Keren, ESTIM Tembus Pasar Luar Negeri

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks- Tak banyak software IT business dari lokal developer yang bisa tembus pasar luar negeri. Terlebih untuk ketegori perusahan start up. Dari yang sedikit itu itu, salah satunya ditorehkan oleh ESTIM (Enterprise System for Technology and Information Management ) yang dikembangkan oleh PT Lemurian Inovasi Teknologi.

“Visi kami saat ini yaitu ingin menjadi idola para investor bisnis. Karena itu untuk daya tarik, kami juga terus lakukan inovasi-inovasi solusi baru. Kami bertekad mewujudkan misi kami menjadi platform pilihan dengan menjadi 5 besar perusahaan start-up tersukses pada tahun 2025 dengan 50 juta pengguna hingga menjadi start up unicorn. Menjadi rumah para innovator dan developer teknologi informasi pada tahun 2025. Kami sangat optimis, apalagi produk solusi ESTIM tak hanya dipercaya oleh para pelaku usaha di dalam negeri, namun juga sudah digunakan oleh pebisnis di Brunei. Ini sesuatu yang membanggakan bagi kami sebagai anak bangsa,” ungkap Febby Febriyanti, Head of Product & Marketing PT Lemurian Inovasi Teknologi saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung (20/11/2020) melalui zoom meeting yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, di Jakarta.

Turut hadir dalam penjurian ini, Tata Kartadibrata CEO and Head of Development PT Lemurian Inovasi Teknologi dan Kiki Rizki Syahputra, Head of Contact Center & Support, dan beberapa IT Ekspert yang juga turut memberi tanggapan atas pertanyaan-pertanayaan dari dewan juri. Sedangkan juri terdiri Hidayat Tjokrojodjo (Apkomindo), Melani Harriman (Melani K Harriman Associate), Nina Kurnia HIkmawati (Aptikom) serta Ben Dee Haan (Advisor ItWorks) yang dipandu oleh moderator Ahamad Churi (Managing Editor ItWorks).

Selama ini perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan solusi software untuk Teknologi Informasi Komunikasi (ICT) ini, telah menyediakan software bisnis kepada customer untuk mendukung sistem manajemen di berbagai perusahaan. Beberapa solusi inovasi yang disuport mulai dari sistem manajemen seperti ERP, layanan pelanggan CRM, mobility akses, bahkan juga big data dan IoT yang diperlukan untuk memasuki era Industri 4.0.

CEO and Head of Development PT Lemurian Inovasi Teknologi, Tata Kartadibrata mengunngkapkan, saat ini varian produk solusi yang dihadirkan mencakup, Citizen Service Management, IT Service Management, Healthcare Service Management, Education Service Management, Property Service Management, Customer Service Management, Enterprise Service Management, Field Service Management.

PT. Lemurian Inovasi Teknologi sebagai Principal sekaligus pemegang Hak Cipta dan Merek ESTIM, memiliki tiga model bisnis yang terkait dengan ESTIM. Pertama ESTIM Perpetual License adalah lisensi beli putus, artinya tidak ada kewajiban memperpanjang lisensinya, kecuali support dan maintenance, yang ditawarkan dalam bentuk Annual Technical Service (ATS).

Kedua ESTIM Subscription,yakni adanya akses INDISCH sebagai Software as a Service (SaaS), yang bisa di subscribe oleh perusahaan dan langsung digunakan, tanpa harus menyiapkan infrastuktur sendiri. Sedang model ketiga Annual Technical Services yakni layanan support dan maintenance untuk jenis lisensi Perpetual. Dalam hal ini perusahan dibayarkan setiap tahun oleh customer.

Menurut Febby Febriyanti, sebelumnya ESTIM telah menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Program Komputer IT Service Management Pertama di Indonesia. Program Komputer IT Service Management karya ESTIM ini, telah memiliki modul yang siap pakai yang mencakup langkah dan proses dalam IT Infrastructure Library sebagaimana proses yang ada dalam produk solusi sejenis yang ada di dunia.

Ke depan dengan kekuatan inti yang dimiliki, PT Lemurian Inovasi Teknologi melalui produk di bidang inovasi solusi teknologi -ESTIM, bertekad terus memperkuat posisi untuk menjadi leading digital business integrator dan digital distribution champion di Indonesia.

Ditambahkan, memasuki era revolusi industri keempat (Industri 4.0), dan juga dengana danya program-program Smart City, SPBE dan sejenisnya, prospek produk software business seperti ESTIM, diyakini bakal makin cerah. Hal ini karena kegiatan produksi dan manufaktur di era industri 4.0, sangat membutuhkan dukungan teknologi informasi, termasuk software dan aplikasi pendukungnya. Era ini juga ditandai dengan adanya pergeseran tenaga kerja manusia yang mulai digantikan dengan mesin-mesin otomatis dan robotic yang digerakan smart software. Seperti Artificial Inteligence (AI), big data, IOT dan aplikasi pendukung lainnya. Dengan demikian, solusi software teknologi informasi untuk bisnis juga akan sangat cepat berkembang.

“Revolusi Industri Gelombang ke-4 (Industrial Revolution 4.0) merupakan era penerapan teknologi modern, antara lain teknologi fiber dan sistem jaringan terintegrasi, yang bekerja disetiap aktivitas ekonomi, dari produksi hingga konsumsi. Dengan demikian kebutuhan solusi software untuk industri manufaktur, bisnis dan juga akan terus meniungkat. Apalagi ditambah dengan adanya program smart city di berbagai daerah,”ujarnya.

Keberhasilan ESTIM ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, sebenarnya mampu membuat produk-produk software komersial yang berkualitas. Apalagi hal ini juga sudah diakui banyak pengguna dari perusahaan besar, seperti BRI, Mandiri Syariah, Lintasarta, GMF (Garuda Group), dan beberapa perusahaan lain. Bahkan juga sudah tembus pelanggan di luar negeri.

PT Lemurian Inovasi Teknologi, sebagai perusahaan pemegang Hak Cipta software ESTIM, saat ini memiliki tenaga ahli dan karyawan anak bangsa. Bahkan sebagian besar berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sebagian dibina sejak masih duduk dibangu sekolah dalam program CSR. Program rekrutmen sendiri dilakukan atas kerja sama dengan pihak sekolah melalui tahap seleksi, pelatihan, dan pembekalan sebelum menjadi karyawan. (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment