Jakarta, Itech- Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meresmikan alat peraga terbaru bernama Tesla Coil . Wahana Tesla Coil yang berarti kumparan tesla, yakni, sejenis sirkuit transformator resonansi yang diciptakan Nikola Tesla pada 1891.
Tesla Coil digunakan untuk menghasilkan tegangan tinggi, arus pendek, dan frekuensi tinggi dari arus listrik bolak balik dan dapat menghasilkan loncatan listrik sepanjang 2,5 meter. Sebagai penghantar listrik, alat ini dilengkapi dengan sebuah sangkar raksasa (Stainless Faraday) dari bahan stainless. “Artinya, siapapun yang masuk ke dalam sangkar tersebut, tidak akan terkena sengatan listrik yang dihasilkan dari Tesla tersebut,” Direktur PP IPtek, Ari Hendrarto Saleh.
Peluncuran Tesla Coil ini diresmikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, (30/12) . “Di PP Iptek ini, masyarakat Indonesia bisa melihat perkembangan Iptek, tetapi tentunya perlu diikuti dengan perkembangan moral yang baik,” katanya.
Nasir juga menyampaikan harapannya agar di masa depan, penelitian di Indonesia bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengatakan, perkembangan yang ada di PP Iptek merupakan media kecil bagi Indonesia. Perkembangan Iptek di PP Iptek merupakan media kecil masyarakat Indonesia untuk mendalami Iptek.
PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu sumber pembelajaran iptek bagi masyarakat luas khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Menristek Dikti menyerahkan Bis Listrik secara simbolis untuk dipinjamkan kepada Universitas Indonesia (UI). Selain itu, Menristek Dikti memberikan penghargaan kepada beberapa instansi swasta yang telah berkontribus dalam mendukung program Kemenristek Dikti bagi pengembangan iptek generasi muda.













