Dalam setahun terakhir, jumlah warung dan individual yang menjadi Mitra Bukalapak bertumbuh hingga tiga kali lipat. Hal ini didukung oleh perluasan cakupan distribusi stok grosir ke lebih dari 50 kota di Indonesia yang bekerjasama dengan distributor nasional dan lokal, demi memastikan ketersediaan barang bagi para Mitra.
Dalam siaran pers, 11/9, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, “Kami terus menambahkan berbagai produk digital untuk dapat dijual oleh para Mitra Bukalapak sehingga bisa terus menambahkan sumber pendapatan bagi Mitra Bukalapak, seperti layanan transfer uang, investasi emas, berbagai pembayaran tagihan seperti listrik, PDAM, dan lain – lain.”
“Kami juga baru saja meluncurkan fasilitas pembayaran berbasis kredit yang dinamakan Bayar Tempo. Dengan menggunakan fitur ini, mitra dapat berbelanja produk grosir maupun virtual di aplikasi Mitra Bukalapak dan membayar pembelian tersebut pada tanggal jatuh tempo di akhir bulan.”
“Selain itu, di tahun 2020 ini, kami juga secara aktif memberdayakan Mitra Bukalapak dengan meluncurkan produk-produk inklusi keuangan seperti Kirim Uang, Tabungan Emas, QRIS, dan pengisian e-money yang sangat membantu meningkatkan pendapatan mitra kami terutama di masa pandemik yang sulit ini.”
Selama masa pandemi, pertumbuhan rata-rata produk virtual di Bukalapak mencapai lebih dari 60% dibandingkan sebelum masa pandemi. Kenaikan ini berfokus pada produk-produk seperti pulsa dan paket data, pembayaran tagihan, streaming voucher, voucher belajar untuk kursus online, dan pembelian gift card.
Sedangkan dalam hal inovasi pembayaran, transaksi di warung Mitra Bukalapak yang menggunakan metode pembayaran QRIS naik lebih dari 50%.
Baca: Strategi Bukalapak untuk Ciptakan Keadilan Ekonomi dan Tumbuh Berkelanjutan














