Kepala Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha mengatakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City berkolaborasi dengan pelaku industri maupun perusahaan rintisan untuk mengembangkan berbagai fitur.
Dalam webinar literasi digital “Pemanfaatan TIK dalam Penanganan COVID-19”, 06/02/201, Yudhistira mengungkapkan ada 5 startup yang bekerja sama dengan Jakarta Smart City untuk mengembangkan fitur penanganan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta.
“Aplikasi yang dikembangkan harus bisa digunakan di ponsel karena komunikasi dan interaksi pada masa pandemi banyak menggunakan perangkat seluler ini,” terang Yudhistira.
“Kami melibatkan startup penyedia deteksi masker wajah, face mask detection, untuk mendeteksi pemakaian masker di ruang publik dengan memanfaatkan CCTV di ruang publik untuk mendeteksi penggunaan masker,” ujarnya.
Kerja sama dengan startup lainnya, mengembangkan Public Mobility Monitoring Dashboard, kecerdasan buatan untuk otomasi pemantauan mobilitas publik, menggunakan 251 CCTV di wilayah Jakarta.
Baca: Jakarta Smart City Berkolaborasi dengan Finalis Future City – The Virtual Smart City Hackathon
Jakarta Smart City juga mengembangkan program Zonasi untuk memantau data COVID-19 di lingkungan sekitar, berbasis geo-tagging.
“Tidak ketinggalan, kami menyediakan Wifi, program internet gratis yang tersebar di lebih dari 6.000 titik di Jakarta,” Yudhistira menambahkan.
“Aplikasi JAKI, baik di Android maupun iOS, selama pandemi virus corona dijadikan sebagai pusat informasi resmi dan data resmi seputar virus corona di DKI Jakarta, selain situs corona.Jakarta.go.id,” ujarnya.
Platform JAKI, kini memiliki fitur Corona Likelihood Metric yang menggunakan machine learning agar pengguna bisa memeriksa mandiri risiko mereka terhadap COVID-19.
Baca: Ini Inovasi Baru Jakarta Smart City: JAKI Untuk iOS
Kemudian fitur JakLapor, kini bisa digunakan untuk melaporkan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.
Fitur Jejak, bisa dimanfaatkan sebagai “check-point” untuk memantau kapasitas gedung, yang akan berguna dalam pelacakan (tracing) COVID-19.
Menurut Yudhistira, dalam mengembangkan fitur dan aplikasi penanganan virus corona, Jakarta Smart City mengedepankan smart collaboration, artinya masyarakat berperan dalam penanggulangan pandemi ini.
“Masyarakat berperan sebagai ko-kreator, sementara pemerintah daerah sebagai kolaborator. Sebagaiman di aplikasi JAKI yang merupakan ekosistem kolaboratif, dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Baca: Terapkan Smart City 4.0, Jakarta Jadi Kota Inovatif Berbasis TI














