic Resilience to Economic Recovery” yang adakan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Huawei Indonesia yang diperkuat 88 persen karyawan lokal, selama ini telah secara aktif berkontribusi dalam mendukung pengembangan sektor TIK di Indonesia. Huawei telah mendukung para pelaku industri dan operator dalam membangun konektivitas broadband nasional berteknologi 2G, 3G, dan 4G untuk melayani layanan konektivitas digital bagi masyarakat Indonesia, termasuk pelaku UKM dan Startup dari berbagai sektor. Antara lain meliputi bidang kesehatan, penelitian, dan pendidikan,” ungkap CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen melalui keterangan tertulis dalam rilis pers, yang diterima redaksi, di Jakarta, belum lama ini.

BACA JUGA:  Huawei Watch Fit 3 Segera Maluncur di Indonesia

Di tingkat global, Huawei juga berkomitmen melanjutkan inklusi digital dan ingin menjadikan teknologi ini agar makin dapat diakses oleh semua kalangan ini. Hal ini terungkap dari “Huawei Sustainability Report 2019” yang dipublikasikan 9 Juli 2020 dalam rilis pers, di mana Huawei bertekad untuk terus mendukung pembangunan masa depan masyarakat dunia yang lebih baik dan berkelanjutan. Di antaranya dilakukan dengan mengimplementasikan rencana aksi inklusi digital TECH4ALL, serta intens mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Better World Summit 2020 yang berlangsung di Cina yang diikuti secara daring oleh ribuan peserta yang berasal dari lebih dari 80 negara, Guo Ping, Rotating Chairman Huawei juga menandaskan pentingnya mengeksplorasi kebijakan industri agar mampu mendorong pengembangan ekonomi digital, memfasilitasi pemulihan ekonomi, serta membangun masa depan yang lebih baik. Termasuk menyampaikan perlunya bersinergi dan memikul tanggung jawab bersama, guna mendorong kembali perekonomian dunia yang tengah melesu akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi ini telah turut merombak bagaimana manusia beraktivitas dalam keseharian dan bekerja. Pandemi juga telah memukul sendi-sendi perekonomian global. Namun dalam banyak hal, TIK memiliki peranan penting yang menjadi andalan kita dalam memerangi virus ini. Kami telah mengembangkan sembilan solusi berbasis skenario yang menggunakan teknologi TIK untuk membantu memerangi pandemi. Baik dalam hal penyebaran jaringan rumah sakit, konsultasi jarak jauh, pendidikan online, atau memulai kembali pemerintahan dan bisnis, kami telah berbagi pengalaman dan kemampuan untuk membantu mengendalikan penyebaran virus dan menggerakkan kembali perekonomian,” ujar Guo Ping.

Guo Ping, Rotating Chairman Huawei: Huawei berkomitmenterus memperkokoh dukungannya dalam mengembangkan ekosistem digital.

Perkuat Ekosistem Digital di HMS

Huawei sebagai penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global, juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkokoh dukungannya dalam mengembangkan ekosistem digital. Setelah tak lagi diizinkan menggunakan aplikasi teknologi buatan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), termasuk layanan google per Mei 2019 lalu sebagai dampak perang dagang AS-Tiongkok, Huawei harus berjuang sendiri menyelamatkan produksi smartphone miliknya dengan membangun software aplikasi sendiri karena tak diizinkan lagi menggunakan Android dan layanan Google Mobile Service (GMS).

Sejak itu, Huawei semakan tertantang untuk bisa membuktikan bahwa perusahaan ini juga bisa membangun aplikasi sendiri yang bisa diandalkan masyarakat luas. Sejak itu, Huawei memutuskan mengembangkan teknologi dalam ekosistem software digital sendiri, yakni Huawei Mobile Services (HMS) dan toko aplikasi AppGallery yang serupa dengan Google Play Store.

Tak tanggung-tanggung, untuk tujuan ini, Huawei tak segan menggelontorkan investasi besar-besaran untuk riset & development (R&D), terutama dalam upaya mengembangkan HMS. Selain itu, Huawei juga mengajak para developer (pengembang) aplikasi untuk masuk ke ekosistem mereka untuk membuat dan mengembangkan aplikasi yang bisa berjalan di ekosistem HMS. Termasuk aplikasi-aplikasi inovatif yang mendukung daily life masyarakat luas.

BACA JUGA:  Telkomsel Dukung Digitalisasi Pembangunan Jaya Ancol

Tak pelak dengan banyaknya dukungan ini, dalam waktu singkat aplikasi inovatif di HMS juga banyak bermunculan dengan cakupan yang juga makin komplit. Huawei Mobile Services (HMS) merupakan kumpulan aplikasi dan layanan dari Huawei untuk ekosistem untuk semua pirantinya yang memungkinkan pengguna mengakses informasi penting di akun dan peranti, plus layanan atau produk layanan Huawei lain. Platform ini diklaim dikembangkan dengan memikirkan ulang tren gaya hidup digital untuk memberikan pengalaman hidup digital yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih baik kepada pengguna di seluruh dunia.

Smartphone Huawei dipersenjatai fitur inivatis dari HMS.

Di HMS, antara lain terdapat Huawei ID, Huawei Browser, Huawei Themes, Huawei Music, Huawei Video, Huawei Reader, dan Huawei Assistant. Melalui Huawei ID, pengguna akan dapat mengakses semua layanan, termasuk Tema, HiGame, HiCare, Phone Clone, HiCloud, Huawei Wear, Huawei Health, dan banyak lagi (ketersediaan bervariasi berdasarkan kawasan).

Misalnya di Indonesia, selain fitur bawaan yang ada di HMS, dalam Huawei AppGallery juga tersedia aplikasi lokal dengan menyesuaikan negara asal pengguna. Dalam hal ini, pengguna Indonesia dapat menikmati berbagai aplikasi dari berbagai kategori. Misalnya layanan perbankan dan pembayaran digital, e-commerce, perjalanan, hiburan, ekspedisi, operator telekomunikasi, berita, serta makanan dan minuman. Untuk kategori perbankan dan pembayaran digital, AppGallery menyediakan sejumlah aplikasi, seperti Akulaku, BCA, DANA, ID DBS, GoMobile CIMB Niaga, Digibank by DBS, PinjamYuk, Kredinesia, TunaiKita, AdaKami, dan Permata Mobile.

Begitu juga untuk kebutuhan belanja, beberapa aplikasi dari e-commerce juga tersedia, seperti Blibli, JD.ID, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Matahari Mall, Lazada, Mitra Tokopedia, Tokopedia Seller APP, iLotte, dan Jakartanotebook.com. Selain itu terdapat aplikasi kategori perjalanan untuk memudahkan pengguna dalam bepergian, seperti Garuda Indonesia, Traveloka, dan KAI Access.

Tak kalah seru, untuk hiburan, juga tersedia Joox, Vidio, Hago, MaxStream, UseeTv Go, NovelMe, Langit Musik, dan RCTI+. Sisi hiburan ini makin lengkap dengan aplikasi Wawa untuk bermain games. Selain itu, masih banyak lagi fitur menarik lainnya yang bisa menopang aktivitas sehari-hari melalui perangkat digital.

Fitur penting lainnya yakni Huawei Browser yang didedikasikan untuk menyediakan penjelajahan internet berkecepatan tinggi, pencarian nyaman, dan perlindungan privasi komprehensif untuk pengguna ponsel dan tablet. Pada saat yang sama Newsfeed-nya akan membuat pengguna bisa tetap up to date.

Adapun Huawei AppGallery, ini serupa dengan Google Play Store. Di App Gallery ini, pengguna atau konsumen dapat mencari dan mengunduh beragam aplikasi, termasuk games. Tercatat sejak peluncuran global di bulan April 2018, AppGallery telah melayani lebih dari 300 juta pengguna aktif per bulannya di 170 negara dan wilayah.

BACA JUGA:  Luar Biasa, Kontribusi Pajak TelkomGroup Tumbuh 3,24% di Tahun 2020

Pengunduhan yang terakumulasi telah mencapai 180 juta dalam setahun dan jumlah aplikasi yang diluncurkan di HUAWEI AppGallery telah meningkat seiring bertambahkan developer yang bergabung ke Ekosistem HMS.
Berkat terobosan dan inovasi yang tiada henti, pengguna HMS pun terus meningkat. Huawei telah mengumumkan perkembangan terbaru dari ekosistem Huawei Mobile Services (HMS) dan toko aplikasi AppGallery dalam acara “China Internet Conference ke 19”, belum lama ini, di Tiongkok.

Huawei mengklaim hingga paruh pertama tahun 2020, sudah memiliki 1,6 juta pengembang yang mendukung HMS dengan pertumbuhan 76% tahun ke tahun. Sudah lebih dari 81.000 aplikasi inovatif mengintegrasikan kemampuan terbuka ‘HMS Core’. Jumlah lamaran telah meningkat 26.000 sejak Februari tahun ini.

Selain itu, perusahaan mengungkapkan bahwa pengguna ponsel Huawei telah mencapai 700 juta secara global dengan pertumbuhan 32% year-on-year. Volumenya menyamai volume Apple (AAPL: NASDAQ). Dengan basis pengguna yang cukup besar, Huawei dengan cepat mengembangkan layanan pengganti Google (GOOG: NASDAQ).

“AppGallery, platform distribusi aplikasi resmi Huawei, mencakup lebih dari 170 negara dan wilayah. Dengan cakupan ini, kami berharap dapat berbagi inovasi digital lokal ke tingkat global. Kami ingin setiap aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh mitra global bisa menjangkau jutaan pengguna perangkat Huawei,” kata Zhang Ping’an, Presiden Consumer Cloud Service, Huawei Consumer Business Group dalam rilis pers.

Satu minggu sebelumnya, perusahaan meluncurkan HMS Core 5.0 untuk pengembang global di situs web resmi Pengembang. HMS Core 5.0 adalah penerus Core 4.0 dengan lebih dari 20 kemampuan baru yang ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan pengembang yang terus meningkat di seluruh dunia. Dengan rilis HMS Core 5.0 dan HarmonyOS 2.0, Huawei bertekad untuk membangun ekosistem seluler mandiri yang solid di pasar global.

Huawei dalam “Sustainability Report 2019” yang dirilis Juli 2020 menegaskan, TIK akan memainkan peran penting dalam mencapai SDG PBB dan menyerukan seluruh industri untuk bekerja sama mempromosikan pembangunan sosial ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan umat manusia.

“Huawei percaya pada keterbukaan dan kolaborasi untuk kesuksesan bersama. Kami bekerja dengan mitra industri, seperti pemasok kami, untuk membangun ekosistem industri yang berkembang. Kami akan tetap berupaya dan terus menciptakan nilai bagi pelanggan kami dan komunitas global yang lebih luas,” Tandas Tao Jingwen, Anggota dewan dan Ketua Komite CSD Huawei dalam keterangan tertulis yang diril kepada pers. (AC)

Tags: Huawei
Previous Post

Resmi Diperkenalkan, Ini Dia Samsung Galaxy Z Fold2

Next Post

XL Axiata Ungkap 5 Keuntungan XL Smart Poultry Bagi Peternak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto