Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan digitalisasi parkir di Jakarta. Tujuannya untuk menertibkan penerapan parkir liar yang ada saat ini dan meningkatkan potensi pendapatan pajak DKI Jakarta.
“Masih banyak pengendara yang menggunakan jasa parkiran liar, akibatnya bisnis lahan parkir tidak terpantau dengan jelas. Apalagi tidak berdampak bagi pendapatan daerah,” ujarnya saat membuka diskusi Digitalisasi Perparkiran, Siapa Diuntungkan?, 24/02/2021.
Rencananya, parkir di jalanan atau on street akan menggunakan aplikasi parkir digital yaitu Jakparkir yang saat ini sedang tahap uji coba. Diharapkan Jakparkir dapat jadi solusi atas pengelolaan parkir di Jakarta.
Uji coba Jakparkir itu sedang dilakukan di tiga lokasi yaitu jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, Jalan Denpasar Jakarta Selatan, dan Jalan Bulevard Raya Kelapa Gading.
“Kita lagi uji coba fitur dan sistem di aplikasi tersebut. Termasuk kita juga sosialisasi dengan para juru parkir, agar aplikasi ini bisa digunakan dengan fitur dan sistem yang kita siapkan. Rencana uji coba sampai 31 Maret 2021,” jelas Kepala Unit Pelayanan Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Adji Kusambarto dalam diskusi virtual, 24/02/2021.
Baca: Tahun Ini, Bakal Ada Tambahan 50 Kamera Tilang Elektronik di DKI Jakarta
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2019, pendapatan dari sisi pajak parkir sangat besar. Pendapatan atas pajak parkir mencapai Rp 532 miliar dari target Rp 525 miliar.
Saat pembatasan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) tahun 2020, pajak parkiran juga memberikan dukungan yang besar mencapai Rp 352 miliar. Meski begitu pendapatan itu belum mencapai potensi pajak parkiran.
Nantinya penerapan parkir juga akan menggunakan skema baru. Sebelumnya tarif parkir yang diterapkan pemerintah DKI Jakarta bersifat tetap atau flat akan berubah sesuai dengan waktu parkir. “Layanan parkir yang biasanya flat akan kita terapkan ditarik secara progresif,” ungkap Adji.
Tujuannya untuk mendorong peningkatan pendapatan pajak parkir DKI Jakarta yang saat ini belum maksimal.
Baca: Kolaborasi Dengan Startup, Jakarta Smart City Optimalkan Pemanfaatan TIK dalam Penanganan COVID-19














