Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menggunakan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) pada semester II tahun 2021.
Tujuannya untuk memantau kualitas kualitas hunian rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diperuntukkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Awal tahun ini, aplikasi SiPetruk telah digunakan melalui pilot project, kerja sama PPDPP bersama sejumlah asosiasi pengembang perumahan.
Terkait independensi, Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin memastikan SiPetruk dikelola melalui Artificial Intellegence (AI), sehingga kelayakan proses foto yang diunggah mutlak melalui sistem yang sudah ditetapkan.
“Tidak ada main mata, sistem ini independen, tidak berpihak dari manapun tapi berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” tegas Arief dalam siaran pers, 17/02/2021.
Pemerintah mengalokasikan dana FLPP di tahun 2021 sebesar Rp19,1 triliun untuk 157,500 unit rumah bagi MBR dengan menggandeng 38 bank pelaksana.
Tercatat per Selasa (16/2) berdasarkan dashboard management control PPDPP, sebanyak 297.868 masyarakat sudah menggunakan aplikasi SiKasep, 121.919 calon debitur telah lolos subsidi checking, dan 5.828 calon debitur dalam proses verifikasi bank pelaksana.
Sedangkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2021 per Selasa (16/2) telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 280 unit senilai Rp30,51 triliun atau 0,18 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun 2021. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2021 sebanyak 765.135 unit senilai Rp55,628 triliun.
Baca: Aplikasi SiPetruk Untuk Supervisi Kualitas Bangunan Didukung Banyak Asosiasi Pengembang Perumahan














