Jakarta, ItWorks – BPPT bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan Covid-19 (TFRIC-19) telah menorehkan beberapa capaian selama kurun waktu Maret sampai September 2020.
“Sebuah perjalanan yang sarat dengan perbedaan, kompleksitas dan dinamika proses yang ketat, alhamdulillah dengan semangat kebersamaan yang kuat aksi-aksi tersebut bisa diharmonisasikan dengan baik menjadi sebuah ekosistem inovasi teknologi,” ujar Kepala BPPT Hammam Riza di acara Laporan Kegiatan TFRIC-19 Priode Maret-September 2020 yang dilakukan secara daring (29/09), di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TFRIC-19 Soni Solistia Wirawan menyampaikan, bahwa ada lima aksi utama TFRIC-19 yang telah disepakati dan dilaksanakan dengan konsep sinergi dalam wadah ekosistem inovasi. Di antaranya yakni inovasi produk NonPCR, inovasi produk PCR tes kit, Aplikasi Artifiicial Inteligence (AI) untuk Covid-19, Whole Genome Sequencing, dan pengembangan sarana prasaran kesehatan.
Aksi TFRIC-19 ini diarahkan guna memperkuat penanganan Covid-19 malalui tracing, testing dan treating. Secara garis besar tahapan inovasi TFRIC- 19 ini adalah untuk menghasilkan produk yang siap untuk dikomersialisasi. Mulai dari disain, prototyping, validasi, registrasi, produksi dan distribusi, jelasnya.
Menurut Hammam Riza, periode Maret-September 2020 telah memberikan pengalaman yang luar biasa, akan tetapi diakui tantangan kedepan semakin komplek. Sementara, guna memperkaya gagasan dan menajamkan ide aksi-aksi TFRIC-19 ke depan, pihaknya ingin ada tim kecil yang menyari dan menggodok rencana aksi tersebut. Seperti dengan mengajak para praktisi industri dan stake holder lain untuk mengawali langkah-langkah besar TFRIC-19 selanjutnya. (AC)














