
Penulis: Teguh Imam S.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terpilih sebagai Finalis ajang TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah IT Works bekerja sama dan didukung oleh sejumlah asosiasi dan konsultan Teknologi-Informasi (TI) terkemuka di Tanah Air.
TOP DIGITAL Awards 2020 adalah ajang awarding, pemberian penghargaan, bidang TI/Solusi Digital yang diberikan kepada Instansi Pemerintah, Lembaga/Badan, Korporasi, dan Penyedia Solusi Bisnis yang dinilai berhasil dalam menerapkan TI/Solusi Digital untuk meningkat kinerja, daya saing, dan memberikan pelayanan kepada user dan customer.
Ajang ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2014 dan tahun ini tema yang diangkat adalah “TOP Digital Implementation in New Normal Era.”
Dalam tahap Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan secara online, 17/11/2020, Nazib Faizal, S.T., M.Sc., Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian PUPR menjelaskan perkembangan Transformasi Digital yang dijalankan di Kementerian PUPR dalam beberapa tahun terakhir.
“Terdapat tiga Sasaran Transformasi Digital di Kementerian PUPR, pertama, Stakeholder Puas Terhadap Layanan. Yaitu, stakeholder mudah mengakses seluruh layanan PUPR secara digital dengan menerapkan prinsip satu pintu akses, proses yang sederhana dan kecepatan proses layanan.”
“Kedua, Pegawai Mudah Dalam Bekerja. Dengan transformasi digital, kami ingin, pegawai Kementerian PUPR dapat bekerja secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan perangkat digital dimana saja dan kapan saja.
“Terakhir, membantu Pimpinan Cepat dan Tepat Mengambil Keputusan. Pimpinan dapat menerima data dan informasi yang dibutuhkan secara cepat, tepat dan akurat untuk digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan,” ujar Nazib.
Untuk mencapai ketiga sasaran tersebut, menurut Nazib, strategi Transformasi Digital yang dijalankan Kementerian PUPR adalah Merubah (Transform) Model Bisnis, Proses Bisnis, dan Cara Bekerja.
“Penerapan strategi itu membutuhkan dukungan adanya Smart Office dengan menerapkan Otomatisasi Dan Digitalisasi Kegiatan Perkantoran. Adanya Tata Kelola IT yang Baik dengan menerbitkan Permen PUPR tentang SPBE. Dan terakhir, tersedianya Layanan yang Handal dan Prima dengan melakukan Integrasi Data dan menyediakan Layanan Digital,” terang Nazib.

Target Tahun Transformasi Digital Kementerian PUPR
Dalam kesempatan ini, kepada Dewan Juri, Nazib memaparkan target Transformasi Digital yang ingin dicapai Kementerian PUPR untuk tahun 2020 adalah Sinkronisasi dengan Identifikasi dan Mempersiapkan Sistem.
“Inisiatif yang kami lakukan yaitu, Identifikasi dengan melakukan pendataan dan inventarisasi aplikasi yang aktif di PUPR. Dan mengumpulkan Data Bidang PUPR (Infrastruktur, Teknis, Spasial, dsb) di sistem Cloud.”
“Target yang ingin kami capai dari inisiatif tersebut mendapat gambaran kondisi eksisting aplikasi dan ketersediaan data bidang PUPR. Untuk kemudian, merumuskan Arsitektur ideal untuk integrasi aplikasi dan data bidang PUPR.”
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran untuk berbagi data bukan memperbanyak aplikasi,” ungkap Nazib.
“Inisiatif berikutnya, mempersiapkan sistem. Dengan melakukan Migrasi Server ke Cloud. Dan Pembuatan Super-App yaitu Bravo dan Sahabat PUPR.”
“Kami ingin mencapai target, 25 persen dari total Server PUPR migrasi ke Cloud. Dan dapat Launching Super-App Layanan Digital PUPR pada Hari Bakti PUPR ke-75 pada 3 Desember.”
“Dengan pencapaian target tersebut, kami ingin meningkatkan layanan data dan manajemen teknologi informasi.”
“Tahun ini, kami juga melakukan Digitalisasi Tahap I dengan Pemanfaatan Works Collaboration Tool dan akan menerbitakan Permen PUPR tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).”
“Dengan Digitalisasi Tahap I ini, target yang ingin kami capai pegawai bisa bekerja secara digital (2800 pengguna) dan Unit Organisasi dan Pegawai memiliki panduan dan aturan dalam penyelenggaraan SPBE.”
“Dengan demikian kami ingin memperkenalkan budaya bekerja secara digital dengan dukungan aturan tata kelola SPBE,” ujar Nazib.
Nazib melanjutkan target Tahunan 2021 adalah Implementasi dengan Instalasi dan Running Systems.
“Layanan Terintegrasi dengan super-app Bravo dan Sahabat PUPR digunakan, Data Bidang PUPR (Infrastruktur, Teknis, Spasial, dsb) tersimpan di Cloud, dan Seluruh Server PUPR berada di Cloud
Dengan demikian, Stakeholder hanya perlu sekali login untuk mendapat akses ke seluruh layanan PUPR, Data Bidang PUPR terkumpul di satu storage dan siap di bagi-pakaikan, dan Server dikelola sesuai standar keamanan”
“Stakeholder puas terhadap Layanan Digital PUPR yang sederhana, mudah dan cepat”
“Tahun 2021, kami juga ingin ada Dashboard Terintegrasi. Untuk Monitoring PBJ Terintegrasi, Monitoring Pekerjaan PUPR Terintegrasi, dan ada Dashboard Data dan Informasi Bidang PUPR.”
“Dengan Dashboard itu, targetnya adalah Terpantaunya capaian dan target PUPR secara Real Time, ada Pemberitahuan awal atas ketidaksesuaian pekerjaan, dan Informasi yang dibutuhkan dapat diakses dalam satu Dashboard oleh Pimpinan.”
“Sehingga ada peningkatan layanan terhadap kebutuhan data dan informasi PUPR untuk pengambilan keputusan,” harap Nazib.
“Juga dilanjutkan Digitalisasi Tahap II, dengan Pemanfaatan Works Collaboration Tool, tersedianya Infrastruktur TIK Penunjang Bekerja, dan hadirnya Smart Office.”
“Target yang ingin dicapai Pegawai bisa bekerja secara digital (33.0000 Pengguna), Penyediaan teknologi dengan konsep “Bring Your Own Device” untuk bekerja, dan ada Percontohan kantor dengan fasilitas millennial.”
“Kami ingin Pegawai PUPR dapat bekerja secara digital dimana saja dan kapan saja.”
Menurut Nazib, Tranformasi Digital Kementerian PUPR, akan terus dijalankan di tahun-tahun ke depan. “Tahun 2022 dengan menitikberatkan pada Performa yaitu Pengembangan dan Peningkatan Digitalisasi. Dilanjutkan tahun 2023 dan seterusnya dengan Stabilitas dan Keberlanjutan.”
Baca: Kementerian PUPR Gunakan Teknologi Modular Untuk Membangun Fasilitas Karantina
Baca: Kementerian PUPR Perkuat Penerapan E-Learning
Baca: Aplikasi Simantu, Untuk Meningkatkan Kualitas Karyawan PUPR














