Berkat Dukungan IT yang Handal, Produk Digital BNI Kian Diminati

Penulis redaksi
TOP DIGITAL Awards 2020

Reporter: Busthomi Asyari

Editor: Teguh Imam S.

Sebagai salah satu bank terbesar di Tanah Air, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  (BNI) terus berbenah dalam segala bidang. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja Perseroan dan memberikan layanan yang terbaik bagi nasabahnya.

Salah satu cara yang ditempuh Perseroan dengan meningkatkan pemanfaatan dan kualitas IT-nya. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dimana keandalan sistem IT perbankan makin jadi ujung tombak untuk memberikan pelayanan yang prima.

Dalam kaitan dengan pemanfaatan TI, bank pelat merah ini memiliki banyak solusi, layanan dan produk yang dikembangkan oleh Tim IT BNI. Diantaranya adalah adalah BNI Application Programming Interface (API), satu perangkat lunak yang mengizinkan dua aplikasi terhubung satu sama lain.

Juga, fasilitas Sandbox digunakan oleh Tim IT untuk melakukan test scenario yang lengkap, misalnya dalam proses pengembangan satu produk atau layanan. Tujuannya untuk menjamin kehandalan produk atau produk tersebut dari adanya high volume API.

Serta produk mobile Banking atau m-Banking yang memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menikmati layanan BNI secara mobile dari mana saja, dan kapan saja.

Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: BNI SONIC dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Untuk Manjakan Nasabah

“Ternyata selama pandemi ini, produk digital BNI kian diminati. Baik API Portal dan Sandboxing maupun mobile banking. Ini terlihat dari pertumbuhan yang terus meningkat ditandai dengan naiknya pendapatan dari fee based income (FBI),” tutur VP IT Architecture & Planning Bank BNI, Joko Christianto, saat penjurian secara online ajang TOP DIGITAL Awards 2020  yang digelar Majalah IT Work, di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Menurut Joko, API Portal dan Sandboxing BNI memiliki fitur unggulan yang mendukung lebih dari 238 layanan BNI, antara lain layanan bill payment, cash management, remittance, dan layanan perbankan umum.

Solusi IT dari bank yang masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV ini memberikan manfaat dan dampak positif, lanjut Joko, yakni telah digunakan oleh lebih dari 3.000 pengguna B2B, termasuk fintech dan start up, yang meng-ekspose layanan BNI ke non nasabah serta memudahkan nasabah BNI dalam bertransaksi pada aplikasi/merchant/start up favorit.

“Layanan BNI API ini turut mendukung pertumbuhan FBI, dari sebelumnya 3,29% di 2018 bertumbuh pesat menjadi 18,05% di tahun lalu. Dan pencapaian FBI-nya sebesar Rp11,4 miliar di akhir 2019 itu. Tahun ini growth-nya bisa lebih tinggi lagi, cuma datanya nanti kita lihat di akhir tahun ini,” ungkapnya.

Ke depan, selain mendukung basic banking service, BNI API ini akan dilengkapi dengan kapabilitas ecosystem service, sehingga layanan BNI dapat dimanfaatkan oleh ekosistem tersebut dalam melayani kebutuhan anggota ekositemnya.

Tim IT PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. saat sesi Wawancara dengan Dewan Juri secara online di ajang TOP DIGITAL Awards 2020  yang digelar Majalah IT Works, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Foto: IT Works.

Kepada Dewan Juri TOP DIGITAL Awards, Joko juga menjelaskan, saat ini sistem BNI API sudah masuk nominasi DevPortal Awards 2020 merupakan acara penghargaan yang diberikan kepada developer portal dan komponen dokumentasi API terbaik di tingkat internasional. Dengan pesaing dari event ini adalah bank-bank raksasa di dunia.

“BNI mewakili Indonesia, karena satu-satunya dari Indonesia. Dengan BNI API Digital Services andalannya. Di acara penghargaan ini, BNI masuk ke dalam 3 nominasi, salah satunya yaitu nominasi Best Overall Developer Portal,” kata Joko.

Adapun untuk produk digital m-Banking BNI, menurut Joko memiliki banyak keunggulan, salah satunya touchless payment. Karena Tim IT BNI telah memanfaatkan teknologi biometric (fingerprint atau face recognition) dan 2FA untuk transaksi. Sehingga memudahkan pengguna untuk tarik tunai tanpa kartu ATM, onboarding nasabah baru, dan pemblokiran kartu debit.

Ia mengungkapkan bahwa produk ini sudah digunakan oleh lebih dari 4,8 juta nasabah dengan lebih dari 26 juta transaksi di 2019 lalu, membuat m-Banking BNI sebagai channel terdepan bagi brand layanan Digital BNI.

“Ke depan, fitur ini akan semakin diperkaya antara lain dengan kapabilitas chatbot, single sign-on, dan personal finance management,” tambahnya.

“Ternyata selama pandemi ini, produk digital BNI kian diminati. Baik API Portal dan Sandboxing maupun mobile banking. Ini terlihat dari pertumbuhan yang terus meningkat ditandai dengan naiknya pendapatan dari fee based income (FBI).”

VP IT Architecture & Planning Bank BNI, Joko Christianto

Komitmen Manajemen

Keseriusan bank yang kini dipimpin oleh Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama dalam memacu kualitas IT memang tak bisa dibantah. Hal ini terlihat dari anggaran sektor IT yang mendapat porsi yang cukup besar, baik untuk investasi maupun operasional.

Selain itu, untuk struktur manajemen yang mengurusi IT, komitmen BNI juga cukup tinggi. Dalam struktur organisasi, di bawah posisi Dirut/Wadirut ada Direktur Teknologi Informasi & Operasi, di bawahnya ada Divisi Solusi Teknologi Informasi, Divisi Operasional Teknologi Informasi, dan Unit Keamanan Informasi.

“Ketiga posisi yang mengurusi IT itu akan menjalankan IT masterplan BNI yang terdiri dari new digital proposition, governance towards performance, strive for operational excellence, dan innovative and agile organization,” pungkas Joko. 

Baca: Masuk New Normal, BNI Maksimalkan Layanan Digital

Baca: Fitur Mobile ini Bantu Nasabah Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BNI

BACA JUGA

Leave a Comment